Persija Jakarta menerima kabar kurang menyenangkan terkait penyerang naturalisasi mereka, Mauro Zijlstra yang harus menepi akibat cedera paha yang dialaminya.
Cedera tersebut datang pada saat yang tidak tepat. Persija sedang membutuhkan tambahan kekuatan di lini serang untuk menjaga peluang bersaing di papan atas klasemen.
Zijlstra sebenarnya baru bergabung pada paruh musim kompetisi. Namun waktu bermainnya masih sangat terbatas karena baru tampil selama 23 menit.
Situasi ini membuat kondisi sang pemain semakin disayangkan. Selain itu, absennya Zijlstra menambah daftar masalah bagi Persija dalam beberapa pertandingan terakhir.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengonfirmasi kondisi pemain tersebut. Ia menyebut cedera yang dialami Zijlstra menjadi kerugian bagi tim.
Cedera Terjadi Saat Latihan Persija
Mauricio Souza menjelaskan bahwa cedera Zijlstra tidak terjadi dalam pertandingan resmi. Insiden tersebut justru muncul saat sesi latihan rutin tim.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 1 Maret 2026. Pada saat itu, para pemain Persija sedang menjalani latihan terakhir sebelum menghadapi Borneo FC.
Latihan berjalan seperti biasa dan hampir selesai. Namun situasi berubah ketika Zijlstra mencoba melakukan tembakan ke gawang.
Striker tersebut melepaskan tendangan keras saat sesi penyelesaian akhir. Setelah melakukan tembakan, ia langsung merasakan sakit pada paha bagian depan.
Souza mengatakan bahwa cedera tersebut muncul secara tiba-tiba. Oleh karena itu, Zijlstra tidak dapat melanjutkan aktivitas latihan bersama tim.
“Mauro Zijlstra sayangnya cedera saat latihan hari Minggu. Saat latihan hampir selesai, dia melakukan shooting ke gawang,” kata Souza kepada wartawan.
Ia menambahkan bahwa pemain tersebut mengalami cedera pada paha bagian depan. Kondisi itu membuatnya tidak dapat bermain dalam pertandingan berikutnya.
Waktu Bermain Sangat Terbatas
Cedera ini terasa semakin menyakitkan bagi Persija. Pasalnya, Zijlstra belum memiliki kesempatan bermain yang cukup bersama tim.
Sejak bergabung pada paruh musim, ia baru mencatat dua penampilan singkat. Total waktu bermainnya hanya mencapai 23 menit.
Zijlstra tampil dalam pertandingan melawan Bali United dan PSM Makassar. Namun kontribusinya masih belum maksimal karena menit bermain yang terbatas.
Situasi tersebut membuat proses adaptasi pemain menjadi terhambat. Selain itu, tim juga belum bisa melihat potensi penuh yang dimilikinya.
Sebagai pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Zijlstra diharapkan dapat menambah daya gedor tim. Namun cedera ini membuat rencana tersebut tertunda.
Persija sebenarnya membutuhkan tambahan opsi di lini serang. Kehadiran Zijlstra diharapkan dapat memberi variasi dalam strategi permainan tim.
Namun kondisi cedera membuat sang pemain harus fokus pada proses pemulihan. Oleh karena itu, ia belum dapat membantu tim dalam waktu dekat.
Absen Saat Persija Hadapi Borneo FC
Cedera yang dialami Zijlstra membuatnya absen dalam pertandingan penting melawan Borneo FC. Laga tersebut berlangsung pada pekan ke-24 BRI Super League.
Pertandingan digelar di Jakarta International Stadium pada Selasa, 3 Maret 2026. Duel tersebut berakhir dengan skor imbang 2-2.
Persija sebenarnya memiliki kesempatan meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut. Namun beberapa peluang gagal dimanfaatkan dengan baik.
Selain itu, kesalahan pada menit akhir membuat tim kehilangan keunggulan. Akibatnya, Persija harus puas dengan satu poin.
Absennya Zijlstra membuat pilihan di lini serang menjadi lebih terbatas. Persija harus mengandalkan pemain yang tersedia untuk mengisi posisi tersebut.
Situasi ini menjadi tantangan bagi pelatih Mauricio Souza. Ia harus mencari solusi agar lini depan tetap efektif meski kehilangan satu opsi pemain.
Fokus Pemulihan Cedera
Saat ini, Mauro Zijlstra harus menjalani proses pemulihan. Tim medis Persija akan memantau perkembangan kondisinya dalam beberapa pekan ke depan.
Cedera pada paha memerlukan penanganan yang hati-hati. Pemulihan yang terburu-buru dapat meningkatkan risiko cedera kembali.
Karena itu, tim pelatih memilih memberikan waktu istirahat yang cukup. Prioritas utama adalah memastikan pemain kembali dalam kondisi terbaik.
Proses pemulihan menjadi fokus utama bagi Zijlstra. Ia harus menjalani program perawatan dan latihan khusus bersama tim medis.
Meskipun situasinya tidak ideal, langkah ini penting untuk menjaga kondisi jangka panjang pemain. Persija juga berharap ia dapat kembali secepat mungkin.
Selain itu, kehadiran Zijlstra masih dibutuhkan dalam sisa kompetisi musim ini. Jika pulih tepat waktu, ia bisa memberikan kontribusi penting bagi tim.
Dipastikan Absen Lawan Dewa United
Persija juga mendapat kabar bahwa Zijlstra tidak akan tampil pada pertandingan berikutnya. Ia dipastikan absen saat tim menghadapi Dewa United.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada pekan ke-25 BRI Super League. Duel tersebut akan digelar pada Minggu, 15 Maret 2026.
Mauricio Souza mengonfirmasi bahwa kondisi pemain belum memungkinkan untuk kembali bermain. Oleh karena itu, tim harus kembali tampil tanpa dirinya.
Absennya Zijlstra menjadi ujian bagi Persija. Tim harus tetap menjaga performa meski kehilangan salah satu pemain.
Persija masih memiliki sejumlah pertandingan penting hingga akhir musim. Oleh karena itu, kedalaman skuad akan menjadi faktor penting.
Selain itu, setiap pemain harus siap mengambil tanggung jawab lebih besar. Tim perlu menjaga konsistensi agar tetap bersaing di papan atas.
Jika proses pemulihan berjalan lancar, Zijlstra diharapkan dapat kembali sebelum kompetisi berakhir. Kehadirannya dapat memberikan tambahan kekuatan bagi Persija.
Untuk saat ini, fokus utama tetap pada pemulihan cedera. Persija berharap sang penyerang dapat segera kembali merumput dan membantu tim meraih hasil positif.






