Borneo vs PSIM menjadi laga krusial dalam persaingan papan atas BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Batakan, Balikpapan, Minggu 1 Februari 2026, Borneo FC sukses mengamankan kemenangan 2-1 atas PSIM Yogyakarta. Hasil ini membawa Pesut Etam naik ke peringkat dua klasemen sementara dan terus menekan pemuncak klasemen.
Pertandingan tersebut memiliki arti penting bagi tuan rumah. Selain bermain di hadapan pendukung sendiri, Borneo membutuhkan tiga poin untuk menjaga jarak dengan pesaing terdekat. Oleh karena itu, pendekatan permainan lebih terkontrol terlihat sejak menit awal, meski PSIM tetap memberikan perlawanan yang disiplin.
Borneo Kuasai Ritme Sejak Awal Laga
Sejak peluit pertama, Borneo mencoba mengendalikan tempo permainan. Sirkulasi bola mereka berjalan rapi dengan memanfaatkan lebar lapangan. PSIM memilih bertahan lebih dalam sambil menunggu peluang serangan balik.
Meski menguasai ritme, Borneo tidak langsung tampil agresif. Mereka membangun serangan secara bertahap dan menghindari kehilangan bola di area berbahaya. Pendekatan ini membuat laga berjalan dengan tempo sedang.
PSIM beberapa kali mencoba keluar dari tekanan. Serangan cepat mereka sempat merepotkan lini belakang tuan rumah. Namun, penyelesaian akhir menjadi kendala utama tim tamu.
Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-29. Kaio Nunes menerima umpan matang dari Marcos Astina dan melepaskan tembakan terukur. Bola berhasil melewati Cahya Supriadi dan membawa Borneo unggul 1-0.
Keunggulan tersebut membuat Borneo semakin percaya diri. Selain itu, mereka mampu menjaga jarak antarlini dengan baik hingga akhir babak pertama. Skor 1-0 bertahan saat turun minum.
Babak Kedua Lebih Ketat dan Penuh Perhitungan
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan lebih alot. PSIM mencoba menaikkan intensitas untuk mengejar ketertinggalan. Di sisi lain, Borneo tampil lebih berhati-hati dalam mengatur tempo.
Penguasaan bola masih condong ke tuan rumah. Namun, PSIM mulai lebih berani melakukan pressing di area tengah. Situasi ini membuat alur pertandingan menjadi lebih seimbang.
Beberapa peluang tercipta dari kedua tim. Meski demikian, koordinasi pertahanan Borneo cukup solid untuk meredam tekanan. Nadeo Argawinata juga tampil tenang saat mengantisipasi bola-bola silang.
PSIM kemudian melakukan tiga pergantian pemain pada menit ke-70. Langkah ini bertujuan membongkar kebuntuan dan menambah daya gedor. Perubahan tersebut langsung memberi dampak positif bagi permainan tim tamu.
Penalti PSIM dan Tekanan Balik Borneo yang Bikin Makin Seru
Usaha PSIM membuahkan hasil pada menit ke-82. Wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di kotak penalti. Ze Valente maju sebagai eksekutor dan menuntaskan tugasnya dengan tenang.
Gol tersebut mengubah dinamika pertandingan. PSIM mendapatkan momentum, sementara Borneo harus segera merespons. Oleh karena itu, intensitas serangan tuan rumah meningkat signifikan.
Sepuluh menit terakhir berlangsung dengan tekanan penuh dari Borneo. Mereka terus menggempur pertahanan PSIM melalui umpan silang dan penetrasi dari sisi sayap. PSIM bertahan dengan garis rendah demi mengamankan satu poin.
Tekanan beruntun akhirnya membuahkan hasil di masa tambahan waktu. Pada menit ke-90+2, Caxambu mengirimkan umpan matang ke kotak penalti. Koldo Obieta menyambut bola dan mencetak gol penentu kemenangan.
Gol tersebut disambut meriah oleh publik Stadion Batakan. Skor 2-1 memastikan tiga poin krusial bagi Pesut Etam. PSIM tidak memiliki cukup waktu untuk kembali merespons.
Dampak Kemenangan bagi Klasemen Kedua Tim
Kemenangan ini membawa Borneo FC naik ke peringkat dua klasemen sementara. Mereka kini menempel ketat Persib Bandung di puncak klasemen. Selisih poin yang tipis membuat persaingan semakin terbuka.
Selain itu, hasil ini mempertegas konsistensi Borneo di kandang. Mereka mampu menjaga fokus hingga menit akhir pertandingan. Karakter tersebut menjadi modal penting dalam perburuan gelar musim ini.
Bagi PSIM Yogyakarta, kekalahan ini menjadi evaluasi penting. Meski tampil disiplin, mereka gagal mempertahankan hasil imbang hingga akhir laga. Konsentrasi di menit-menit krusial menjadi catatan utama.
Secara keseluruhan, laga Borneo vs PSIM menghadirkan persaingan ketat dengan tensi tinggi. Efektivitas dan ketenangan di momen akhir menjadi faktor penentu. Dengan jadwal kompetisi yang masih panjang, kedua tim masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen.






