Friday, January 30, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga ChampionsBenfica Hentikan Real Madrid di Liga Champions, Isu Kembalinya Jose Mourinho ke...

Benfica Hentikan Real Madrid di Liga Champions, Isu Kembalinya Jose Mourinho ke Bernabeu Menguat

Benfica hentikan Real Madrid di Liga Champions 2025/2026 dan langsung memicu gelombang spekulasi besar di Eropa. Pada matchday ke-8 yang digelar di Estadio da Luz, Kamis (29/01/2026) dini hari WIB, Benfica meraih kemenangan dramatis 4-2. Hasil tersebut tidak hanya memastikan langkah Benfica ke fase gugur, tetapi juga menggagalkan Real Madrid lolos otomatis ke babak 16 besar.

Pertandingan itu menjadi sorotan karena akhir laga yang luar biasa. Gol penentu justru lahir dari kaki kiper Anatoliy Trubin pada menit ke-98. Oleh karena itu, kemenangan tersebut segera dikaitkan dengan kepiawaian Jose Mourinho, yang kembali menunjukkan sentuhan khasnya di panggung Eropa.

- Advertisement -
asia9QQ

Drama Kemenangan Benfica di Estadio da Luz

Sejak awal laga, duel Benfica kontra Real Madrid berjalan dengan intensitas tinggi. Kedua tim saling menekan dan mempertontonkan kualitas permainan level elite. Real Madrid sempat menjaga peluang lolos langsung, namun Benfica tampil disiplin dan efektif.

Situasi berubah drastis di menit-menit akhir pertandingan. Saat skor masih imbang, Benfica terus menekan pertahanan Madrid. Puncaknya terjadi pada menit ke-98 ketika Anatoliy Trubin mencetak gol penentu yang mengunci kemenangan 4-2. Gol tersebut langsung menggemparkan stadion dan memastikan tiket babak gugur bagi tim asal Portugal itu.

Kemenangan ini sekaligus menjadi pukulan telak bagi Real Madrid. Selain kehilangan status lolos otomatis, mereka harus menghadapi babak play-off yang penuh risiko. Karena itu, hasil ini memiliki dampak besar dalam peta persaingan Liga Champions musim ini.

Mourinho Kembali Jadi Pusat Perhatian Eropa

Di balik kemenangan dramatis tersebut, sosok Jose Mourinho kembali mencuri perhatian. Pelatih yang kini menukangi Benfica itu dinilai memainkan peran penting dalam keberhasilan timnya. Pendekatan taktis dan mentalitas kompetitif Benfica terlihat jelas sepanjang laga.

Kemenangan atas Real Madrid juga memicu nostalgia masa lalu. Mourinho pernah menangani Los Blancos pada periode 2010 hingga 2013. Dalam rentang tersebut, ia mempersembahkan gelar La Liga dan Copa del Rey. Oleh karena itu, keberhasilannya menjegal Madrid kembali menghidupkan spekulasi lama.

Isu tersebut semakin menguat karena momentum kemenangan ini datang di saat posisi pelatih Real Madrid kembali menjadi bahan diskusi. Media Eropa pun langsung mengaitkan nama Mourinho dengan kemungkinan kepulangan ke Santiago Bernabeu.

Rumor Kembali ke Bernabeu Mulai Menguat

Spekulasi mengenai masa depan Mourinho sebenarnya sudah muncul sebelum laga digelar. Jurnalis COPE, Alfredo Relano, menyebut Mourinho sebagai kandidat utama Presiden Florentino Perez untuk kursi pelatih Real Madrid. Klaim tersebut menyebut bahwa Perez tertarik membawa Mourinho kembali untuk periode kedua.

Hubungan Mourinho dengan Real Madrid juga tidak pernah benar-benar terputus. Pada 2019, Mourinho menyebut Real Madrid sebagai klub ikonik dan mengaku terbuka jika suatu hari diminta kembali. Pernyataan tersebut kembali dikutip setelah kemenangan Benfica di Liga Champions.

Dalam wawancara bersama beIN Sports, Mourinho menegaskan bahwa kembali ke klub lama bukanlah masalah baginya. Ia menyebut kepulangan semacam itu sebagai bentuk kebanggaan, asalkan klub tersebut memiliki struktur dan ambisi yang jelas. Oleh karena itu, rumor kepulangan ke Bernabeu terus berkembang.

Sikap Mourinho Meredam Spekulasi

Menjelang laga melawan Real Madrid, Mourinho justru memilih sikap yang menenangkan. Ia menegaskan tidak ingin terjebak dalam drama spekulasi yang berlarut-larut. Fokus utamanya, menurut Mourinho, adalah membawa Benfica meraih hasil maksimal di Liga Champions.

Dalam konferensi pers, Mourinho menepis anggapan bahwa laga melawan Madrid menjadi ajang pembuktian personal. Ia menyebut dirinya tidak tertarik menjadi bagian dari narasi berlebihan di luar lapangan. Pernyataan tersebut menunjukkan upaya menjaga konsentrasi tim.

“Jangan mengandalkan saya untuk sinetron,” ujar Mourinho, dikutip dari Sportbible. Sikap ini memperlihatkan pendekatan profesional yang ia terapkan di tengah rumor yang terus beredar.

Spekulasi Justru Menguat Usai Laga

Meski Mourinho berusaha meredam isu, kemenangan Benfica justru membuat spekulasi semakin kuat. Media Spanyol AS menyebut situasi ini sebagai sesuatu yang “jelas bagi semua orang”. Mereka menilai Mourinho berada di posisi strategis untuk menerima tawaran besar.

Laporan tersebut menyebut bahwa Mourinho berpotensi memiliki dua opsi utama dalam waktu dekat. Salah satunya adalah kemungkinan kembali ke Real Madrid jika terjadi perubahan di kursi pelatih. Opsi lainnya datang dari level internasional.

Selain Madrid, Mourinho juga dikaitkan dengan tim nasional Portugal. Ia disebut berpeluang menggantikan Roberto Martínez jika Portugal gagal meraih gelar Piala Dunia. Oleh karena itu, masa depan Mourinho dipandang akan kembali menjadi topik besar dalam beberapa bulan ke depan.

Dampak Kemenangan Benfica bagi Peta Liga Champions

Kemenangan atas Real Madrid memberi dampak luas bagi persaingan Liga Champions. Benfica kini melaju ke fase gugur dengan kepercayaan diri tinggi. Sementara itu, Real Madrid harus menghadapi jalur yang lebih sulit melalui play-off.

Bagi Mourinho, hasil ini mempertegas reputasinya sebagai pelatih yang selalu relevan di laga besar. Pendekatan pragmatis dan keberanian mengambil risiko kembali membuahkan hasil. Oleh karena itu, namanya kembali berada di pusat diskusi sepak bola Eropa.

Ke depan, perhatian publik tidak hanya tertuju pada perjalanan Benfica di Liga Champions. Spekulasi mengenai langkah berikutnya Mourinho juga akan terus mengiringi. Kemenangan dramatis ini bisa menjadi titik balik penting, baik bagi Benfica maupun masa depan sang pelatih.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments