Monday, January 12, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga SpanyolBeda Nasib Marcus Rashford dan Manchester United Usai Final Super Spanyol

Beda Nasib Marcus Rashford dan Manchester United Usai Final Super Spanyol

Beda nasib Marcus Rashford menjadi gambaran kontras sepak bola Eropa pada awal 2026. Penyerang timnas Inggris itu merasakan gelar juara bersama Barcelona, sementara Manchester United justru menelan kekecewaan. Rashford mengangkat trofi Piala Super Spanyol setelah Barcelona menundukkan Real Madrid 3-2 di final yang digelar di Jeddah, Arab Saudi.

Kemenangan tersebut terasa semakin signifikan karena terjadi di tengah periode sulit Manchester United. Klub asal Inggris itu tersingkir dari Piala FA pada putaran ketiga. Oleh karena itu, Setan Merah dipastikan tereliminasi dari dua ajang domestik paling awal untuk pertama kalinya sejak musim 1981/1982.

- Advertisement -
asia9QQ

Situasi ini menempatkan Rashford dan United pada jalur yang sangat berbeda. Di satu sisi, sang pemain merayakan kesuksesan bersama klub barunya. Di sisi lain, klub lamanya kembali diselimuti tekanan dan kritik.

Rashford Raih Trofi Perdana Bersama Barcelona

Pada final Piala Super Spanyol, Barcelona tampil efektif menghadapi rival abadi mereka, Real Madrid. Raphinha menjadi aktor utama dengan mencetak dua gol krusial. Robert Lewandowski melengkapi keunggulan Blaugrana lewat penyelesaian elegan.

Marcus Rashford tidak turun sebagai starter dalam laga tersebut. Namun, ia masuk pada menit ke-83 menggantikan Raphinha. Meski menit bermainnya terbatas, kehadirannya memberi energi tambahan di lini depan Barcelona.

Menjelang akhir laga, Rashford hampir mencatatkan namanya di papan skor. Sayangnya, sepakan kerasnya masih melebar tipis dari gawang Madrid. Meski begitu, kontribusinya tetap berbuah manis karena Barcelona mampu mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir.

Trofi ini menjadi gelar pertama Rashford sejak bergabung dengan Barcelona. Oleh karena itu, momen tersebut memiliki makna emosional tersendiri bagi pemain berusia 28 tahun itu.

Kontras dengan Nasib Manchester United

Di saat Rashford berpesta, Manchester United justru menghadapi kenyataan pahit. Kekalahan di Piala FA membuat United kembali tanpa peluang trofi domestik musim ini. Sebelumnya, mereka juga tersingkir dari Carabao Cup di fase awal.

Kondisi tersebut menambah daftar panjang masalah yang membayangi Old Trafford. Performa inkonsisten, pergantian pelatih, serta minimnya stabilitas tim menjadi sorotan utama. Oleh karena itu, perbandingan dengan situasi Rashford di Barcelona terasa semakin tajam.

United kini harus mengalihkan fokus ke kompetisi liga. Namun, tekanan publik dan media terus meningkat karena hasil buruk di ajang piala dianggap mencerminkan krisis identitas klub.

Barcelona Ingin Permanenkan Rashford

Sejak bergabung dengan status pinjaman, Rashford perlahan menemukan peran baru di Barcelona. Ia telah mencatatkan tujuh gol dari 27 penampilan di semua kompetisi. Menariknya, sepuluh laga di antaranya ia jalani sebagai pemain pengganti.

Kontribusi tersebut dinilai positif oleh staf pelatih. Selain itu, fleksibilitas Rashford di berbagai posisi lini depan memberi nilai tambah bagi Barcelona. Oleh karena itu, muncul laporan bahwa klub Catalan berminat mengaktifkan opsi pembelian permanen.

Nilai transfer yang disebut mencapai 26 juta poundsterling. Jika terealisasi, kepindahan ini akan mengakhiri perjalanan 21 tahun Rashford bersama Manchester United. Selama berseragam Setan Merah, ia sempat mempersembahkan trofi Piala FA dan Liga Europa.

Namun, perjalanan tersebut juga diwarnai pasang surut performa. Konflik internal dengan mantan manajer Ruben Amorim disebut menjadi pemicu utama kepergiannya dari Inggris.

Masa Depan Rashford di Camp Nou

Di luar lapangan, masa depan Rashford terus menjadi perbincangan. Media Inggris menyebut kepergiannya bukan hanya keputusan pelatih, tetapi juga cerminan kekecewaan klub terhadap kontribusinya. Situasi itu tidak banyak berubah meski Amorim telah meninggalkan United.

Sebaliknya, Barcelona menunjukkan pendekatan berbeda. Direktur olahraga Barca, Deco, dikabarkan telah bertemu dengan agen Rashford di Jeddah. Pertemuan tersebut memperkuat sinyal keseriusan klub untuk mempertahankannya.

Meski demikian, Barcelona tetap melakukan evaluasi. Aspek bertahan dan intensitas pressing Rashford masih menjadi catatan. Selain itu, negosiasi harga juga disebut terbuka untuk dibahas lebih lanjut.

Ambisi Rashford Bersama Barcelona

Rashford sendiri tidak menutupi ambisinya. Dalam wawancara dengan media Spanyol, ia menegaskan keinginannya menjadi bagian dari masa depan Barcelona. Menurutnya, tekanan di klub besar justru memicu motivasi.

Ia menilai Barcelona sebagai klub yang identik dengan kemenangan. Sejak hari pertama bergabung, Rashford merasa diterima dan fokus utamanya adalah membantu tim meraih lebih banyak gelar. Oleh karena itu, trofi Piala Super Spanyol dianggap sebagai awal yang ideal.

Dengan musim yang masih panjang, peluang menambah koleksi gelar tetap terbuka. Rashford kini berada di fase penting kariernya, sekaligus menandai babak baru di luar Inggris.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments