Ketika Atalanta vs Bilbao di Liga Champions menjadi ujian penting bagi La Dea yang tengah menikmati performa impresif di Eropa. Menjelang laga fase liga yang digelar Kamis (22/1/2026) dini hari WIB, gelandang andalan Ederson Silva menyerukan fokus penuh. Ia menegaskan bahwa Atalanta harus bermain dengan intensitas tertinggi demi menjaga posisi kompetitif.
Saat ini, Atalanta berada di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 13 poin. Raihan tersebut menyamai poin klub besar seperti Paris Saint-Germain dan Manchester City. Capaian ini bahkan menempatkan Atalanta sebagai wakil Italia paling konsisten di kompetisi Eropa musim ini.
Namun, Ederson mengingatkan bahwa statistik tidak boleh membuat tim lengah. Menurutnya, konsistensi dan mentalitas kerja keras tetap menjadi kunci. Oleh karena itu, laga melawan Bilbao harus dijalani dengan sikap profesional penuh.
Momentum Bangkit Usai Hasil Serie A
Pertandingan kontra Bilbao hadir setelah hasil kurang memuaskan di kompetisi domestik. Atalanta hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Pisa pada laga Serie A akhir pekan lalu. Hasil tersebut menjadi catatan yang ingin segera diperbaiki.
Ederson menilai laga Eropa ini sebagai kesempatan emas untuk bangkit. Ia menekankan pentingnya fokus dan ketajaman sejak menit awal. Menurutnya, respons terhadap hasil buruk menjadi penentu kualitas tim.
“Kami ingin tampil lebih baik dibandingkan pertandingan terakhir,” ujar Ederson dalam konferensi pers pra-pertandingan. Ia menilai peningkatan fokus akan memberi dampak besar. Karena itu, seluruh pemain dituntut menunjukkan reaksi positif.
Pelatih Raffaele Palladino juga mendorong evaluasi cepat. Pendekatan taktik tetap sama, tetapi eksekusi di lapangan harus lebih rapi. Dengan demikian, Atalanta berharap membawa energi baru ke laga Liga Champions.
Tantangan Konsistensi Lawan Tim Nonunggulan
Dalam kesempatan yang sama, Ederson menanggapi isu inkonsistensi Atalanta. La Dea kerap menemui kesulitan saat menghadapi tim yang secara kualitas berada di bawah. Fenomena ini tidak asing di sepak bola Eropa.
Menurut Ederson, tim-tim tersebut sering tampil dengan motivasi berlipat. Mereka menutup ruang dan memaksimalkan setiap peluang. Oleh karena itu, Atalanta harus sabar dan cermat membaca permainan.
“Saya pikir banyak tim memberikan usaha ekstra pada pertandingan tertentu,” jelas Ederson. Ia menilai adaptasi menjadi kunci penting. Selain itu, pencarian ruang harus dilakukan dengan tenang.
Pendekatan ini juga relevan jelang duel melawan Athletic Club. Bilbao dikenal memiliki organisasi permainan kuat dan disiplin. Atalanta perlu menjaga tempo agar tidak terjebak ritme lawan.
Fokus Penuh dan Bungkam Isu Transfer
Nama Ederson belakangan santer dikaitkan dengan rumor transfer Januari. Performa stabilnya menarik minat sejumlah klub Eropa. Meski demikian, gelandang berusia 24 tahun itu memilih bersikap tenang.
Ederson menegaskan bahwa fokusnya saat ini hanya untuk Atalanta. Ia menganggap rumor sebagai bagian dari sepak bola modern. Namun, prioritasnya tetap prestasi tim.
“Menyenangkan ketika ada minat, karena itu berarti saya bekerja dengan baik,” ucap Ederson. Ia lalu menegaskan komitmen penuh kepada klub. Oleh karena itu, spekulasi tidak memengaruhi persiapannya.
Sikap ini mendapat apresiasi dari internal tim. Konsentrasi penuh dinilai penting di fase krusial musim. Atalanta membutuhkan stabilitas agar target tetap terjaga.
Target Jangka Panjang dan Standar 110 Persen
Selain fokus Liga Champions, Ederson juga berbicara soal ambisi Serie A. Ia yakin Atalanta pantas bersaing di papan atas dan mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Namun, jalan menuju target tersebut tidak mudah.
Menurutnya, konsistensi menjadi harga mati. Setiap penurunan performa akan berdampak besar. Oleh karena itu, standar tinggi harus diterapkan di setiap laga.
“Saya pikir Atalanta pantas berada di Liga Champions,” kata Ederson. Ia menambahkan bahwa perbaikan kecil tetap diperlukan. Setiap detail akan menentukan hasil akhir.
Ia menutup dengan pesan tegas kepada rekan setim. Atalanta harus bermain di level maksimal tanpa kompromi. “Kami harus berada di level 110 persen,” pungkasnya.
Laga melawan Bilbao pun menjadi tolok ukur kesiapan La Dea. Dengan mentalitas kuat dan fokus penuh, Atalanta berharap kembali menunjukkan identitasnya di Eropa. Konsistensi inilah yang akan menentukan sejauh mana langkah mereka musim ini.






