Arsenal memulai tahun 2026 dengan status pemuncak klasemen Premier League dan jarak empat poin dari pesaing terdekat. Situasi ini kembali memunculkan catatan lama terkait kegagalan Arsenal menjuarai liga meski memimpin di awal tahun. Menanggapi hal tersebut, Mikel Arteta menegaskan timnya siap mematahkan kutukan tersebut.
Arsenal di Posisi Ideal Jelang Paruh Kedua Musim
Arsenal berada dalam posisi menguntungkan setelah hasil imbang Manchester City melawan Sunderland. Tambahan situasi tersebut membuat Arsenal unggul empat poin dengan separuh musim telah dilewati. Oleh karena itu, tekanan persaingan gelar mulai mengarah ke Emirates Stadium.
Kesempatan memperlebar jarak terbuka saat Arsenal bertandang ke markas Bournemouth. Laga tersebut akan dimainkan Minggu (4/1/2026) dini hari WIB. Selain itu, Manchester City baru menjalani pertandingan berat melawan Chelsea sehari setelahnya.
Keunggulan jadwal ini memberi peluang strategis bagi Arsenal. Namun, konsistensi performa tetap menjadi tuntutan utama. Arteta menekankan pentingnya fokus menghadapi setiap laga secara bertahap.
Catatan Lama yang Membayangi The Gunners
Sejarah menunjukkan Arsenal kerap gagal mempertahankan posisi puncak klasemen saat memasuki tahun baru. Situasi serupa terjadi pada 2008, 2014, 2016, 2022, dan 2023. Setiap musim tersebut berakhir tanpa gelar Premier League.
Ironisnya, gelar liga terakhir Arsenal pada 2004 justru diraih saat mereka tidak memimpin di awal tahun. Tim “Invincibles” kala itu memulai tahun dengan tertinggal dari Manchester United. Fakta ini menambah panjang daftar catatan unik klub London Utara.
Meski demikian, Arteta mengaku tidak terlalu memikirkan statistik tersebut. Ia lebih fokus pada kondisi skuad saat ini. Menurutnya, performa tim menunjukkan kesiapan untuk menantang sejarah.
Arteta Dorong Mentalitas Pematah Kutukan
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menilai skuadnya memiliki energi dan hasrat besar. Kemenangan meyakinkan 4-1 atas Aston Villa di penghujung 2025 menjadi titik penting. Hasil tersebut meningkatkan kepercayaan diri tim.
Arteta menegaskan bahwa setiap pemain menunjukkan komitmen tinggi dalam latihan dan pertandingan. Selain itu, intensitas permainan dinilai tetap terjaga. Faktor tersebut menjadi modal utama menghadapi tekanan persaingan gelar.
Menurut Arteta, lima bulan ke depan harus dijalani dengan pendekatan hari demi hari. Ia meminta pemain menikmati proses berada di puncak klasemen. Dengan cara itu, fokus tetap terjaga hingga akhir musim.
Tekanan Gelar Harus Diterima
Arsenal memasuki musim ini dengan pengalaman tiga kali finis sebagai runner-up secara beruntun. Oleh karena itu, tekanan gelar dianggap sebagai bagian dari proses. Arteta meminta pemain tidak menghindari situasi tersebut.
Saat ditanya soal perubahan pendekatan, Arteta memberikan jawaban lugas. Ia menyebut satu-satunya cara adalah memenangkan lebih banyak pertandingan. Konsistensi poin menjadi kunci utama dalam perburuan gelar.
Dalam tiga tahun terakhir, Arsenal tercatat sebagai tim dengan raihan poin terbanyak dari Januari ke Januari. Namun, capaian tersebut belum cukup untuk meraih gelar. Karena itu, Arteta menegaskan tim harus menjadi lebih baik di setiap aspek.
Tantangan Cedera Declan Rice
Di tengah momentum positif, Arsenal masih dibayangi masalah cedera. Declan Rice diragukan tampil saat menghadapi Bournemouth. Gelandang kunci tersebut masih mengalami pembengkakan pada lututnya.
Arsenal sebelumnya berharap kondisi Rice membaik dalam waktu singkat. Namun, tim medis akan kembali mengevaluasi kondisinya. Keputusan akhir akan ditentukan jelang pertandingan.
Arteta menepis anggapan bahwa cedera Rice seharusnya bisa dihindari. Ia menjelaskan bahwa sang pemain masih mampu melanjutkan pertandingan saat benturan terjadi. Reaksi cedera muncul setelah adrenalin pertandingan mereda.
Peran Rice dalam Keseimbangan Tim
Absennya Rice berpotensi memengaruhi keseimbangan lini tengah Arsenal. Pemain tersebut berperan penting dalam menjaga transisi bertahan dan distribusi bola. Selain itu, kehadirannya memberi stabilitas dalam duel fisik.
Jika Rice absen, Arteta harus menyiapkan alternatif. Kedalaman skuad Arsenal menjadi faktor penentu dalam situasi ini. Oleh karena itu, rotasi pemain akan diuji dalam fase krusial musim.
Meski demikian, Arsenal telah menunjukkan kemampuan beradaptasi. Beberapa pemain lain siap mengisi peran yang dibutuhkan. Fokus utama tetap pada hasil pertandingan dan konsistensi poin.
Penutup
Arsenal kembali berada di puncak klasemen Premier League saat memasuki tahun baru, sebuah situasi yang sarat tantangan sejarah. Namun, Arteta menilai skuadnya kini lebih matang dan siap menghadapi tekanan. Dengan jadwal yang menguntungkan dan mentalitas kuat, Arsenal berpeluang mematahkan kutukan awal tahun. Lima bulan ke depan akan menjadi ujian nyata ambisi juara The Gunners.






