Hasil Arema FC vs Persik Kediri pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 menghadirkan drama luar biasa. Bermain di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (11/1/2026), Arema FC membalikkan keadaan secara dramatis dan menang 2-1 lewat dua gol di masa injury time. Oleh karena itu, kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Singo Edan untuk mengakhiri tren negatif mereka.
Sejak awal laga, pertandingan berjalan ketat dan penuh tensi. Arema FC tampil menekan di hadapan pendukung sendiri. Namun, Persik Kediri mampu mengimbangi permainan dan membuat duel berlangsung alot.
Babak Pertama Penuh Tekanan dan Kontroversi
Arema langsung mencoba menguasai jalannya pertandingan. Tekanan demi tekanan dilepaskan, terutama melalui pergerakan sayap dan bola mati. Meski demikian, lini belakang Persik tampil disiplin dan mampu meredam agresivitas tuan rumah.
Kontroversi sempat terjadi pada menit ke-9. Dalberto tergeletak di lapangan usai kontak dengan Williams Lugo. Wasit Rio Permana Putra meninjau VAR, namun hanya memberikan kartu kuning kepada pemain Persik tersebut.
Setelah momen itu, Arema meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-27, tendangan sudut Valdeci hampir berbuah gol, tetapi Leo Navacchio masih sigap mengamankan bola. Empat menit kemudian, sepakan keras Ezra Walian dari luar kotak penalti memaksa Lucas Frigeri melakukan penyelamatan penting.
Dalberto juga mencoba peruntungannya lewat tembakan jarak jauh. Namun, peluang tersebut belum mengubah papan skor. Hingga jeda, Arema terus menekan, tetapi skor 0-0 bertahan.
Persik Mencuri Gol di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Persik mencoba keluar dari tekanan. Tendangan bebas Ezra Walian pada menit ke-48 masih mudah diamankan Lucas Frigeri. Arema kembali mengambil alih kendali permainan setelah itu.
Peluang emas hadir pada menit ke-68. Dalberto berhadapan langsung dengan Leo Navacchio, tetapi sepakannya membentur kaki kiper Persik. Kegagalan ini membuat Arema semakin frustrasi.
Justru Persik yang berhasil memecah kebuntuan. Pada menit ke-79, pemain pengganti Supriadi memaksimalkan umpan matang Ezra Walian. Gol tersebut membawa Persik unggul 1-0 dan membungkam publik Kanjuruhan sejenak.
Drama Injury Time Bangkitkan Singo Edan
Tertinggal satu gol, Arema meningkatkan tekanan di sisa waktu pertandingan. Persik bertahan total untuk menjaga keunggulan. Pada menit ke-89, Leo Navacchio tampil heroik dengan penyelamatan ganda atas peluang Dedik Setiawan dan Dwiki.
Namun, drama sesungguhnya terjadi di masa tambahan waktu. Tekanan beruntun Arema akhirnya membuahkan hasil pada menit 90+5. Bola di kotak penalti Persik berujung gol bunuh diri Supriadi, membuat skor berubah menjadi 1-1.
Publik Kanjuruhan belum sempat tenang. Tiga menit berselang, Arema kembali menghantam. Pada menit 90+8, Lucas Puleio menyundul bola hasil situasi bola mati dan menaklukkan Leo Navacchio. Gol ini memastikan comeback luar biasa Arema dengan skor akhir 2-1.
Makna Penting Kemenangan Arema FC
Kemenangan dramatis ini memiliki arti besar bagi Arema FC. Selain mengakhiri tren negatif, hasil ini juga mengangkat moral tim. Bermain hingga detik terakhir menunjukkan mentalitas juang yang kuat dari Singo Edan.
Selain itu, kemenangan ini memperbaiki posisi Arema di klasemen sementara. Dukungan suporter di Kanjuruhan terbukti menjadi energi tambahan. Oleh karena itu, hasil ini diharapkan menjadi titik balik performa Arema pada putaran kedua.
Di sisi lain, Persik harus menelan pil pahit. Keunggulan yang sudah di depan mata sirna dalam hitungan menit. Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi konsistensi mereka, terutama dalam menjaga fokus di menit-menit akhir.
Penutup
Laga Arema FC melawan Persik Kediri menyajikan drama khas sepak bola yang sarat emosi dan tensi hingga detik akhir. Dua gol di masa injury time menegaskan bahwa pertandingan belum benar-benar selesai sebelum peluit panjang dibunyikan wasit. Arema FC layak merayakan kemenangan ini sebagai titik balik penting setelah periode sulit. Sementara itu, Persik harus belajar menjaga konsentrasi dan organisasi permainan hingga laga usai. Dengan hasil dramatis tersebut, persaingan BRI Super League 2025/2026 dipastikan semakin ketat, tidak terduga, dan menarik untuk diikuti pada paruh kedua musim.
Selain berdampak pada posisi klasemen, kemenangan ini juga memberi pesan kuat tentang karakter Arema FC. Tim menunjukkan keberanian mengambil risiko dan disiplin menjaga intensitas hingga menit akhir. Pendekatan tersebut penting karena jadwal padat menuntut konsistensi mental dan fisik. Oleh karena itu, keberhasilan membalikkan keadaan dapat menjadi referensi internal untuk menghadapi laga-laga sulit berikutnya. Jika momentum ini terjaga, Arema berpeluang memperbaiki performa secara berkelanjutan dan kembali bersaing lebih kompetitif di papan tengah hingga atas.






