Saturday, January 10, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga ItaliaAnalisis Kekalahan Poin AC Milan: Blunder Fatal dan Ketidaksabaran di Depan Gawang

Analisis Kekalahan Poin AC Milan: Blunder Fatal dan Ketidaksabaran di Depan Gawang

AC Milan kehilangan poin berharga kala ditahan Genoa di San Siro. Kekalahan poin Milan terjadi dengan skor akhir 1-1 dalam lanjutan Serie A. Rossoneri tampil dominan namun gagal mengubah keunggulan menjadi kemenangan. Gol penyeimbang Rafael Leao di masa injury time hanya cukup untuk menyelamatkan satu angka.

Kesalahan pertahanan membuka jalan bagi Genoa unggul lebih dulu lewat Lorenzo Colombo. Milan kemudian kesulitan menembus pertahanan lawan yang rapat. Hasil imbang ini menggarisbawahi dua masalah utama yang dihadapi skuad Massimiliano Allegri.

- Advertisement -
asia9QQ

Blunder Individu yang Berujung Gol Lawan

Insiden krusial terjadi pada menit ke-28 babak pertama. Genoa membangun serangan sederhana dari sisi kanan pertahanan Milan. Umpan silang rendah memasuki kotak penalti dan menemui Lorenzo Colombo.

Bek tengah Milan, Matteo Gabbia, berada dalam posisi terdekat dengan penyerang Genoa itu. Sayangnya, Gabbia tampak kehilangan konsentrasi dan keseimbangan. Ia gagal membaca niat Colombo yang bergerak lebih cepat dan agresif.

Colombo pun leluasa melepaskan tendangan pertama yang mengarah ke sudut bawah gawang. Kiper Mike Maignan tidak memiliki kesempatan untuk melakukan penyelamatan. Gol ini menjadi pukulan telak bagi Milan yang sejak awal menguasai permainan.

Kesalahan Gabbia menjadi contoh nyata dari blunder individu yang merugikan tim. Dalam pertandingan ketat, satu momen lengah seperti itu bisa sangat menentukan. Allegri secara khusus menyoroti insiden ini dalam evaluasi pasca-pertandingan.

Ketidaksabaran dalam Membangun Serangan

Masalah kedua yang menghantui Milan adalah ketidaksabaran. Setelah kebobolan, tim tuan rumah langsung menaikkan intensitas serangan. Namun, peningkatan intensitas ini tidak diiringi dengan kualitas yang baik.

Milan menjadi terlalu terburu-buru dalam setiap serangan. Mereka sering memaksakan umpan-umpan panjang atau tembakan dari jarak jauh. Akibatnya, banyak peluang yang terbuang percuma karena keputusan yang kurang bijak.

Genoa dengan senang hati memanfaatkan situasi ini. Mereka bertahan dengan rapi dan disiplin, menunggu Milan melakukan kesalahan. Setiap serangan yang gagal justru memberi kesempatan bagi Genoa untuk mengulur waktu.

Allegri mengakui bahwa timnya kehilangan kesabaran yang diperlukan. “Kami terlalu terburu-buru,” ujar pelatih tersebut. Ia menegaskan bahwa tim seharusnya lebih tenang dalam membangun serangan meski dalam keadaan tertinggal.

Dominasi Statistik yang Tidak Bermakna

Secara statistik, Milan jelas mendominasi pertandingan. Mereka menguasai bola lebih dari 65 persen sepanjang laga. Selain itu, Rossoneri juga melepaskan lebih dari 15 tembakan ke arah gawang Genoa.

Namun, mayoritas tembakan tersebut berasal dari jarak jauh atau situasi yang sulit. Hanya sedikit peluang benar-benar membahayakan kiper lawan. Genoa dengan cerdas memaksa Milan untuk mengambil opsi tembakan dari jarak yang tidak ideal.

Selain itu, efektivitas umpan silang dan umpan terobosan juga rendah. Pemain seperti Christian Pulisic dan Rafael Leao sering terkunci oleh dua atau tiga pemain bertahan. Ruang gerak mereka sangat terbatas di area final pihak lawan.

Dominasi bola tanpa ketajaman ini menjadi pola yang mengkhawatirkan. Milan tampak kesulitan menghadapi tim yang memilih bertahan rendah dan rapat. Mereka membutuhkan kreativitas lebih untuk membongkar pertahanan jenis ini.

Peran Rafael Leao sebagai Penyelamat

Dalam situasi sulit, Milan masih dapat mengandalkan kualitas individu Rafael Leao. Penyerang asal Portugal itu menjadi pahlawan dengan mencetak gol penyama kedudukan. Sundulannya yang sempurna dari sepak pojok menyelamatkan satu poin bagi Rossoneri.

Namun, gol tersebut tidak bisa menutupi performa Leao yang sebenarnya di bawah standar. Seperti kebanyakan rekan setimnya, ia juga tampak tidak sabar dan sering membuat keputusan salah. Ia kerap mencoba menggiring bola melewati banyak pemain lawan alih-alih memilih opsi passing yang lebih sederhana.

Gol di menit akhir setidaknya menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Leao dan tim tetap berjuang hingga peluit akhir berbunyi. Akan tetapi, mereka seharusnya tidak perlu berada dalam posisi tertinggal terlebih dahulu.

Pola Mengkhawatirkan Melawan Tim Papan Bawah

Hasil imbang ini melanjutkan tren negatif Milan saat menghadapi tim papan bawah. Sebelumnya, mereka juga gagal menang melawan Parma, Sassuolo, dan Pisa. Bahkan, mereka sempat kalah dari Cremonese.

Pola ini menunjukkan masalah mentalitas dan konsentrasi. Milan cenderung meremehkan lawan yang secara kertas lebih lemah. Mereka lalu bermain dengan intensitas rendah dan mudah melakukan kesalahan.

Padahal, pertandingan melawan tim seperti Genoa justru krusial dalam perburuan gelar. Poin-poin yang terbuang dalam laga-laga seperti inilah yang sering berakibat fatal di akhir musim. Allegri harus segera menemukan formula untuk mengatasi masalah ini.

Langkah ke Depan dan Pelajaran Berharga

Poin yang terbuang harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh skuad Milan. Pertama, konsentrasi maksimal diperlukan dari menit pertama hingga akhir. Kesalahan individu seperti yang dilakukan Gabbia tidak boleh terulang.

Kedua, tim perlu mengembangkan lebih banyak variasi serangan. Ketergantungan pada kecepatan Leao dan Pulisic sudah terlalu mudah dibaca lawan. Mereka membutuhkan pola permainan yang lebih beragam.

Ketiga, kesabaran menjadi kunci utama. Milan harus belajar mengontrol permainan dengan bola tanpa terburu-buru. Menciptakan peluang berkualitas lebih penting daripada sekadar melepaskan banyak tembakan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments