Bek Persija Jakarta, Shayne Pattynama, mengaku kecewa karena tidak dapat membela Timnas Indonesia pada FIFA Series 2026. Shayne Pattynama harus menjalani sanksi larangan bermain sehingga tidak bisa memperkuat Skuad Garuda. Situasi ini membuatnya kehilangan kesempatan tampil di hadapan pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman.
Pattynama Ingin Tunjukkan Kemampuan di Hadapan John Herdman
Shayne Pattynama sebenarnya berharap dapat kembali memperkuat Timnas Indonesia. Ia ingin memanfaatkan FIFA Series 2026 sebagai momen penting.
Selain itu kesempatan tersebut sangat berarti bagi dirinya. Pattynama ingin menunjukkan kemampuan kepada pelatih baru, John Herdman.
Bek berusia 27 tahun itu mengaku sangat kecewa dengan situasi tersebut. Ia menyampaikan perasaan itu dalam wawancara eksklusif.
Menurut Pattynama, kesempatan bermain di bawah pelatih baru sangat penting. Ia ingin memberikan kesan positif sejak awal.
Namun kenyataan berkata lain. Sanksi yang ia terima membuatnya tidak dapat bergabung dengan tim.
Meski demikian Pattynama tetap menerima situasi tersebut. Ia memahami bahwa keputusan itu sudah ditetapkan.
Selain itu ia berharap masih memiliki kesempatan di masa depan. Setelah masa hukuman selesai, ia ingin kembali membela Timnas Indonesia.
Keinginannya untuk tampil di level internasional tetap besar. Oleh karena itu ia terus menjaga motivasi dan kondisi fisik.
Insiden yang Berujung Sanksi FIFA
Pattynama menjelaskan bahwa sanksi tersebut bermula dari insiden pertandingan. Saat itu ia merasa frustrasi terhadap jalannya laga.
Kekecewaan tersebut membuatnya mengucapkan sesuatu kepada wasit. Ia mengakui bahwa tindakan itu tidak seharusnya dilakukan.
Bek Persija tersebut menyadari kesalahannya. Ia juga menyebut bahwa emosi sesaat memengaruhi reaksinya.
Meski demikian situasi tersebut tidak dapat diubah. Pattynama menerima konsekuensi dari tindakan tersebut.
Selain itu ia menilai pengalaman ini sebagai pelajaran penting. Pengendalian emosi menjadi hal yang sangat penting dalam pertandingan.
Pemain profesional sering menghadapi tekanan besar di lapangan. Oleh karena itu kontrol emosi sangat menentukan.
Pattynama kini memilih fokus ke masa depan. Ia ingin memperbaiki diri dan kembali tampil lebih baik.
Selain itu ia juga berharap bisa memberikan kontribusi lagi. Target utamanya adalah kembali memperkuat Skuad Garuda.
Sanksi Setelah Laga Indonesia vs Irak
Sanksi terhadap Pattynama dijatuhkan oleh FIFA pada 5 November 2025. Hukuman tersebut berkaitan dengan pertandingan melawan Irak.
Laga tersebut berlangsung dalam Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Indonesia kalah dengan skor tipis 0-1.
Pertandingan berlangsung cukup panas. Insiden terjadi setelah pertandingan berakhir.
Wasit asal China, Ma Ning, memberikan kartu merah kepada Pattynama. Thom Haye juga menerima hukuman yang sama.
Selain itu manajer Timnas Indonesia, Sumardji, ikut mendapatkan kartu merah. Situasi tersebut membuat pertandingan berakhir dengan kontroversi.
Setelah melakukan evaluasi, FIFA menjatuhkan sanksi kepada beberapa pihak. Pattynama dan Haye menerima hukuman yang cukup berat.
Keduanya mendapatkan larangan bermain dalam empat pertandingan. Selain itu mereka juga dikenakan denda sebesar 5.000 franc Swiss.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp108 juta. Hukuman ini menjadi konsekuensi atas tindakan tidak sportif terhadap ofisial pertandingan.
Dampak Sanksi bagi Timnas Indonesia
Sanksi tersebut membuat Pattynama tidak dapat tampil dalam beberapa pertandingan penting. Ia harus absen dalam empat laga internasional.
Akibatnya bek kiri tersebut tidak bisa tampil pada FIFA Series Maret 2026. Selain itu ia juga melewatkan FIFA Matchday pada Juni 2026.
Absennya Pattynama tentu menjadi kerugian bagi tim. Ia merupakan salah satu pemain berpengalaman di lini belakang.
Namun Timnas Indonesia masih memiliki beberapa opsi pemain lain. Persaingan di posisi bek kiri tetap cukup ketat.
Di sisi lain, Pattynama memilih memberikan dukungan penuh kepada tim. Ia tetap mengikuti perkembangan Skuad Garuda.
Selain itu ia berencana menyaksikan pertandingan dari tribun stadion. Cara tersebut menjadi bentuk dukungan bagi rekan-rekannya.
Menurutnya dukungan dari luar lapangan juga penting. Ia berharap Timnas Indonesia mampu meraih hasil positif.
Harapan Pattynama untuk Masa Depan
Meski kecewa, Pattynama tetap menjaga sikap positif. Ia percaya kesempatan kembali akan datang setelah masa hukuman selesai.
Selain itu ia ingin terus meningkatkan performa di level klub. Penampilan konsisten bersama Persija menjadi target utamanya.
Jika mampu tampil baik, peluang kembali ke Timnas Indonesia tetap terbuka. Hal tersebut menjadi motivasi besar bagi dirinya.
Pattynama juga berharap dapat beradaptasi dengan pelatih baru. Ia ingin memberikan kontribusi maksimal ketika kembali dipanggil.
Selain itu pengalaman ini menjadi pelajaran penting. Ia bertekad menghindari kesalahan serupa di masa depan.
Dengan sikap tersebut, Pattynama berharap dapat kembali memperkuat Skuad Garuda. Ia ingin membantu Timnas Indonesia meraih prestasi lebih baik.






