Hasil AC Milan vs Parma pada pekan ke-26 Serie A 2025/2026 berakhir pahit bagi tuan rumah usai tumbang 0-1 dari Parma di San Siro, Senin (23/2/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini membuat Rossoneri semakin tertinggal dari Inter dalam persaingan papan atas.
Gol tunggal tim tamu lahir pada menit ke-80 melalui sundulan Mariano Troilo. Milan sebenarnya menguasai laga, namun gagal memaksimalkan peluang. Oleh karena itu, mereka harus menerima hasil negatif di kandang sendiri.
Babak Pertama: Milan Dominan, Parma Lebih Efektif
Laga baru berjalan dua menit, Parma langsung mengancam lewat sepakan Mateo Pellegrino di kotak penalti. Upaya tersebut diblok dan menghasilkan sepak pojok. Situasi itu memberi sinyal bahwa tim tamu datang tanpa rasa gentar.
Milan merespons melalui Ardon Jashari yang melepaskan tembakan jarak jauh. Namun, bola melenceng dari sasaran. Setelah itu, Jashari kembali mendapat peluang emas dari umpan terobosan matang, tetapi kiper Edoardo Corvi tampil sigap.
Tekanan tuan rumah terus berlanjut. Rafael Leao menanduk bola dari situasi bola mati, tetapi Corvi kembali melakukan penyelamatan penting. Selain itu, Christian Pulisic dan Alexis Saelemaekers memperoleh peluang menjelang turun minum.
Sayangnya, kedua peluang tersebut tidak berbuah gol. Skor 0-0 bertahan hingga jeda. Yang terpenting, Parma mampu menjaga konsentrasi meski ditekan sepanjang babak pertama.
Babak Kedua: Gol Troilo Bungkam San Siro
Selepas istirahat, Milan meningkatkan intensitas serangan. Pulisic sempat menyambar bola muntah di dalam kotak penalti. Namun, pemain bertahan Parma cepat menutup ruang dan memblok tembakan tersebut.
Pada menit ke-64, Leao hampir memecah kebuntuan. Ia mengontrol umpan silang dengan baik sebelum melepaskan sepakan keras. Akan tetapi, bola hanya membentur tiang kanan gawang.
Ketika Milan terus menekan, Parma justru mencuri momentum. Menit ke-80 menjadi titik balik laga. Emanuele Valeri mengirim sepak pojok akurat ke jantung pertahanan.
Troilo menyambut bola dengan sundulan tajam yang tak mampu dihentikan Mike Maignan. Gol tersebut sempat ditinjau melalui VAR oleh wasit Marco Piccinini. Setelah pemeriksaan singkat, wasit mengesahkan gol itu.
Di sisa waktu pertandingan, Milan mencoba mengejar ketertinggalan. Allegri memasukkan tenaga tambahan untuk menambah daya gedor. Namun, lini belakang Parma tampil disiplin hingga peluit panjang berbunyi.
Dampak di Klasemen Serie A
Kekalahan ini membuat Milan tetap berada di posisi kedua dengan 54 poin. Akan tetapi, jarak dengan Inter kini melebar menjadi 10 angka. Situasi tersebut jelas merugikan dalam perburuan gelar.
Selain itu, tekanan terhadap skuad asuhan Massimiliano Allegri semakin meningkat. Konsistensi menjadi persoalan utama dalam beberapa pekan terakhir. Jika tren ini berlanjut, peluang juara bisa semakin menipis.
Sebaliknya, kemenangan ini sangat berarti bagi Parma. Tim asuhan Carlos Cuesta naik ke peringkat ke-12 dengan 32 poin dari 26 laga. Tambahan tiga poin ini memberi rasa percaya diri dalam upaya menjauh dari zona bawah.
Statistik dan Susunan Pemain
Secara statistik, Milan mendominasi penguasaan bola dengan 64 persen. Mereka mencatat sembilan tembakan dan lima tepat sasaran. Parma hanya melepaskan empat tembakan dengan satu yang mengarah ke gawang.
Meski demikian, efektivitas menjadi pembeda utama. Parma memaksimalkan satu peluang emas dari sepak pojok. Sementara itu, Milan gagal mengonversi dominasi menjadi gol.
Berikut susunan pemain kedua tim:
Milan (3-5-2): Mike Maignan; Fikayo Tomori, Koni De Winter, Davide Bartesaghi; Alexis Saelemaekers, Ruben Loftus-Cheek, Luka Modric, Adrien Rabiot, Pervis Estupinan; Christian Pulisic, Rafael Leao.
Pelatih: Massimiliano Allegri.
Parma (3-5-2): Edoardo Corvi; Enrico Del Prato, Mariano Troilo, Lautaro Valenti; Sascha Britschgi, Adrian Bernabe, Mandela Keita, Christian Ordonez, Emanuele Valeri; Gabriel Strefezza, Mateo Pellegrino.
Pelatih: Carlos Cuesta.
Yang terpenting, hasil ini menegaskan pentingnya efektivitas dalam pertandingan ketat. Milan unggul dalam statistik, tetapi Parma unggul dalam penyelesaian akhir. Oleh karena itu, Rossoneri harus segera berbenah jika ingin menjaga asa juara.
Dengan kompetisi yang semakin memasuki fase krusial, setiap poin memiliki arti besar. Kekalahan di kandang sendiri tentu menjadi alarm keras. Selain itu, jadwal padat di depan mata menuntut rotasi dan fokus maksimal dari seluruh pemain.






