LAFC vs Inter Miami menjadi sorotan pada laga perdana MLS 2026 setelah tuan rumah menang telak 3-0 atas sang juara bertahan. Duel yang berlangsung di LA Memorial Coliseum itu menghadirkan kejutan besar sejak pekan pertama kompetisi.
Kemenangan ini membawa Los Angeles FC ke peringkat kedua Wilayah Barat. Sebaliknya, Inter Miami CF harus puas berada di posisi ke-14 klasemen sementara.
Gol-gol LAFC dicetak David Martinez pada babak pertama. Denis Bouanga dan Nathan Ordaz kemudian mengunci kemenangan di paruh kedua. Hasil ini memberi sinyal kuat bahwa persaingan MLS musim ini akan berlangsung ketat.
Babak Pertama: Umpan Son Heung-Min Buka Keunggulan
Sejak awal laga, kedua tim langsung bermain terbuka. Inter Miami mencoba menguasai bola dan membangun serangan dari lini tengah.
Namun, LAFC tampil disiplin dan menunggu momen untuk menyerang balik. Pola itu berjalan efektif karena mereka mampu memanfaatkan ruang di belakang lini pertahanan lawan.
Peluang pertama datang dari Inter Miami melalui kombinasi lini depan. Lionel Messi beberapa kali bergerak bebas mencari celah. Akan tetapi, lini belakang LAFC tampil solid dan tidak memberi ruang tembak yang leluasa.
Memasuki menit ke-37, LAFC memecah kebuntuan. Son Heung-Min mengirim umpan terobosan tajam ke jantung pertahanan. David Martinez berlari tanpa kawalan dan menuntaskan peluang dalam situasi satu lawan satu. Skor berubah menjadi 1-0.
Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri tuan rumah. Inter Miami mencoba merespons dengan meningkatkan tempo, tetapi pertahanan LAFC tetap terorganisasi. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Serangan Balik LAFC Hukum Inter Miami
Memasuki babak kedua, Inter Miami tampil lebih agresif. Mereka meningkatkan penguasaan bola hingga 69 persen sepanjang laga.
Meskipun demikian, dominasi tersebut tidak diikuti efektivitas. LAFC tetap fokus pada transisi cepat dari bertahan ke menyerang.
Pada menit ke-73, LAFC menggandakan keunggulan. Situasi bermula saat kiper St Clair meninggalkan kotak penalti untuk mengantisipasi bola. Denis Bouanga memanfaatkan momen itu dengan sundulan cerdik sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. Skor menjadi 2-0.
Gol tersebut membuat Inter Miami semakin tertekan. Mereka terus berupaya menembus pertahanan, tetapi penyelesaian akhir kurang tajam. Tercatat hanya dua tembakan tepat sasaran dari 10 percobaan.
Selain itu, LAFC menunjukkan efisiensi tinggi. Dari 13 tembakan, lima mengarah tepat ke gawang. Statistik ini memperlihatkan perbedaan kualitas penyelesaian kedua tim.
Ordaz Tutup Pesta Gol di Injury Time
Saat laga memasuki masa tambahan waktu, Inter Miami tetap berusaha mencetak gol hiburan. Namun, justru LAFC yang kembali mencetak gol.
Bouanga melakukan penetrasi di sisi kiri dan melewati kawalan bek. Ia kemudian mengirim umpan tarik ke tengah kotak penalti.
Nathan Ordaz menyambut bola dengan tenang dan menaklukkan kiper. Gol tersebut memastikan kemenangan 3-0 bagi LAFC. Peluit panjang pun berbunyi dengan skor telak untuk tuan rumah.
Yang terpenting, kemenangan ini diraih atas juara bertahan. Oleh karena itu, LAFC mengirim pesan kuat kepada rival di Wilayah Barat.
Statistik dan Susunan Pemain
Secara statistik, Inter Miami unggul dalam penguasaan bola dengan 69 persen. Namun, efektivitas menjadi pembeda utama dalam laga ini.
LAFC mencatat 13 tembakan dengan lima tepat sasaran. Sebaliknya, Inter Miami hanya menghasilkan dua tembakan tepat sasaran. Kedua tim relatif seimbang dalam jumlah pelanggaran.
LAFC turun dengan formasi 4-3-3. Lloris berdiri di bawah mistar. Segura, Porteus, Tafari, dan Palencia mengisi lini belakang. Delgado, Eustaquio, serta Tillman mengatur tempo di tengah. Bouanga, Son Heung-Min, dan Martinez memimpin lini serang.
Inter Miami menggunakan skema 4-2-3-1. St Clair menjaga gawang. Allen, Micael, Falcon, dan Fray membentuk pertahanan. Bright dan De Paul bermain sebagai gelandang bertahan. Segovia, Messi, dan Silvetti mendukung Berterame di lini depan.
Kekalahan ini menjadi awal yang kurang ideal bagi Inter Miami. Mereka harus segera memperbaiki koordinasi lini belakang dan efektivitas serangan. Sebaliknya, LAFC tampil percaya diri menjelang laga berikutnya.
Musim MLS 2026 baru saja dimulai. Namun, hasil ini sudah memberi gambaran bahwa persaingan akan berlangsung sengit sejak pekan pertama.
Akankah Lionel Messi bersama Inter Miami mampu meraih trofi liga? Mari kita tunggu.






