Saturday, February 21, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga InggrisDiteriaki “Dipecat Besok Pagi”, Crystal Palace Tegaskan Tetap Pertahankan Oliver Glasner

Diteriaki “Dipecat Besok Pagi”, Crystal Palace Tegaskan Tetap Pertahankan Oliver Glasner

Masa depan Oliver Glasner di Crystal Palace sempat menjadi sorotan setelah hasil imbang kontra Zrinjski Mostar di ajang Conference League. Teriakan “dipecat besok pagi” menggema dari tribun di Bosnia, menyusul performa buruk yang belum membaik. Namun, keputusan manajemen Crystal Palace justru berseberangan dengan desakan sebagian suporter.

Hasil 1-1 di Eropa Timur memperpanjang tren negatif Palace musim ini. Tim hanya meraih satu kemenangan dalam 15 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Meski tekanan meningkat, klub memastikan tetap mempertahankan Glasner hingga akhir kontraknya musim panas nanti.

- Advertisement -
asia9QQ

Hasil Imbang yang Picu Kekecewaan Suporter

Crystal Palace datang ke Bosnia dengan harapan mengamankan langkah menuju babak 16 besar Conference League. Para pendukung menempuh perjalanan jauh demi mendukung tim kesayangan mereka. Glasner pun menurunkan komposisi utama demi meraih hasil maksimal.

Ismaila Sarr membawa Palace unggul lebih dulu. Selain itu, Adam Wharton dan Jorgen Strand Larsen tampil sejak awal. Susunan tersebut menunjukkan keseriusan tim memburu kemenangan.

Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Sepuluh menit setelah babak kedua dimulai, Karlo Abramovic mencetak gol penyeimbang untuk Zrinjski Mostar. Palace gagal menambah gol meski memiliki beberapa peluang.

Skor imbang memicu reaksi keras dari suporter. Di tengah hasil yang terus mengecewakan, sebagian fans meluapkan emosi. Teriakan pemecatan pun terdengar jelas dari tribun.

Situasi tersebut menambah tekanan terhadap Glasner. Performa tim yang inkonsisten membuat posisi pelatih asal Austria itu dipertanyakan. Akan tetapi, manajemen klub mengambil sikap berbeda.

Keputusan Tegas Manajemen Crystal Palace

Menurut laporan jurnalis transfer Fabrizio Romano, Crystal Palace memutuskan mempertahankan Glasner hingga kontraknya berakhir. Klub memilih menjaga stabilitas daripada melakukan pergantian di tengah musim. Keputusan ini diambil meski tekanan publik terus meningkat.

Glasner sendiri telah menyatakan tidak akan memperpanjang kontrak. Ia mengaku sudah menyampaikan keputusan tersebut kepada chairman Steve Parish sejak Oktober lalu. Pertemuan itu berlangsung saat jeda internasional.

Dalam keterangannya, Glasner menegaskan keputusannya tidak terkait bursa transfer. Ia menyebut hubungan dengan manajemen tetap berjalan baik. Komunikasi antara pelatih dan petinggi klub tetap terbuka.

Meski sempat terjadi 24 jam yang tegang setelah laga di Bosnia, manajemen memilih bersikap tenang. Klub menilai stabilitas penting untuk menyelesaikan musim. Oleh karena itu, tidak ada perubahan di kursi pelatih hingga akhir kompetisi.

Polemik Penjualan Marc Guehi

Ketegangan sempat meningkat ketika Glasner mengkritik keputusan klub menjual Marc Guehi. Kapten tim tersebut dilepas ke Manchester City sehari sebelum pertandingan Liga Inggris digelar. Waktu transfer itu dinilai kurang ideal.

Glasner mengaku sulit memahami keputusan tersebut. Ia merasa skuad kehilangan pemimpin di saat jumlah pemain terbatas. Palace hanya memiliki sekitar 12 hingga 13 pemain yang siap bertanding kala itu.

Komentar tersebut sempat memicu perdebatan. Namun, Glasner kemudian menyatakan sudah berbicara langsung dengan Parish. Ia menggambarkan situasi itu seperti badai dalam hubungan kerja.

Menurutnya, perbedaan pandangan tidak mengubah komitmen kedua pihak. Fokus tetap pada upaya menyelesaikan musim dengan hasil terbaik. Hubungan profesional antara pelatih dan manajemen tetap terjaga.

Posisi di Liga dan Tantangan Berikutnya

Crystal Palace saat ini berada di peringkat ke-13 klasemen Premier League. Mereka unggul delapan poin dari zona degradasi. Selisih tersebut memberi sedikit ruang bernapas.

Akhir pekan ini, Palace akan menghadapi Wolves. Laga tersebut penting untuk mengembalikan kepercayaan diri tim. Kemenangan domestik dapat meredakan tekanan di Selhurst Park.

Selain itu, leg kedua Conference League melawan Zrinjski Mostar akan digelar di kandang sendiri. Palace masih memiliki peluang lolos ke babak berikutnya. Dukungan publik diharapkan memberi dorongan tambahan.

Performa di dua ajang tersebut akan menentukan suasana akhir musim. Hasil positif dapat memperbaiki citra tim. Sebaliknya, kegagalan bisa memperbesar tekanan terhadap Glasner.

Akhir Musim sebagai Momen Penentuan

Musim ini menjadi fase transisi bagi Crystal Palace. Keputusan Glasner untuk tidak memperpanjang kontrak sudah diketahui sejak lama. Dengan demikian, klub memiliki waktu mempersiapkan arah baru.

Namun, fokus saat ini tetap pada performa di lapangan. Stabilitas dinilai lebih penting daripada perubahan mendadak. Manajemen berharap tim tetap kompetitif hingga laga terakhir.

Teriakan suporter di Bosnia menjadi cerminan kekecewaan. Meski demikian, keputusan klub menunjukkan pendekatan berbeda. Crystal Palace memilih menyelesaikan musim bersama Oliver Glasner sebelum berpisah secara resmi.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments