Friday, February 20, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga InggrisArsenal Difavoritkan Juara Liga Inggris, Statistik Soroti Kelemahan The Gunners dalam Perburuan...

Arsenal Difavoritkan Juara Liga Inggris, Statistik Soroti Kelemahan The Gunners dalam Perburuan Gelar

Status Arsenal yang menjadi kadidat juara Liga Inggris kembali menguat musim ini, namun data statistik terbaru memunculkan tanda tanya. The Gunners memimpin klasemen, tetapi pendekatan permainan mereka dinilai menyimpan risiko dalam perebutan gelar.

Tim asuhan Mikel Arteta baru saja kehilangan poin penting setelah bermain imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers di Molineux. Arsenal sempat unggul 2-0, namun gagal menjaga keunggulan. Hasil itu menimbulkan kekhawatiran di tengah persaingan ketat papan atas.

- Advertisement -
asia9QQ

Meski unggul lima poin dari Manchester City, situasi belum sepenuhnya aman. City masih memiliki satu laga tunda dan akan menghadapi Arsenal pada April. Oleh karena itu, setiap detail performa menjadi krusial.

Statistik Bola Mati yang Jadi Sorotan

Laporan Opta mengungkap Arsenal menjadi tim yang paling lama memulai kembali permainan dari situasi sepak pojok musim ini. Total waktu yang mereka habiskan mencapai 117 menit. Selain itu, rata-rata penundaan mencapai 44 detik per situasi.

Data tersebut memicu perdebatan. Banyak pengamat menilai Arsenal terlalu berhati-hati saat membangun serangan. Pendekatan ini dinilai mengurangi tempo permainan terbuka.

Strategi tersebut memang memberi kontrol. Namun, ritme yang lambat kadang membuat momentum hilang. Dalam laga melawan Wolves, Arsenal kesulitan mengunci kemenangan meski memulai pertandingan dengan baik.

Selain itu, publik menilai The Gunners terlalu bergantung pada bola mati. Situasi ini membuat kreativitas permainan terbuka sedikit menurun. Meski efektif, ketergantungan itu bisa menjadi kelemahan.

Mengapa Arsenal Fokus pada Bola Mati?

Perubahan pendekatan Arsenal tidak terjadi tanpa alasan. Pada awal era Mikel Arteta, tim kerap terekspos saat kehilangan bola di area berbahaya. Oleh karena itu, Arteta memperkuat struktur pertahanan.

Kini, Arsenal berkembang menjadi salah satu tim dengan organisasi bertahan terbaik. Mereka sering mengalirkan bola ke sisi sayap untuk menghindari tekanan di tengah. Pendekatan ini membantu meminimalkan serangan balik lawan.

Selain itu, liga semakin kompetitif. Tim papan bawah mampu menekan melalui duel fisik dan transisi cepat. Dalam konteks tersebut, penguasaan bola dan kontrol tempo menjadi prioritas.

Bola mati menjadi senjata utama Arsenal. Eksekusi terstruktur dan variasi skema membuat mereka tetap berbahaya. Strategi ini menjaga peluang gelar tetap terbuka.

Namun, keseimbangan tetap diperlukan. Jika terlalu fokus pada aspek defensif, agresivitas serangan bisa berkurang. Dalam perburuan gelar, margin kesalahan sangat kecil.

Rekam Jejak yang Masih Membayangi Arteta

Tekanan terhadap Mikel Arteta bukan hal baru. Pada musim 2021/2022, Arsenal gagal mengamankan tiket Liga Champions meski unggul empat poin dengan tiga laga tersisa. Mereka akhirnya finis di bawah Tottenham.

Musim berikutnya, Arsenal memimpin klasemen cukup lama. Namun, kegagalan meraih kemenangan dalam enam dari delapan laga terakhir membuat peluang juara sirna. Hasil imbang dan kekalahan krusial menjadi catatan pahit.

Pada 2023/2024, Arsenal memilih bermain aman saat menghadapi Manchester City di Etihad. Laga berakhir imbang, tetapi mereka finis dua poin di belakang City. Tambahan dua poin saat itu bisa mengubah sejarah.

Musim 2024/2025 kembali berakhir dengan posisi runner-up. Tren ini menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan Arsenal menjaga konsistensi di fase akhir musim.

Karena itu, musim ini menjadi ujian terbesar bagi Arteta. Jika kembali gagal, tekanan publik dipastikan meningkat. Oleh sebab itu, setiap keputusan taktik mendapat sorotan tajam.

Tantangan Menuju Akhir Musim

Persaingan gelar musim ini sangat ketat. Manchester City tetap menjadi ancaman utama. Selain itu, jadwal padat menuntut kedalaman skuad yang stabil.

Arsenal harus menjaga fokus di setiap laga. Kehilangan poin seperti di Molineux tidak boleh terulang. Konsentrasi menjadi faktor penentu dalam pertandingan besar.

Pertandingan melawan Manchester City pada April berpotensi menjadi laga penentu. Selain itu, konsistensi menghadapi tim papan bawah juga penting. Dalam beberapa musim terakhir, Arsenal kehilangan poin di laga yang seharusnya bisa dimenangkan.

Keseimbangan antara pertahanan dan kreativitas perlu dijaga. Arsenal memiliki kualitas untuk mengontrol permainan. Namun, efektivitas di sepertiga akhir lapangan harus ditingkatkan.

Analisis Perburuan Gelar

Secara statistik, Arsenal memiliki fondasi kuat. Organisasi pertahanan mereka solid. Selain itu, variasi bola mati memberi keunggulan tambahan.

Namun, data soal lamanya restart dari sepak pojok menunjukkan kecenderungan bermain aman. Dalam konteks tertentu, pendekatan itu efektif. Meski demikian, dalam laga ketat, tempo cepat kadang diperlukan.

Jika Arsenal mampu menemukan keseimbangan, peluang juara tetap besar. Skuad mereka lebih matang dibanding beberapa musim lalu. Selain itu, pengalaman bersaing di papan atas memberi pelajaran penting.

Musim ini bisa menjadi momen pembuktian. The Gunners memimpin klasemen, tetapi tekanan belum berkurang. Oleh karena itu, konsistensi dan keberanian bermain ofensif menjadi kunci utama.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments