Rooney tolak Luis Enrique dengan pernyataan tegas terkait kursi manajer di Old Trafford. Wayne Rooney secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap wacana penunjukan Luis Enrique sebagai pelatih baru Setan Merah.
Sebaliknya, Rooney justru mendorong klub mempertahankan Michael Carrick yang kini menjabat sebagai pelatih interim. Ia menilai Carrick layak mendapat kesempatan penuh untuk memimpin tim musim depan.
Dalam beberapa pekan terakhir, nama Luis Enrique yang saat ini menangani PSG memang santer dikaitkan dengan Manchester United. Namun Rooney menilai klub tidak perlu kembali mengulang pendekatan lama dengan merekrut manajer berlabel besar.
Jangan Ulangi Pola Lama di Kursi Manajer
Rooney menegaskan bahwa Manchester United sudah mencoba berbagai sosok ternama dalam satu dekade terakhir. Sejumlah pelatih top pernah dipercaya menangani tim, tetapi hasilnya belum konsisten.
Nama seperti Jose Mourinho, Louis van Gaal, Erik ten Hag, hingga Ruben Amorim sempat memimpin proyek kebangkitan klub. Meski beberapa di antaranya meraih trofi, stabilitas jangka panjang belum terwujud.
Menurut Rooney, pola tersebut tidak membawa perubahan mendasar. Oleh karena itu, ia menyarankan manajemen tidak tergoda kembali dengan reputasi besar semata.
“United sudah mencoba berbagai manajer dengan pendekatan berbeda, tetapi belum membuahkan hasil maksimal,” ujar Rooney dalam program The Overlap.
Ia menilai Carrick menawarkan pendekatan yang lebih tenang dan stabil. Keputusan mempertahankannya dinilai lebih rasional dibanding memulai proyek baru lagi.
Selain itu, Rooney menekankan pentingnya kesinambungan. Pergantian manajer yang terlalu sering justru menghambat proses pembentukan identitas permainan.
Dampak Instan Michael Carrick
Michael Carrick mengambil alih posisi pelatih interim setelah pemecatan Ruben Amorim awal tahun ini. Sejak saat itu, performa Manchester United menunjukkan peningkatan yang jelas.
Dari lima laga liga terakhir, empat berakhir dengan kemenangan. United bahkan mengalahkan Arsenal dan Manchester City dalam periode tersebut.
Satu hasil imbang melawan West Ham melengkapi catatan positif itu. Statistik tersebut memperlihatkan dampak instan yang dihadirkan Carrick.
Tidak hanya hasil akhir yang membaik, struktur permainan juga terlihat lebih rapi. Para pemain tampil dengan organisasi yang lebih solid dan disiplin.
Rooney menilai Carrick berhasil menciptakan suasana ruang ganti yang kondusif. Atmosfer tersebut sangat penting untuk tim yang sedang membangun kembali kepercayaan diri.
Selain itu, Carrick mampu mengoptimalkan potensi pemain muda. Pendekatan ini dianggap selaras dengan tradisi Manchester United.
Menghidupkan Kembali DNA Klub
Rooney menyoroti hubungan antara akademi dan tim utama. Menurutnya, koneksi tersebut sempat melemah dalam beberapa musim terakhir.
Di bawah Carrick, hubungan itu kembali diperkuat. Pelatih tim utama kini lebih sering menghadiri laga akademi dan memantau perkembangan pemain muda.
Salah satu contoh nyata adalah kembalinya Kobbie Mainoo ke skuad utama. Gelandang muda Inggris itu sempat tersisih, tetapi kini kembali tampil impresif.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan identitas klub. Manchester United dikenal sebagai tim yang memberi ruang bagi pemain akademi sejak era Class of ’92.
“Manchester United dikenal sebagai klub keluarga. Koneksi antara akademi dan tim utama adalah bagian dari DNA klub,” tegas Rooney.
Ia juga menilai mantan pemain perlu lebih dilibatkan dalam diskusi strategis. Figur yang memahami sejarah klub bisa memberi perspektif berbeda.
Pendekatan ini diyakini mampu memperkuat fondasi jangka panjang. Stabilitas tidak hanya soal taktik, tetapi juga budaya tim.
Tantangan Keputusan Manajemen
Keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen klub. Tekanan untuk kembali bersaing di papan atas Premier League tentu besar.
Namun Rooney menilai stabilitas harus menjadi prioritas utama. Ia melihat Carrick memiliki kapasitas untuk membangun proyek berkelanjutan.
Di sisi lain, Luis Enrique memiliki pengalaman dan reputasi internasional. Pengalamannya menangani klub besar dan tim nasional tidak diragukan.
Meski begitu, Rooney percaya konteks Manchester United berbeda. Klub membutuhkan figur yang memahami kultur internal dan dinamika ruang ganti.
Langkah mempertahankan Carrick bisa menjadi sinyal perubahan arah. Manajemen tidak lagi hanya mengejar nama besar, tetapi juga kesinambungan visi.
Selain faktor teknis, dukungan publik juga berperan penting. Suporter cenderung memberi ruang bagi pelatih yang memahami identitas klub.
Jika performa positif berlanjut hingga akhir musim, peluang Carrick untuk mendapat kontrak permanen semakin terbuka. Konsistensi hasil akan menjadi kunci utama.
Manchester United kini berada di persimpangan penting. Pilihan manajer berikutnya dapat menentukan arah klub dalam beberapa tahun ke depan.
Rooney telah menyampaikan pandangannya secara jelas. Kini manajemen harus mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan final.
Dengan momentum yang sedang terbangun, Carrick memiliki kesempatan membuktikan diri. Keputusan yang diambil dalam waktu dekat akan menjadi fondasi masa depan Setan Merah.






