Wednesday, February 18, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga ChampionsDortmund vs Atalanta 2-0: De Roon Yakin La Dea Bisa Bangkit di...

Dortmund vs Atalanta 2-0: De Roon Yakin La Dea Bisa Bangkit di Bergamo

Dortmund vs Atalanta berakhir 2-0 menjadi hasil pahit bagi wakil Italia pada leg pertama playoff Liga Champions. Kekalahan di Signal Iduna Park memang menyakitkan, namun Marten de Roon menegaskan peluang timnya belum tertutup.

Borussia Dortmund mencetak dua gol tanpa balas melalui Serhou Guirassy dan Maximilian Beier. Hasil itu membuat Atalanta harus mengejar defisit dua gol pada leg kedua di Bergamo, 25 Februari mendatang.

- Advertisement -
asia9QQ

Meski demikian, De Roon tetap memancarkan optimisme. Gelandang senior tersebut menilai timnya menunjukkan reaksi positif, terutama pada fase akhir pertandingan.

Terkejut oleh Intensitas Awal Dortmund

Pertandingan di Signal Iduna Park diawali situasi tak biasa. Bus Dortmund terlambat tiba akibat kemacetan. Namun, kondisi itu tidak mengganggu fokus tuan rumah.

Sejak menit pertama, Dortmund langsung meningkatkan tempo. Atalanta sempat kesulitan menghadapi kecepatan serangan lawan. Transisi cepat dan pergerakan tanpa bola membuat lini belakang La Dea tertekan.

Serhou Guirassy membuka keunggulan setelah memanfaatkan celah pertahanan. Tidak lama kemudian, Maximilian Beier menggandakan skor lewat skema serangan balik cepat.

De Roon mengakui timnya sempat kewalahan. Menurutnya, perbedaan intensitas pada awal laga menjadi faktor penting.

“Kami berjuang dengan kecepatan mereka di awal, tetapi kemudian permainan menjadi lebih seimbang,” ujar De Roon kepada Sky Sport Italia.

Setelah tertinggal, Atalanta mulai menemukan ritme. Mereka menciptakan beberapa peluang, meski belum mampu mengubah papan skor. Oleh karena itu, selisih dua gol bertahan hingga laga usai.

Ruang Ganti yang Penuh Keyakinan

Kekalahan tersebut tidak memecah konsentrasi tim. Seusai laga, para pemain berkumpul di ruang ganti untuk menyatukan tekad.

De Roon menggambarkan momen itu sebagai titik konsolidasi. Seluruh skuad sepakat bahwa pertandingan belum selesai.

“Kami menutup pintu dan saling mengatakan bahwa kami harus percaya, karena kami adalah tim yang kuat,” tegasnya.

Menurutnya, performa babak kedua memberi sinyal positif. Atalanta bermain lebih berani dan meningkatkan tekanan ke lini pertahanan Dortmund.

Namun, strategi menyerang itu juga membuka ruang di belakang. Meski demikian, mereka mampu mencegah kebobolan gol ketiga. Hal tersebut dinilai penting karena menjaga peluang tetap realistis.

Selain itu, De Roon melihat adanya peningkatan mental bertanding. Tim tidak kehilangan arah meski tertinggal dua gol.

Faktor ini menjadi modal penting menjelang leg kedua. Stadion di Bergamo diyakini akan memberikan dukungan maksimal bagi La Dea.

Celah yang Bisa Dieksploitasi

Optimisme De Roon tidak muncul tanpa dasar. Ia menyoroti 25 menit terakhir sebagai bukti bahwa Dortmund bisa ditekan.

Pada fase itu, Atalanta tampil lebih dominan. Mereka memaksa tuan rumah bertahan lebih dalam dan kehilangan kontrol penuh atas tempo.

“Kami harus selalu percaya, karena 25 menit terakhir memberi kami kepercayaan diri bahwa kami juga bisa menyakiti mereka,” kata De Roon.

Analisis tersebut menunjukkan bahwa Atalanta melihat celah taktis. Dortmund memang berbahaya saat berlari ke ruang kosong. Akan tetapi, mereka juga rentan ketika ditekan terus-menerus.

Oleh karena itu, laga di Bergamo diprediksi berjalan lebih agresif dari kubu tuan rumah. Atalanta hampir pasti akan bermain menyerang sejak awal.

Dukungan publik sendiri bisa menjadi faktor pembeda. Atmosfer kandang sering kali meningkatkan intensitas dan keberanian pemain.

Tantangan Fisik dan Level Kompetisi

De Roon juga mengakui kualitas Dortmund. Ia secara khusus memuji kekuatan fisik lini tengah lawan.

Felix Nmecha dinilai memiliki kehadiran fisik yang dominan. Gelandang tersebut kerap memenangkan duel dan menjaga keseimbangan timnya.

“Setidaknya kami menaikkan level, karena ini Liga Champions, bukan Liga Europa,” ujar De Roon.

Pernyataan itu menunjukkan kesadaran akan level kompetisi. Liga Champions menuntut konsistensi tinggi, baik secara teknis maupun mental.

Selain itu, intensitas permainan jauh lebih besar dibanding kompetisi lain. Kesalahan kecil bisa langsung berujung gol.

Atalanta kini harus memperbaiki koordinasi lini belakang. Mereka tidak boleh memberi ruang terlalu besar bagi penyerang cepat Dortmund.

Fokus utama terletak pada keseimbangan. Tim harus menyerang tanpa kehilangan struktur bertahan.

Di sisi lain, pengalaman tampil di laga besar bisa menjadi keuntungan. Atalanta pernah menunjukkan kapasitasnya dalam pertandingan penting musim lalu.

Karena itu, peluang comeback tetap terbuka. Selisih dua gol bukanlah jarak yang mustahil dikejar.

Misi Berat di Bergamo

Leg kedua di Bergamo akan menjadi penentuan nasib Atalanta. Kemenangan dengan selisih minimal dua gol diperlukan untuk menjaga asa.

Persiapan mental menjadi prioritas utama. Selain itu, efektivitas penyelesaian akhir harus meningkat.

Dortmund tentu tidak akan bermain pasif. Mereka berpotensi mengandalkan serangan balik cepat untuk mengunci agregat.

Namun, Atalanta memiliki keyakinan kuat. De Roon memastikan timnya siap memberikan perlawanan maksimal.

Laga tersebut diprediksi berlangsung sengit sejak menit awal. Tekanan tinggi dan intensitas fisik akan menjadi kunci duel ini.

Yang terpenting, Atalanta harus tampil disiplin. Setiap momen bisa menentukan arah pertandingan.

Dengan dukungan publik Bergamo dan semangat kolektif di ruang ganti, La Dea masih menyimpan harapan. Pertarungan belum usai, dan leg kedua akan menjadi panggung pembuktian.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments