Tuesday, February 17, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga Inggris7 Pemain Italia di Manchester United, Mungkinkah Sandro Tonali Jadi Penerus?

7 Pemain Italia di Manchester United, Mungkinkah Sandro Tonali Jadi Penerus?

Tujuh pemain Italia di Manchester United menjadi catatan menarik dalam sejarah klub Premier League tersebut. Kini, nama Sandro Tonali masuk radar transfer Setan Merah. Gelandang milik Newcastle United itu dinilai cocok memperkuat lini tengah.

Manchester United disebut memproyeksikan Tonali sebagai penerus Casemiro. Usianya yang 25 tahun membuatnya ideal sebagai investasi jangka menengah. Selain itu, ia memiliki pengalaman bermain di level tertinggi Eropa.

- Advertisement -
asia9QQ

Ketertarikan ini muncul karena masa depan Tonali di Newcastle belum sepenuhnya jelas. Ia juga dikabarkan ingin tampil di Liga Champions musim depan. Oleh karena itu, peluang transfer tetap terbuka.

Sebelum Tonali, beberapa pemain Italia pernah membela Manchester United. Rekam jejak mereka beragam, mulai dari yang mencetak sejarah hingga yang gagal memenuhi ekspektasi.

Carlo Sartori, Pelopor dari Negeri Pizza

Carlo Sartori menjadi pemain berdarah Italia pertama yang tampil untuk Manchester United. Ia lahir di Caderzone, Italia, tetapi tumbuh besar di Manchester. Gelandang ini meniti karier dari akademi klub.

Sartori menjalani debut pada Oktober 1968 saat melawan Tottenham Hotspur. Ia masuk sebagai pemain pengganti dan mencatat sejarah sebagai pemain asing pertama klub. Total 55 penampilan dan enam gol ia torehkan.

Setelah lima musim, ia meninggalkan United pada 1973. Sartori kemudian melanjutkan karier di Bologna. Namanya tetap tercatat sebagai pelopor pemain Italia di Old Trafford.

Massimo Taibi dan Momen yang Sulit Dilupakan

Massimo Taibi direkrut untuk menutup kekosongan akibat cedera Mark Bosnich. Debutnya cukup impresif saat membantu United menang 3-2 atas Liverpool di Anfield. Ia bahkan meraih penghargaan pemain terbaik laga tersebut.

Namun, kesalahan fatal saat menghadapi Southampton mengubah segalanya. Tembakan Matt Le Tissier yang lolos di bawah tubuhnya menjadi sorotan luas. Setelah hanya empat penampilan, ia kembali ke Italia.

Taibi dipinjamkan ke Reggina sebelum dipermanenkan. Kisahnya menjadi pelajaran tentang tekanan besar di klub top. Meski singkat, namanya tetap diingat publik.

Giuseppe Rossi dan Potensi yang Terhambat Cedera

Giuseppe Rossi direkrut oleh Sir Alex Ferguson dari Parma saat masih 17 tahun. Ia dikenal sebagai penyerang bertalenta dengan teknik tinggi. Namun, kesempatan bermain di tim utama sangat terbatas.

Rossi hanya mencatat 14 penampilan dan empat gol untuk United. Pada 2007, ia pindah ke Villarreal untuk mencari menit bermain lebih banyak. Cedera berulang kemudian menghambat kariernya.

Meski tidak bersinar di Inggris, bakatnya tetap diakui. Kariernya menunjukkan betapa pentingnya konsistensi kebugaran bagi pemain muda.

Rodrigo Possebon dan Awal yang Menjanjikan

Rodrigo Possebon direkrut dari Internacional. Ia memiliki kewarganegaraan Italia dan sempat membela timnas U-19 Italia. Gelandang ini mencatat delapan penampilan bersama tim utama.

Menariknya, United tidak pernah kalah dalam laga yang ia mainkan. Meski demikian, ia kesulitan menembus skuad inti. Pada 2010, Possebon kembali ke Brasil dan bergabung dengan Santos.

Kariernya berlanjut singkat di China sebelum pensiun pada 2018. Kisahnya menggambarkan ketatnya persaingan di lini tengah United.

Federico Macheda dan Gol Ikonik

Federico Macheda datang dari akademi Lazio pada 2007. Namanya melejit saat mencetak gol dramatis ke gawang Aston Villa. Gol tersebut membantu United dalam perebutan gelar liga.

Momen itu membuatnya dipandang sebagai calon bintang. Namun, konsistensi sulit dijaga. Ia kemudian lebih sering dipinjamkan ke berbagai klub.

Pada 2014, Macheda pindah permanen ke Cardiff City. Kini ia melanjutkan karier di Yunani. Golnya di masa muda tetap menjadi kenangan manis bagi suporter.

Davide Petrucci dan Harapan yang Tak Terwujud

Davide Petrucci direkrut dari AS Roma dengan biaya sekitar 200 ribu pounds. Ia sempat dibandingkan dengan Francesco Totti karena gaya bermainnya. Namun, ia tidak pernah tampil di Premier League bersama United.

Petrucci menjalani beberapa masa peminjaman. Pada 2014, ia pindah ke CFR Cluj. Kariernya kini berstatus tanpa klub setelah dilepas Messina.

Harapan besar di awal karier tidak selalu berujung sukses. Petrucci menjadi contoh perjalanan yang penuh tantangan.

Matteo Darmian dan Kontribusi Stabil

Matteo Darmian direkrut dari Torino pada era Louis van Gaal. Bek serba bisa ini tampil menonjol di Piala Dunia 2014 sebelum bergabung ke United. Ia mampu bermain di sisi kanan maupun kiri pertahanan.

Darmian mencatat 39 penampilan di musim pertamanya. Ia turut meraih medali Piala FA. Pada era Jose Mourinho, ia bermain 29 kali dan tampil penuh di final Liga Europa.

Waktu bermainnya berkurang di era berikutnya. Pada 2019, ia kembali ke Italia untuk bergabung dengan Parma. Kontribusinya dinilai lebih stabil dibanding rekan senegaranya.

Akankah Tonali Mengubah Sejarah?

Kehadiran Tonali berpotensi membuka babak baru. Ia memiliki pengalaman Serie A dan Premier League. Selain itu, kematangan taktiknya sesuai dengan kebutuhan United.

Jika transfer terwujud, Tonali bisa menjadi pemain Italia paling berpengaruh di Old Trafford. Tantangan tentu besar, karena ekspektasi publik tinggi. Namun, usia dan kualitasnya memberi harapan realistis.

Manchester United memiliki sejarah campuran dengan pemain Italia. Beberapa mencetak momen penting, lainnya gagal bersinar. Oleh karena itu, masa depan Tonali akan menjadi sorotan jika ia benar-benar bergabung.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments