Ruang ganti MU desak kontrak baru untuk Harry Maguire menjelang berakhirnya masa baktinya di Manchester United. Mayoritas pemain disebut menilai akan menjadi langkah keliru jika klub tidak memperpanjang kontraknya. Bek berusia 32 tahun itu kini memasuki tahun terakhir kesepakatannya yang habis pada akhir musim 2025/2026.
Performa Maguire mengalami kebangkitan dalam dua musim terakhir. Setelah kehilangan ban kapten pada era Erik ten Hag, ia tetap menunjukkan profesionalisme tinggi. Selain itu, kontribusinya di lapangan kembali konsisten.
Didatangkan dari Leicester City pada 2019 dengan nilai 80 juta paun, Maguire sempat menghadapi kritik tajam. Namun, ia mampu membalikkan situasi melalui performa stabil dan sikap kepemimpinan. Oleh karena itu, dukungan terhadapnya kini menguat di dalam tim.
Kontrak sang bek akan berakhir pada penghujung musim ini. Situasi tersebut memicu diskusi serius di internal klub. Para pemain bahkan disebut mendorong manajemen segera mengambil keputusan.
Dukungan Kuat dari Ruang Ganti
Sumber internal klub menyebut dukungan terhadap Maguire sangat solid. Rekan-rekannya menilai ia tetap menjadi figur penting di ruang ganti. Meskipun tidak lagi mengenakan ban kapten, pengaruhnya tetap terasa.
Maguire dinilai konsisten memberi contoh positif. Ia aktif membimbing pemain muda seperti Ayden Heaven dan Leny Yoro. Selain itu, ia kerap berbagi pengalaman kepada rekan setim.
Para pemain menghargai ketahanan mental Maguire. Ia berhasil melewati masa sulit dengan profesionalisme. Karena itu, banyak yang menilai klub harus mempertahankannya.
Dukungan tersebut muncul bukan hanya karena performa. Sikapnya di luar lapangan juga mendapat apresiasi tinggi. Kombinasi keduanya membuatnya tetap dihormati.
Pertimbangan Finansial dan Struktur Gaji
Meski dukungan kuat muncul dari skuad, keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen. Laporan menyebut jika kontrak baru diajukan, nilainya tidak akan setara dengan gaji saat ini. Maguire saat ini menerima sekitar 190 ribu paun per pekan.
Klub dikabarkan ingin menerapkan struktur gaji baru. Skema tersebut kemungkinan menawarkan bayaran dasar lebih rendah. Namun, bonus berbasis performa akan menjadi kompensasi tambahan.
Pendekatan ini sejalan dengan kebijakan efisiensi yang diterapkan klub. Selain itu, manajemen ingin menjaga keseimbangan neraca keuangan. Oleh karena itu, negosiasi diperkirakan berlangsung ketat.
Dalam posisi tawar, Maguire memiliki keuntungan tersendiri. Ia kini bebas bernegosiasi dengan klub luar negeri. Situasi ini memberi tekanan tambahan bagi manajemen MU.
Minat dari Klub Luar Negeri
Minat terhadap Maguire tidak pernah sepenuhnya surut. Pada Januari lalu, AC Milan dikabarkan tertarik merekrutnya. Selain itu, beberapa klub Turki juga disebut menjalin komunikasi dengan agennya.
Pengalaman dan reputasinya di level internasional menjadi nilai jual utama. Meski sempat mendapat kritik, ia tetap menjadi bek berpengalaman. Klub-klub luar negeri melihatnya sebagai opsi solid di lini belakang.
Jika MU menunda keputusan terlalu lama, risiko kehilangan Maguire secara gratis terbuka lebar. Karena itu, waktu menjadi faktor penting dalam negosiasi. Manajemen harus segera menentukan sikap.
Namun, prioritas Maguire disebut masih berada di Old Trafford. Ia ingin melanjutkan kontribusi bersama MU. Meski demikian, tawaran kompetitif dari luar Inggris bisa mengubah situasi.
Peran di Era Baru Manchester United
Sejak kepergian Erik ten Hag, MU menjalani fase transisi. Dalam periode tersebut, Maguire tetap tampil stabil. Bahkan, selama masa interim Michael Carrick, ia dinilai memberi dampak positif.
Pengalaman panjangnya di Premier League menjadi aset berharga. Selain itu, kehadirannya memberi keseimbangan di lini belakang. Oleh karena itu, banyak pihak menilai kontrak baru layak dipertimbangkan.
Persaingan di posisi bek tengah memang ketat. Namun, kedalaman skuad tetap dibutuhkan untuk menghadapi jadwal padat. Maguire dapat berperan sebagai mentor sekaligus opsi rotasi.
Manajemen kini dihadapkan pada keputusan strategis. Apakah mempertahankan pemain senior berpengalaman, atau memberi ruang bagi regenerasi total. Keputusan tersebut akan memengaruhi arah proyek jangka panjang klub.
Kesimpulan dan Arah Negosiasi
Situasi kontrak Harry Maguire menjadi isu penting di Manchester United. Dukungan kuat dari ruang ganti menunjukkan nilai kepemimpinannya. Selain itu, performanya yang membaik memperkuat argumen perpanjangan kontrak.
Di sisi lain, pertimbangan finansial tetap menjadi faktor utama. Struktur gaji baru bisa menjadi solusi kompromi. Oleh karena itu, negosiasi akan menentukan masa depan sang bek.
Jika kesepakatan tercapai, MU mempertahankan stabilitas di lini belakang. Namun, kegagalan memperpanjang kontrak bisa membuka peluang bagi klub lain. Dalam konteks ini, keputusan manajemen akan sangat menentukan arah klub musim depan.






