Thursday, February 12, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeHot NewsJustin Hubner Tembus Tiga Besar Raja Tekel Eropa, Bek Indonesia Bersinar di...

Justin Hubner Tembus Tiga Besar Raja Tekel Eropa, Bek Indonesia Bersinar di Eredivisie

Justin Hubner tembus tiga besar raja tekel Eropa setelah tampil impresif di Eredivisie musim 2025/2026. Bek Timnas Indonesia itu masuk daftar pemain U-23 dengan jumlah sleding tekel terbanyak ketiga di tujuh liga top Eropa.

Pencapaian tersebut diraih bersama Fortuna Sittard. Hubner mencatat rata-rata 1,01 sleding tekel per pertandingan. Angka itu sejajar dengan bek Barcelona, Gerard Martin, berdasarkan data yang dirilis DataMB pada 9 Februari 2026.

- Advertisement -
asia9QQ

Statistik tersebut menempatkan namanya dalam jajaran elite bek muda Eropa. Oleh karena itu, performanya kembali menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia dan Belanda.

Masuk Daftar Elite Bek Muda Eropa

Dalam daftar tersebut, Hubner hanya kalah dari Brayann Pereira dari NEC Nijmegen dengan 1,2 tekel per laga. Ia juga berada di bawah Abdukodir Khusanov dari Manchester City yang mencatat 1,11 tekel.

Capaian itu menunjukkan konsistensi tinggi dalam duel satu lawan satu. Selain itu, intensitas permainannya terlihat stabil sepanjang musim. Hubner tampil disiplin dalam membaca arah serangan lawan.

Data dari DataMB memperkuat reputasinya sebagai bek agresif. Ia tidak ragu melakukan intersep dan tekel krusial. Karena itu, namanya kini diperhitungkan di antara bek muda terbaik Eropa.

Musim ini, Hubner telah tampil 16 kali bersama Fortuna Sittard. Rinciannya terdiri dari 15 laga Eredivisie dan satu pertandingan KNVB Beker. Dari total tersebut, ia tujuh kali menjadi starter.

Meski belum selalu bermain penuh, kontribusinya tetap signifikan. Perannya dalam meredam serangan lawan memberi dampak langsung bagi lini belakang tim.

Ungguli Bek Klub Besar

Menariknya, statistik Hubner melampaui sejumlah pemain dari klub besar Eropa. Ia mencatat angka lebih tinggi dibanding Raul Asencio dari Real Madrid yang membukukan 0,87 tekel.

Selain itu, Andres Castrin dari Sevilla mencatat 0,78 tekel per laga. Jacobo Ramon dari Como 1907 berada di angka 0,76. Fakta ini menegaskan kualitas Hubner di usia muda.

Perbandingan tersebut semakin memperkuat posisi Hubner di daftar bek agresif. Ia mampu bersaing dengan pemain yang berkompetisi di liga dengan tekanan tinggi.

Keberanian dalam duel menjadi ciri khasnya. Bek berusia 22 tahun itu tampil lugas tanpa banyak kompromi. Ia fokus menghentikan serangan sebelum berkembang menjadi ancaman.

Karakter tersebut membuatnya mendapat julukan “El Preman” dari suporter Timnas Indonesia. Julukan itu menggambarkan gaya bermainnya yang tegas dan penuh determinasi.

Agresivitas Berbuah Risiko

Namun gaya bermain agresif juga membawa konsekuensi. Dari 15 penampilan di Eredivisie, Hubner telah mengoleksi tujuh kartu kuning dan satu kartu merah.

Catatan disiplin tersebut menunjukkan risiko yang ia ambil di setiap laga. Meski demikian, ia tetap menjaga komitmen terhadap tim. Yang terpenting, kontribusinya membantu menjaga stabilitas pertahanan.

Pelatih Fortuna Sittard tetap memberi kepercayaan kepadanya. Keberanian dan determinasi menjadi nilai tambah dalam skema pertahanan tim. Selain itu, pengalaman di Eropa mempercepat perkembangan mentalnya.

Persaingan di Eredivisie menuntut konsistensi tinggi. Hubner menunjukkan bahwa ia mampu beradaptasi dengan intensitas liga. Oleh karena itu, namanya semakin diperhitungkan.

Performa stabil ini juga berdampak positif bagi Timnas Indonesia. Pengalaman menghadapi penyerang Eropa memperkaya kualitasnya. Ia membawa standar permainan yang lebih tinggi ke level internasional.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Masuknya Hubner ke tiga besar raja tekel Eropa bukan pencapaian biasa. Statistik tersebut memperlihatkan daya saing pemain Indonesia di panggung Eropa.

Namun tantangan tetap ada. Ia perlu menjaga keseimbangan antara agresivitas dan disiplin. Mengurangi kartu bisa meningkatkan konsistensi bermain.

Selain itu, peningkatan aspek distribusi bola akan membuatnya lebih komplet. Bek modern dituntut tidak hanya kuat bertahan, tetapi juga cermat membangun serangan.

Dengan usia yang masih 22 tahun, ruang berkembang masih terbuka lebar. Jika mampu menjaga performa, peluang tampil lebih reguler semakin besar.

Justin Hubner kini berdiri sejajar dengan talenta muda dari klub besar. Pencapaiannya di Eredivisie menjadi bukti kerja keras dan dedikasi.

Di tengah persaingan ketat Eropa, namanya terus menanjak. Yang terpenting, ia membawa kebanggaan bagi sepak bola Indonesia melalui performa konsisten dan penuh determinasi.

Konsistensi Jadi Kunci Perkembangan

Ke depan, konsistensi akan menjadi faktor penentu dalam kariernya. Ia harus menjaga intensitas tanpa kehilangan kontrol emosi di lapangan. Setiap pertandingan di Eredivisie menghadirkan ujian berbeda.

Selain aspek teknis, pengalaman menghadapi berbagai tipe penyerang akan memperkaya kemampuannya. Adaptasi terhadap taktik lawan juga menjadi bagian penting dari proses belajar. Jika terus berkembang, bukan tidak mungkin ia menarik minat klub dengan level lebih tinggi.

Hubner juga berpotensi menjadi pilar utama Timnas Indonesia dalam jangka panjang. Pengalaman kompetitif di Eropa memberi nilai tambah signifikan. Oleh karena itu, menjaga performa stabil akan membuka peluang lebih besar di masa depan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments