Nama Kurniawan Dwi Yulianto mencuat dalam pembahasan Timnas Indonesia U-17 setelah muncul sinyal dari PSSI. Federasi tengah mempertimbangkan sosok pelatih permanen untuk menakhodai Garuda Muda. Keputusan ini menjadi krusial karena agenda internasional padat menanti sepanjang 2026.
Kekosongan kursi pelatih muncul setelah Nova Arianto mendapat promosi jabatan. Yang terpenting, Timnas Indonesia U-17 harus segera memiliki nahkoda tetap. Oleh karena itu, PSSI mulai mengkaji opsi terbaik dari internal.
Kekosongan Kursi Pelatih dan Agenda Mendesak
Kursi pelatih Timnas Indonesia U-17 kosong setelah Nova Arianto ditugaskan menangani Timnas Indonesia U-20. Promosi tersebut membuat federasi perlu bergerak cepat. Jadwal kompetisi usia muda pada 2026 terbilang padat dan menuntut persiapan matang.
Timnas Indonesia U-17 dijadwalkan tampil di Piala AFF U-17 2026. Turnamen ini akan berlangsung pada 11 hingga 23 April 2026. Setelah itu, Garuda Muda juga berlaga di Piala Asia U-17 2026 pada 7 sampai 24 Mei.
Dua ajang besar tersebut menuntut kesinambungan program. Karena itu, keberadaan pelatih permanen menjadi kebutuhan mendesak. Federasi tidak ingin persiapan tim terganggu oleh transisi berkepanjangan.
Peran Sementara Nova dan Kurniawan
Sambil menunggu keputusan, PSSI kembali menunjuk Nova Arianto sebagai pelatih sementara. Ia memimpin Timnas Indonesia U-17 dalam dua laga uji coba internasional. Lawan yang dihadapi adalah China.
Dua pertandingan tersebut digelar pada Minggu (8/2) dan Rabu (11/2). Lokasi laga berlangsung di Indomilk Arena, Tangerang. Agenda ini menjadi bagian dari persiapan awal menuju turnamen resmi.
Dalam uji coba tersebut, Nova didampingi oleh Kurniawan Dwi Yulianto. Kehadiran Kurniawan sebagai bagian dari tim pelatih memicu spekulasi. Publik mulai menilai adanya potensi transisi kepelatihan.
PSSI Masih Mengkaji dan Menunggu Rekomendasi
PSSI menegaskan belum mengambil keputusan final. Proses penentuan pelatih masih berjalan. Federasi ingin mendengarkan masukan dari berbagai pihak.
Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, menjelaskan mekanismenya. Menurutnya, usulan pelatih akan dikaji secara menyeluruh. PSSI tidak ingin terburu-buru.
Arya menyebut federasi akan mendengarkan pandangan Nova Arianto. Setelah itu, rekomendasi akan diteruskan ke Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers. Keputusan akhir akan mempertimbangkan aspek teknis dan jangka panjang.
Rekam Jejak Kurniawan Dwi Yulianto
Nama Kurniawan bukan sosok asing di sepak bola Indonesia. Ia memiliki pengalaman kepelatihan di berbagai level. Rekam jejak ini menjadi nilai tambah dalam pertimbangan PSSI.
Kurniawan pernah menjabat sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia senior. Selain itu, ia juga terlibat dalam tim pelatih Timnas Indonesia U-23 dan U-20. Pengalaman tersebut memperlihatkan pemahamannya terhadap struktur tim nasional.
Tidak hanya di dalam negeri, Kurniawan juga sempat berkarier di luar negeri. Ia pernah menjadi bagian dari staf pelatih klub Italia, Como 1907. Selain itu, ia juga menangani Sabah FC di Malaysia.
Menurut Arya Sinulingga, pengalaman internasional tersebut menjadi poin penting. PSSI menilai latar belakang tersebut relevan untuk menangani pemain muda. Apalagi, tantangan di level Asia membutuhkan wawasan luas.
Tantangan Besar Menanti Timnas U-17
Timnas Indonesia U-17 menghadapi tantangan berat pada 2026. Selain jadwal padat, regenerasi pemain juga menjadi fokus utama. Banyak pemain yang baru pertama kali merasakan atmosfer internasional.
Hal ini terlihat dari hasil uji coba melawan China. Timnas Indonesia U-17 harus mengakui keunggulan lawan dengan skor telak. PSSI menilai hasil tersebut dipengaruhi minimnya pengalaman internasional pemain.
Oleh karena itu, pelatih permanen diharapkan mampu membangun fondasi kuat. Program jangka menengah dan panjang menjadi kebutuhan. Konsistensi metode latihan juga sangat penting.
Alasan Kurniawan Masuk Pertimbangan Serius
Kurniawan dinilai memahami karakter pemain muda Indonesia. Ia dikenal memiliki pendekatan komunikatif dan disiplin. Selain itu, pengalamannya sebagai mantan striker tim nasional memberi perspektif berbeda.
Federasi melihat potensi kesinambungan jika Kurniawan ditunjuk. Ia sudah terlibat dalam proses uji coba. Adaptasi dengan pemain dan staf dinilai lebih cepat.
Namun, PSSI tetap berhati-hati. Keputusan akan mempertimbangkan banyak aspek. Mulai dari kesiapan teknis hingga kesesuaian dengan visi federasi.
Menanti Keputusan Akhir PSSI
Saat ini, semua pihak masih menunggu keputusan resmi. PSSI ingin memastikan pilihan yang diambil tepat. Kesalahan dalam menentukan pelatih bisa berdampak panjang.
Dengan waktu yang terus berjalan, keputusan diharapkan segera keluar. Timnas Indonesia U-17 membutuhkan kepastian arah. Fokus utama tetap pada persiapan optimal menuju Piala AFF dan Piala Asia U-17 2026.
Jika Kurniawan akhirnya dipercaya, tantangan besar menantinya. Namun, dengan pengalaman yang dimiliki, ia dinilai siap. Kini, publik hanya perlu menunggu langkah resmi federasi.






