Keunggulan Arsenal dengan sembilan poin di puncak klasemen Premier League 2025/2026 belum membuat Mikel Arteta berpuas diri. Setelah kemenangan meyakinkan 3-0 atas Sunderland di Emirates Stadium, Arsenal memang memperlebar jarak dari para pesaing. Namun, oleh karena itu, Arteta menegaskan bahwa posisi klasemen saat ini tidak boleh mengubah fokus dan pendekatan timnya.
Kemenangan tersebut membuat The Gunners unggul sembilan poin dari Manchester City. Meski demikian, Arteta memilih bersikap realistis. Menurutnya, musim masih panjang dan setiap pertandingan tetap menyimpan tantangan berbeda.
Pendekatan ini mencerminkan filosofi Arteta sejak awal musim. Ia menuntut konsistensi, disiplin, dan kesiapan mental menghadapi tekanan. Karena itu, jarak poin di klasemen tidak pernah menjadi tolok ukur utama dalam ruang ganti Arsenal.
Arteta Menilai Jarak Klasemen Tidak Relevan
Usai laga melawan Sunderland, Arteta langsung menepis anggapan bahwa Arsenal kini berada di posisi aman. Pelatih asal Spanyol tersebut menilai keunggulan poin hanya bersifat sementara. Fokus utama tim tetap pada proses dan performa.
“Tidak ada artinya,” ujar Mikel Arteta saat ditanya soal jarak sembilan poin. Ia menambahkan bahwa Arsenal masih harus memenangkan banyak pertandingan untuk mencapai target akhir musim.
Selain itu, Arteta menegaskan bahwa timnya hanya melakukan tugas pada pekan tersebut. Evaluasi performa, perbaikan detail, dan persiapan laga berikutnya menjadi agenda utama. Dengan kata lain, hasil pertandingan lain tidak boleh memengaruhi konsentrasi Arsenal.
Arteta juga menyinggung laga besar antara Manchester City dan Liverpool. Meski hasil pertandingan itu berpotensi berdampak pada klasemen, ia menolak menjadikannya fokus utama. Arsenal, menurutnya, hanya perlu mengontrol apa yang bisa mereka kendalikan.
Viktor Gyokeres Jadi Sorotan Positif
Di balik kemenangan berharga Arsenal atas Sunderland, performa yang ditampilkan Viktor Gyokeres sukses mencuri perhatian. Penyerang asal Swedia itu mencetak dua gol dan kembali menunjukkan peran vital di lini depan Arsenal.
Arteta memberikan pujian khusus kepada Gyokeres. Ia menilai sang striker memiliki karakter yang sesuai dengan nilai klub. Lebih dari sekadar pencetak gol, Gyokeres dianggap membawa etos kerja dan mentalitas yang dibutuhkan dalam persaingan panjang.
Menurut Arteta, mengenakan seragam Arsenal berarti memikul tanggung jawab besar. Akan ada momen ketika segalanya berjalan lancar, namun juga fase sulit yang harus dihadapi. Sikap Gyokeres dalam menghadapi kedua situasi tersebut dinilai sangat positif.
Selain itu, Arteta menyoroti fokus Gyokeres dalam keseharian tim. Konsistensi latihan, komunikasi dengan rekan setim, serta kemauan untuk beradaptasi menjadi faktor penting. Oleh karena itu, kontribusinya tidak hanya terlihat di papan skor, tetapi juga dalam dinamika tim.
Konsistensi Jadi Kunci di Tengah Jadwal Padat
Kemenangan atas Sunderland menjadi modal penting Arsenal menghadapi rangkaian laga berat. Jadwal padat menanti, dimulai dengan laga tandang melawan Brentford. Pertandingan tersebut menuntut fokus dan energi ekstra.
Setelah itu, Arsenal dijadwalkan bertemu Wigan Athletic di ajang Piala FA. Tantangan berbeda akan muncul, karena rotasi dan manajemen kebugaran pemain menjadi faktor krusial. Arteta harus memastikan keseimbangan antara performa dan kondisi fisik.
Rangkaian pertandingan berat belum berhenti di situ. Duel melawan Wolves dan derby London utara kontra Tottenham sudah menanti. Dalam konteks ini, keunggulan sembilan poin tidak memberikan jaminan apa pun.
Arteta menegaskan bahwa setiap laga harus diperlakukan sama pentingnya. Konsistensi permainan dan kesiapan mental akan menjadi penentu, bukan jarak di klasemen. Oleh karena itu, Arsenal memilih tetap membumi dan fokus pada proses.
Arsenal Menjaga Identitas dan Fokus
Pendekatan Arteta menunjukkan kedewasaan Arsenal sebagai kandidat juara. Alih-alih larut dalam euforia, tim memilih menjaga identitas permainan. Kontrol tempo, disiplin taktik, dan kerja kolektif tetap menjadi fondasi utama.
Keunggulan poin memang memberi ruang bernapas. Namun, sejarah Premier League menunjukkan bahwa situasi dapat berubah dengan cepat. Karena itu, Arsenal menolak merasa aman terlalu dini.
Dengan performa stabil dan mentalitas yang terjaga, Arsenal berada di jalur yang tepat. Namun, perjalanan masih panjang. Seperti ditegaskan Arteta, fokus laga demi laga akan menentukan apakah keunggulan ini benar-benar bermakna di akhir musim.






