Friday, February 6, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga Indonesia4Striker 1 Posisi: Persaingan Lini Depan Persija Jakarta Kian Padat dengan Hadirnya...

4Striker 1 Posisi: Persaingan Lini Depan Persija Jakarta Kian Padat dengan Hadirnya Mauro Zijlstra

Persija Jakarta menghadapi dinamika baru di lini depan pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Kedatangan Mauro Zijlstra membuat Macan Kemayoran kini memiliki empat striker murni dalam satu posisi. Oleh karena itu, persaingan internal antara Gustavo Almeida, Eksel Runtukahu, Alaaeddine Ajaraie, dan Zijlstra menjadi salah satu sorotan utama kompetisi.

Krisis Penyerang di Putaran Pertama

Situasi ini berangkat dari kondisi Persija pada putaran pertama musim ini. Saat itu, Persija Jakarta hanya mengandalkan dua penyerang, yakni Gustavo Almeida dan Eksel Runtukahu. Keterbatasan opsi tersebut membuat kedalaman skuad di sektor depan terlihat rapuh.

- Advertisement -
asia9QQ

Masalah semakin terasa karena Gustavo lebih sering berkutat dengan cedera. Akibatnya, Persija kerap mengandalkan Eksel sebagai ujung tombak utama. Namun, opsi tersebut tidak selalu berjalan ideal dalam setiap pertandingan.

Kondisi tersebut mendorong manajemen dan tim pelatih bergerak cepat. Oleh karena itu, Persija memanfaatkan bursa paruh musim untuk menambah kekuatan di lini depan. Langkah ini bertujuan menjaga konsistensi tim dalam persaingan papan atas.

Alaaeddine Ajaraie dan Perubahan Peta Persaingan

Sebelum mendatangkan Mauro Zijlstra, Persija lebih dulu meminjam Alaaeddine Ajaraie dari NorthEast United. Striker berusia 33 tahun itu datang dengan reputasi mentereng. Ia merupakan top skor Liga India musim lalu dengan 23 gol dari 25 pertandingan.

Namun, awal kiprah Alaaeddine bersama Persija belum sepenuhnya mulus. Ia baru tampil dua kali pada putaran kedua dan selalu masuk sebagai pemain pengganti. Sampai saat ini, keran golnya belum terbuka.

Di sisi lain, Gustavo Almeida justru mulai menemukan kembali sentuhan terbaiknya. Striker asal Brasil tersebut mencetak gol dalam dua laga terakhir. Karena itu, Alaaeddine masih harus bekerja keras untuk merebut posisi utama.

Persaingan ini membuat lini depan Persija semakin kompetitif. Selain itu, situasi tersebut memberi pelatih banyak alternatif dalam menentukan komposisi penyerang.

Performa Eksel Runtukahu dalam Skema Tim

Eksel Runtukahu menjadi bagian penting dalam dinamika ini. Penyerang lokal tersebut sempat dipercaya menjadi striker utama saat Gustavo absen. Ia bahkan mencetak tiga gol dalam dua pertandingan awal.

Namun, konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah bagi Eksel. Setelah periode produktif tersebut, ia gagal mencetak gol dalam lima laga beruntun. Kondisi ini membuat posisinya tidak sepenuhnya aman.

Pelatih Persija menilai Eksel memiliki fleksibilitas bermain. Ia tidak hanya bisa beroperasi di kotak penalti, tetapi juga dari sisi lapangan. Oleh karena itu, Eksel tetap masuk dalam rencana rotasi tim.

Kemampuan tersebut memberi nilai tambah dalam sistem permainan Persija. Selain itu, fleksibilitas Eksel membuka ruang variasi taktik saat menghadapi lawan dengan karakter berbeda.

Kehadiran Mauro Zijlstra sebagai Opsi Baru

Masuknya Mauro Zijlstra menjadi babak baru persaingan lini depan Persija. Striker berusia 21 tahun itu direkrut untuk menambah variasi serangan. Kehadirannya juga menjadi solusi jangka menengah bagi Macan Kemayoran.

Zijlstra dikenal sebagai penyerang yang kuat di area kotak penalti. Postur tubuh yang ideal membuatnya efektif dalam duel udara. Selain itu, ia dinilai cocok untuk skema permainan langsung.

Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengungkapkan bahwa dirinya sudah memiliki gambaran awal soal karakter Zijlstra. Ia menilai sang pemain memiliki potensi berkembang lebih jauh setelah berlatih bersama tim.

Kehadiran Zijlstra juga memberi tekanan positif bagi striker lain. Oleh karena itu, setiap pemain dituntut tampil maksimal saat mendapat kesempatan bermain.

Fleksibilitas Taktik Menurut Mauricio Souza

Mauricio Souza menegaskan bahwa para penyerang Persija memiliki karakter yang fleksibel. Gustavo, misalnya, tidak hanya berperan sebagai penyerang tunggal. Ia juga bisa bergerak lebih ke belakang untuk membuka ruang.

Pendekatan ini memberi keuntungan dalam membaca situasi pertandingan. Selain itu, rotasi penyerang dapat dilakukan tanpa mengubah struktur dasar tim. Souza menilai fleksibilitas ini penting menghadapi jadwal padat.

Pelatih asal Brasil tersebut juga mengaku puas dengan komposisi pemain depan saat ini. Meski begitu, ia tidak menutup peluang perubahan apabila ada kesempatan yang tepat. Sikap tersebut menunjukkan pendekatan realistis dalam membangun tim.

Dengan empat striker untuk satu posisi, Persija kini memiliki kedalaman yang sebelumnya belum dimiliki. Oleh karena itu, manajemen berharap persaingan sehat ini berdampak langsung pada performa tim.

Dampak Persaingan bagi Ambisi Persija

Persaingan ketat di lini depan membawa konsekuensi positif dan tantangan tersendiri. Di satu sisi, kualitas latihan meningkat karena setiap pemain ingin menunjukkan kemampuan terbaik. Di sisi lain, pelatih harus cermat mengelola menit bermain.

Situasi ini juga mencerminkan ambisi Persija di BRI Super League 2025/2026. Klub ingin menjaga konsistensi hingga akhir musim. Selain itu, kedalaman skuad menjadi faktor penting dalam perburuan gelar.

Dengan kombinasi striker berpengalaman dan pemain muda, Persija memiliki keseimbangan yang menarik. Oleh karena itu, performa lini depan akan menjadi penentu perjalanan Macan Kemayoran pada paruh musim ini.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments