Hasil pertandingan antara Arema FC vs Persijap menjadi bagian penting pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Kanjuruhan, Senin 2 Februari 2026, Arema FC berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Persijap Jepara. Hasil ini memberi tambahan tiga poin krusial bagi Singo Edan dalam upaya memperbaiki posisi klasemen.
Kemenangan tersebut tidak diraih dengan cara mudah. Arema sempat tampil kurang rapi di awal pertandingan dan mendapat tekanan dari tim tamu. Namun, seiring berjalannya laga, tuan rumah mampu menunjukkan disiplin dan efektivitas yang menjadi pembeda.
Awal Laga Penuh Tekanan untuk Arema
Sejak menit pertama, Persijap Jepara tampil berani. Mereka mencoba menekan lini belakang Arema melalui serangan cepat dan umpan langsung. Pendekatan ini sempat membuat tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan.
Bahkan pada menit keenam, gawang Arema sempat kebobolan. Borja Herrera melepaskan tembakan keras yang menggetarkan jala. Namun, wasit menganulir gol tersebut karena sang penyerang berada dalam posisi offside.
Momen itu menjadi peringatan serius bagi Arema. Lini belakang terlihat kurang solid dalam mengantisipasi pergerakan lawan. Oleh karena itu, tempo pertandingan berjalan cukup ketat di awal babak pertama.
Meski demikian, Arema perlahan mulai menemukan ritme. Penguasaan bola membaik dan alur serangan mulai terbangun dari lini tengah. Tekanan Persijap pun berangsur menurun.
Gol Hansamu Yama Jadi Titik Balik
Dominasi Arema akhirnya berbuah hasil pada menit ke-36. Gol tercipta melalui situasi bola liar di kotak penalti. Bek senior Hansamu Yama memanfaatkan sepakan keras Rio Fahmi yang gagal diantisipasi sempurna lini belakang Persijap.
Gol tersebut mengubah arah pertandingan. Arema tampil lebih percaya diri dan berani menekan pertahanan lawan. Selain itu, dukungan publik di Stadion Kanjuruhan semakin terasa.
Tak lama berselang, Arema nyaris menggandakan keunggulan. Sundulan Joel Vinicius mengarah tepat ke gawang pada menit ke-39. Namun, kiper Persijap, M. Sendri Johansyah, melakukan penyelamatan penting.
Peluang itu menutup rangkaian ancaman Arema di babak pertama. Hingga turun minum, skor 1-0 tetap bertahan. Keunggulan tipis tersebut memberi keuntungan psikologis bagi tuan rumah.
Babak Kedua Lebih Terbuka
Memasuki babak kedua, Persijap meningkatkan intensitas serangan. Mereka bermain lebih agresif demi mengejar gol penyama. Tekanan dilakukan melalui sisi sayap dan bola-bola panjang.
Upaya tersebut sempat membuahkan hasil pada menit ke-57. Borja kembali mencetak gol setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Arema. Namun, untuk kedua kalinya, gol tersebut dianulir karena posisi offside.
Keputusan wasit kembali menyelamatkan Arema. Meski demikian, tekanan Persijap tidak berkurang. Arema harus bertahan dengan disiplin dan menjaga konsentrasi hingga akhir laga.
Di sisi lain, Arema memilih pendekatan lebih hati-hati. Mereka tidak terlalu memaksakan serangan dan fokus menjaga keunggulan. Strategi ini membuat tempo pertandingan sedikit menurun.
Pertahanan Arema Menjadi Kunci
Sepanjang sisa pertandingan, lini pertahanan Arema bekerja keras. Koordinasi antarpemain belakang semakin solid dibanding awal laga. Setiap upaya Persijap berhasil dipatahkan sebelum memasuki area berbahaya.
Kiper Adi Satryo juga tampil tenang dalam mengantisipasi bola-bola silang. Keputusan cepatnya membantu Arema menjaga ritme permainan. Oleh karena itu, Persijap kesulitan menciptakan peluang bersih.
Hingga menit-menit akhir, tekanan tim tamu tetap ada. Namun, Arema mampu mempertahankan fokus dan disiplin. Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan 1-0 bagi Singo Edan.
Hasil ini menjadi cerminan pentingnya efektivitas. Arema tidak mendominasi penuh, tetapi mampu memanfaatkan peluang dengan maksimal. Gol Hansamu Yama menjadi pembeda utama.
Dampak Klasemen dan Evaluasi
Kemenangan ini membawa Arema FC naik ke posisi ke-11 klasemen sementara BRI Super League. Mereka kini mengoleksi 24 poin dari 19 pertandingan. Posisi tersebut memberi ruang bagi Arema untuk terus memperbaiki peringkat.
Sementara itu, Persijap Jepara masih tertahan di peringkat ke-16. Tim tamu baru mengumpulkan 12 poin dari jumlah laga yang sama. Kekalahan ini menjadi catatan penting dalam upaya keluar dari zona bawah.
Bagi Arema, kemenangan tipis ini memberi dorongan kepercayaan diri. Meski performa belum sepenuhnya stabil, hasil positif tetap menjadi modal berharga. Konsistensi di laga berikutnya akan sangat menentukan arah musim mereka.






