Kartu merah Rodrygo saat di Lisbon menjadi momen yang menyesakkan bagi Real Madrid pada penutupan fase liga Liga Champions 2025/2026. Bermain di markas Benfica, Estadio da Luz, Kamis (29/01/2026), Los Blancos harus menerima kekalahan pahit 2-4. Situasi tersebut semakin buruk setelah Rodrygo Goes diusir wasit pada masa injury time.
Insiden itu terjadi di tengah tekanan berat yang dialami Real Madrid. Emosi Rodrygo memuncak saat memprotes keputusan wasit terkait dugaan pelanggaran mengulur waktu. Oleh karena itu, kartu merah yang diterimanya langsung menjadi sorotan utama usai pertandingan.
Kekalahan ini membawa dampak besar bagi langkah Real Madrid di Liga Champions. Mereka gagal finis di delapan besar klasemen fase liga dan harus melanjutkan perjuangan melalui babak play-off. Kondisi semakin sulit karena Madrid menutup laga dengan sembilan pemain.
Malam Sulit Real Madrid di Lisbon
Laga kontra Benfica berlangsung dengan intensitas tinggi sejak awal. Real Madrid sebenarnya berusaha menguasai permainan, tetapi pertahanan mereka kerap goyah menghadapi serangan cepat tuan rumah. Tekanan tersebut memicu situasi emosional di menit-menit akhir.
Selain Rodrygo, Real Madrid lebih dulu kehilangan satu pemain. Raul Asencio menerima kartu kuning kedua pada menit ke-92. Dengan sembilan pemain, Madrid kesulitan menjaga keseimbangan permainan hingga peluit akhir dibunyikan.
Hasil akhir 4-2 untuk Benfica menegaskan kegagalan Madrid mengamankan posisi aman. Oleh karena itu, satu kesalahan kecil menjadi terasa sangat mahal. Kartu merah Rodrygo menjadi simbol malam penuh frustrasi bagi raksasa Spanyol tersebut.
Permintaan Maaf Terbuka dari Rodrygo
Tak lama setelah pertandingan, Rodrygo langsung menyampaikan pernyataan resmi. Melalui media sosial X, pemain asal Brasil itu menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Ia mengakui kehilangan kendali emosi di momen krusial.
Rodrygo menegaskan bahwa kartu merah tersebut tidak mencerminkan gaya bermainnya. Ia juga menyadari sepenuhnya konsekuensi dari tindakannya terhadap tim. Karena itu, pesan yang disampaikan ditujukan kepada fans, klub, rekan setim, dan staf pelatih.
Dalam pernyataannya, Rodrygo menulis bahwa ia terbawa suasana saat memprotes keputusan wasit. Ia menyesali kejadian tersebut karena terjadi di laga penting Liga Champions. Yang terpenting, Rodrygo menegaskan komitmennya untuk tetap berjuang demi lambang Real Madrid.
Dampak Langsung bagi Langkah Madrid
Kartu merah Rodrygo berdampak langsung pada situasi tim. Real Madrid harus menjalani babak play-off Liga Champions dengan tekanan tambahan. Absennya Rodrygo di laga berikutnya juga berpotensi memengaruhi opsi serangan.
Selain itu, kegagalan finis di delapan besar membuat jalur Madrid menuju fase gugur menjadi lebih panjang. Mereka kini harus menghadapi lawan kuat lebih awal. Oleh karena itu, setiap detail menjadi krusial dalam persiapan berikutnya.
Meski begitu, Madrid masih memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Pengalaman di kompetisi Eropa menjadi modal penting. Namun, disiplin pemain akan menjadi perhatian utama setelah insiden di Lisbon.
Posisi Rodrygo di Musim 2025/2026
Terlepas dari kartu merah tersebut, posisi Rodrygo di skuad Real Madrid musim ini memang tidak sepenuhnya aman. Sejak awal musim, ia kesulitan mendapatkan menit bermain reguler. Pelatih sering memainkannya sebagai pemain pengganti.
Rodrygo mencatatkan 25 penampilan di semua kompetisi. Dari jumlah tersebut, ia menyumbang tiga gol dan enam assist. Kontribusi ini tergolong belum optimal untuk pemain dengan statusnya di Real Madrid.
Di ajang La Liga, Rodrygo tampil dalam 17 pertandingan. Ia mencatat satu gol dan empat assist. Statistik tersebut menunjukkan perannya lebih banyak sebagai pendukung serangan, bukan pencetak gol utama.
Tekanan Mental dan Tantangan ke Depan
Insiden kartu merah di Lisbon menambah tekanan mental bagi Rodrygo. Dalam usia 25 tahun, ia berada di fase penting kariernya. Konsistensi dan kedewasaan menjadi faktor utama untuk mempertahankan tempat di tim utama.
Namun demikian, respons cepat Rodrygo patut dicatat. Permintaan maaf terbuka menunjukkan sikap bertanggung jawab. Hal ini bisa menjadi langkah awal untuk memperbaiki kepercayaan pelatih dan rekan setim.
Real Madrid sendiri akan segera mengalihkan fokus ke kompetisi domestik. Laga berikutnya di La Liga menuntut konsentrasi penuh. Oleh karena itu, insiden di Liga Champions harus segera dilupakan.
Refleksi dari Sebuah Kesalahan
Kartu merah Rodrygo menjadi pengingat penting soal kontrol emosi di level tertinggi. Dalam laga besar, satu reaksi berlebihan dapat mengubah arah pertandingan. Real Madrid merasakan dampak tersebut secara langsung.
Bagi Rodrygo, momen ini bisa menjadi pelajaran berharga. Dengan sikap yang tepat, ia masih memiliki kesempatan besar untuk bangkit. Fokus, disiplin, dan performa di lapangan akan menentukan kelanjutan perannya di Real Madrid musim ini.






