Friday, January 30, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga InggrisDorgu Absen Panjang, Ini Skema Manchester United Menutup Celah Sayap Kiri

Dorgu Absen Panjang, Ini Skema Manchester United Menutup Celah Sayap Kiri

Dorgu absen panjang di Manchester United menjadi isu utama di Old Trafford jelang rangkaian laga penting. Bek sayap muda tersebut dipastikan menepi sekitar 10 pekan akibat cedera hamstring. Situasi ini datang di tengah momentum positif tim yang mulai stabil di bawah arahan pelatih interim.

Cedera itu terasa makin berat karena Patrick Dorgu sedang berada dalam performa terbaiknya. Pemain berusia 21 tahun tersebut bahkan mencetak gol dalam dua laga awal era Michael Carrick. Oleh karena itu, staf pelatih kini harus menyusun ulang keseimbangan permainan, khususnya di sisi kiri.

- Advertisement -
asia9QQ

Masalah yang muncul bukan sekadar soal pengganti posisi. Manchester United perlu menentukan profil pemain yang mampu menjaga struktur taktik. Intensitas, pergerakan tanpa bola, dan kontribusi defensif menjadi aspek penting dalam keputusan ini.

Dampak Cedera dan Stabilitas Lini Belakang

Cedera Dorgu terjadi saat Manchester United menumbangkan Arsenal dengan skor 3-2. Dalam laga tersebut, energinya di sisi kiri memberi dampak signifikan. Ia mampu naik turun lapangan dan menjaga keseimbangan antara menyerang serta bertahan.

Dalam beberapa pekan terakhir, Dorgu berkembang menjadi salah satu pemain paling konsisten. Fleksibilitasnya memungkinkan United beralih formasi dengan cepat. Namun demikian, absensinya memaksa Carrick mengurangi variasi tersebut.

Untuk sektor bek kiri, United relatif aman. Luke Shaw tampil sebagai starter di seluruh laga liga musim ini. Selain itu, Diogo Dalot, Noussair Mazraoui, dan Tyrell Malacia siap menjadi alternatif. Yang terpenting, masalah utama justru berada di area sayap kiri yang lebih ofensif.

Matheus Cunha dan Ancaman dari Half-Space

Nama Matheus Cunha muncul sebagai opsi paling menyerang. Pemain asal Brasil itu kerap memberi dampak meski sering masuk dari bangku cadangan. Gol jarak jauhnya di Emirates menjadi bukti kualitas eksekusinya.

Selain itu, Cunha unggul dalam membawa bola di half-space kiri. Ia mampu menarik bek lawan dan membuka ruang bagi rekan setim. Oleh karena itu, Carrick bisa memanfaatkan kualitas individunya untuk meningkatkan kreativitas serangan.

Namun, ada kompromi yang harus diterima. Kontribusi defensif Cunha tidak seintens Dorgu. Jika ia dimainkan di kiri, Shaw harus bekerja lebih keras menjaga lebar permainan. Pertanyaan besar muncul terkait konsistensi overlap sang bek senior dalam jadwal padat.

Mason Mount dan Keseimbangan Pressing

Opsi berikutnya adalah Mason Mount. Cedera Dorgu membuka peluang baru bagi gelandang serang ini untuk mendapatkan peran yang lebih jelas. Mount memang bukan winger eksplosif, tetapi ia unggul dalam membaca ruang.

Gol-golnya ke gawang Sunderland, Crystal Palace, dan Wolverhampton menunjukkan ketajamannya. Selain itu, Mount dikenal cerdas dalam skema pressing. Ia mampu menentukan waktu menekan dengan tepat, aspek penting saat menghadapi lawan kuat.

Faktor lain yang mendukung Mount adalah relasinya dengan Shaw. Keduanya memiliki pemahaman yang terbentuk sejak membela tim nasional Inggris. Oleh karena itu, kombinasi ini berpotensi menjaga stabilitas sisi kiri Manchester United.

Amad dan Shea Lacey sebagai Opsi Berbeda

Pilihan lain datang dari pemain berkaki kiri. Amad Diallo menjadi opsi paling siap. Penampilannya di Piala Afrika meningkatkan kepercayaan diri dan konsistensinya bersama klub.

Amad dikenal sebagai penyerang satu lawan satu terbaik di skuad. Dribelnya sering memaksa lawan menurunkan dua pemain. Selain itu, aspek defensifnya meningkat sejak sempat bermain sebagai wing-back.

Namun demikian, memainkannya di kiri berarti mengurangi ancaman khasnya dari kanan. Ia akan lebih sering melebar dan kehilangan ruang untuk bergerak ke tengah. Sementara itu, Shea Lacey menawarkan solusi jangka panjang. Pemain 18 tahun tersebut menunjukkan potensi besar di level U-21 meski menit bermainnya masih terbatas.

Efek Domino dan Fleksibilitas Lini Depan

Carrick juga sempat memanfaatkan Benjamin Sesko saat Dorgu ditarik keluar melawan Arsenal. Meski tidak mencetak gol, pergerakan Sesko berperan besar dalam proses gol ketiga United.

Striker tersebut menarik dua bek tengah lawan, membuka ruang bagi Cunha. Pendekatan ini menunjukkan fleksibilitas taktik Carrick. Ia memberi Bryan Mbuemo peran bebas, sementara Sesko fokus menyerang garis terakhir.

Skema ini membuka opsi lain. Sesko bisa menjadi penyerang utama, sedangkan Cunha, Mount, atau Amad mengisi sisi kiri. Namun, setiap pilihan membawa konsekuensi pada keseimbangan tim.

Dilema Taktik, Bukan Krisis

Absennya Patrick Dorgu jelas menjadi tantangan bagi Manchester United. Namun, kedalaman skuad membuat situasi ini lebih menyerupai dilema taktik ketimbang krisis. Carrick memiliki beberapa opsi dengan karakter berbeda.

Yang terpenting, keputusan akhir harus menjaga struktur permainan dan intensitas tim. Dengan jadwal padat di depan mata, kemampuan beradaptasi akan menjadi kunci. Manchester United kini diuji bukan oleh kekurangan pemain, tetapi oleh ketepatan memilih solusi terbaik.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments