Pemain asing BRI Super League kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar tiga nama masuk radar naturalisasi Timnas Indonesia. Isu ini menguat seiring bergulirnya musim 2025/2026 yang menampilkan sejumlah pemain asing dengan performa konsisten. Oleh karena itu, potensi penambahan amunisi lewat jalur naturalisasi kembali menjadi topik penting dalam peta pengembangan skuad Garuda.
Naturalisasi dan Kebutuhan Timnas Indonesia
Naturalisasi bukan hal baru dalam sepak bola nasional. PSSI kerap menggunakan kebijakan ini untuk menutup celah kualitas di sektor tertentu. Karena persaingan internasional semakin ketat, opsi tersebut dinilai masih relevan.
Dalam konteks terkini, BRI Super League menjadi sorotan utama. Kompetisi domestik ini dihuni banyak pemain asing berkualitas. Selain itu, beberapa di antaranya memiliki latar belakang yang memungkinkan proses naturalisasi.
Setidaknya ada tiga nama yang ramai dibicarakan. Ketiganya dinilai memiliki kesiapan berbeda, baik dari sisi administratif maupun teknis. Dengan demikian, peluang memperkuat Timnas Indonesia terbuka lebar.
Jordy Wehrmann dan Jalur Keturunan
Nama Jordy Wehrmann sudah lama dikaitkan dengan rencana naturalisasi. Gelandang berdarah Belanda ini memiliki garis keturunan Indonesia dari sang nenek. Faktor tersebut menjadi modal utama dalam proses administrasi.
Wehrmann merupakan produk akademi Feyenoord, salah satu pusat pembinaan elite di Belanda. Sejak bergabung dengan Madura United, ia langsung menjadi sosok penting di lini tengah. Perannya terlihat dari distribusi bola dan kemampuan membaca permainan.
Pengalaman bermain di Eropa membuat adaptasinya berjalan cepat. Karena itu, Wehrmann dinilai siap secara teknis jika dipanggil. Ia juga secara terbuka menyatakan kesiapan membela Timnas Indonesia.
Dari sisi usia, Wehrmann berada pada fase matang. Kondisi ini menjadi nilai tambah karena Timnas membutuhkan pemain yang siap pakai. Oleh karena itu, namanya sering disebut sebagai kandidat terdepan.
Ciro Alves dan Ikatan Emosional
Berbeda dengan Wehrmann, jalur Ciro Alves lebih menekankan aspek pengalaman dan ikatan emosional. Winger asal Brasil ini pernah memperkuat Timnas Brasil U-20. Namun, ia belum tampil di level senior.
Karier Ciro di Indonesia terbilang panjang dan sukses. Bersama Persib Bandung, ia menjadi bagian penting dalam raihan dua gelar juara liga. Kecepatan dan kreativitasnya memberi dampak signifikan di sektor sayap.
Meski usianya sudah menginjak 36 tahun, kontribusinya tetap konsisten. Selain itu, Ciro secara terbuka menyatakan kecintaannya pada Indonesia. Pernyataan tersebut memperkuat narasi kedekatan emosional yang sering menjadi faktor pertimbangan.
Dari sisi kebutuhan tim, pengalaman Ciro bisa membantu pemain muda. Karena itu, namanya tetap relevan dalam pembahasan naturalisasi. Namun, usia menjadi aspek yang perlu dipertimbangkan secara matang.
David da Silva dan Kebutuhan Jangka Pendek
Nama ketiga yang mencuat adalah David da Silva. Striker asal Brasil ini dikenal sebagai salah satu predator paling tajam di Liga Indonesia. Rekam jejaknya bersama Persib menunjukkan konsistensi tinggi.
Pada musim 2023/2024, David da Silva meraih gelar top skor. Catatan tersebut menegaskan insting golnya masih berada di level atas. Meski kini membela Malut United, performanya tetap stabil.
Timnas Indonesia kerap menghadapi masalah di lini depan. Oleh karena itu, kehadiran striker berpengalaman menjadi kebutuhan mendesak. David da Silva dinilai mampu mengisi peran tersebut dalam jangka pendek.
Usia 36 tahun memang menjadi pertimbangan. Namun, untuk target tertentu, pengalaman sering kali lebih dibutuhkan. Dengan demikian, peluangnya tetap terbuka jika proses berjalan lancar.
Peluang dan Tantangan Naturalisasi
Ketiga pemain tersebut menawarkan profil berbeda. Wehrmann unggul dari jalur keturunan dan usia matang. Ciro Alves membawa pengalaman panjang dan ikatan emosional. Sementara itu, David da Silva menawarkan solusi instan di lini depan.
Namun, proses naturalisasi tidak hanya soal kualitas. Aspek administrasi dan kebutuhan tim menjadi penentu utama. Oleh karena itu, PSSI perlu melakukan kajian menyeluruh sebelum mengambil keputusan.
Jika terealisasi, tambahan ini bisa memperkaya opsi pelatih. Kompetisi internal juga akan meningkat. Dengan begitu, Timnas Indonesia diharapkan semakin siap bersaing di level regional dan internasional.
Wacana naturalisasi ini menunjukkan arah strategi Timnas Indonesia yang semakin terukur. Fokus tidak hanya pada nama besar, tetapi juga kecocokan peran di lapangan. Selain itu, keberhasilan proses ini sangat bergantung pada sinkronisasi visi pelatih, federasi, dan pemain. Jika dikelola dengan tepat, naturalisasi dapat menjadi dorongan penting untuk meningkatkan daya saing Timnas Indonesia secara berkelanjutan.






