Wednesday, January 21, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga ChampionsInter Tersungkur di Meazza, Arsenal Tunjukkan Ketajaman Tanpa Ampun di Liga Champions

Inter Tersungkur di Meazza, Arsenal Tunjukkan Ketajaman Tanpa Ampun di Liga Champions

Inter Milan kalah telak dari Arsenal dan menjadi sorotan utama setelah skor akhir 1-3 pada lanjutan fase liga Liga Champions. Pertandingan yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB, menghadirkan kontras tajam antara dominasi permainan dan efektivitas penyelesaian akhir. Arsenal tampil lebih klinis dan membawa pulang tiga poin penting dari Italia.

Kekalahan ini menjadi hasil buruk ketiga beruntun bagi Inter Milan di kompetisi Eropa musim ini. Padahal, Inter sempat memberi harapan lewat gol indah Petar Sucic pada babak pertama. Namun, efektivitas Arsenal di depan gawang menjadi faktor pembeda utama.

- Advertisement -
asia9QQ

Luis Henrique secara terbuka mengakui keunggulan Arsenal dalam memanfaatkan peluang. Bek sayap asal Brasil itu menilai Inter bermain cukup baik, tetapi gagal mengonversi kesempatan menjadi gol tambahan. Oleh karena itu, hasil akhir terasa menyakitkan bagi tuan rumah.

Arsenal Lebih Tajam di Momen Krusial

Sepanjang pertandingan, Inter tidak sepenuhnya kalah dalam penguasaan bola maupun intensitas. Mereka mampu membangun serangan dan menekan lawan dalam beberapa fase. Namun, efektivitas menjadi masalah yang kembali muncul.

Arsenal tampil lebih tenang saat peluang datang. Dua gol dari Gabriel Jesus lahir dari penyelesaian yang presisi. Selain itu, Viktor Gyokeres memastikan kemenangan lewat gol ketiga yang mematikan.

Luis Henrique menilai perbedaan utama terletak di kotak penalti. Menurutnya, Arsenal mampu memaksimalkan peluang sekecil apa pun. Sementara itu, Inter gagal memaksakan tempo di area krusial.

“Kami memainkan pertandingan yang bagus, tetapi Arsenal lebih kejam di depan gawang,” ujar Henrique. Pernyataan ini mencerminkan frustrasi atas peluang yang terbuang. Karena itu, Inter harus belajar dari detail kecil yang menentukan.

Peran Luis Henrique dan Adaptasi Posisi

Dalam laga ini, Luis Henrique kembali dipercaya sebagai starter. Absennya Denzel Dumfries membuka ruang bagi Henrique untuk tampil sejak menit awal. Ia bermain di sisi lapangan dengan peran yang menuntut disiplin tinggi.

Henrique mengaku mulai merasa lebih nyaman dengan posisi tersebut. Menurutnya, menit bermain yang konsisten membantu meningkatkan kepercayaan diri. Selain itu, kondisi fisiknya dinilai semakin baik.

“Semakin sering bermain, saya merasa semakin berkembang,” kata Henrique. Ia menilai adaptasi posisi berjalan positif. Oleh karena itu, ia siap menghadapi tantangan berikutnya.

Henrique juga menegaskan kesiapan tim jika harus melalui jalur playoff. Baginya, fokus utama tetap pada peningkatan performa kolektif. Mentalitas ini dibutuhkan Inter untuk menghadapi laga penentuan.

Gol Sucic Tak Cukup Selamatkan Inter

Gol Petar Sucic di babak pertama sempat menghidupkan suasana Meazza. Poin dari gol tersebut lahir dari teknik individu yang berkualitas dan memberi Inter momentum. Namun, Arsenal merespons dengan cepat dan terukur.

Gabriel Jesus mencetak dua gol yang mengubah arah pertandingan. Pergerakannya merepotkan lini belakang Inter sepanjang laga. Selain itu, koordinasi serangan Arsenal terlihat matang.

Viktor Gyokeres menutup laga dengan gol ketiga. Gol tersebut memanfaatkan celah pertahanan yang mulai terbuka. Oleh karena itu, Inter kehilangan peluang untuk bangkit di menit akhir.

Hasil ini menegaskan masalah efektivitas Inter di Liga Champions musim ini. Mereka mampu menciptakan peluang, tetapi kesulitan mengubahnya menjadi gol. Situasi ini harus segera diperbaiki.

Posisi Klasemen dan Ancaman Playoff

Kekalahan dari Arsenal berdampak langsung pada posisi Inter di klasemen. Nerazzurri kini berada di peringkat kesembilan dengan 12 poin. Jarak satu poin dari zona lolos otomatis membuat situasi semakin genting.

Inter wajib meraih kemenangan pada laga terakhir. Mereka akan menghadapi Borussia Dortmund di Signal Iduna Park. Laga ini menjadi penentu nasib mereka di fase liga.

Hasil selain kemenangan hampir pasti memaksa Inter tampil di babak playoff. Tekanan besar pun berada di pundak skuad asuhan Cristian Chivu. Mentalitas dan fokus akan diuji di laga krusial tersebut.

Pertandingan melawan Dortmund dikenal selalu sulit. Atmosfer Signal Iduna Park memberi tantangan tambahan. Oleh karena itu, Inter harus tampil lebih efektif dan disiplin.

Evaluasi Menyeluruh Jelang Laga Penentuan

Inter kini tidak memiliki banyak ruang untuk kesalahan. Evaluasi menyeluruh menjadi kebutuhan mendesak. Ketajaman di depan gawang harus segera ditingkatkan.

Selain itu, konsentrasi di momen penting perlu diperbaiki. Arsenal menunjukkan bagaimana efektivitas bisa mengalahkan dominasi. Inter harus mengambil pelajaran dari kekalahan ini.

Jika mampu merespons dengan tepat, peluang lolos masih terbuka. Namun, konsistensi dan keberanian akan menentukan. Laga terakhir akan menjadi cermin karakter Nerazzurri di Eropa.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments