MU tunjuk Oliver Glasner menjadi skenario yang kian menguat menjelang musim panas. Pelatih asal Austria itu muncul sebagai kandidat utama manajer permanen Manchester United setelah memastikan hengkang dari Crystal Palace pada akhir Juni. Situasi ini membuat arah masa depan Setan Merah kembali menjadi perbincangan hangat.
Keputusan Glasner meninggalkan Selhurst Park bukan langkah mendadak. Ia mengonfirmasi bahwa rencana tersebut sudah dibahas sejak Oktober bersama chairman Crystal Palace. Oleh karena itu, pengumuman ini langsung memicu spekulasi bahwa Old Trafford menjadi destinasi berikutnya.
Dengan kursi manajer yang akan lowong usai era interim Michael Carrick, INEOS kini berada di titik krusial. Jika pilihan benar-benar jatuh kepada Glasner, setidaknya ada empat hal besar yang diyakini akan terjadi di Manchester United.
Glasner Jadi Kandidat Serius Era Baru MU
Manchester United tengah mencari arah baru setelah pemecatan Ruben Amorim. Penunjukan Carrick sebagai pelatih interim hanya bersifat sementara. Manajemen ingin solusi jangka menengah yang stabil dan terukur.
Dalam konteks tersebut, Oliver Glasner dinilai cocok. Rekam jejaknya bersama Crystal Palace menunjukkan kapasitas membangun struktur tim dengan cepat. Selain itu, ia dikenal komunikatif namun tetap fokus pada detail taktik.
Glasner juga memiliki pengalaman mengelola tekanan di Premier League. Faktor ini penting mengingat tuntutan besar di Old Trafford. Oleh karena itu, namanya terus menguat dalam diskusi internal klub.
MU Berpotensi Membidik Adam Wharton
Jika Glasner datang, bursa transfer musim panas diprediksi bergerak agresif. Salah satu nama yang hampir pasti masuk radar adalah Adam Wharton. Gelandang muda Crystal Palace itu berkembang pesat di bawah arahan Glasner.
Wharton kini dipandang sebagai pengatur tempo modern. Usianya masih 21 tahun, tetapi kematangannya menonjol. Selain itu, ia mulai menarik perhatian klub elite Eropa seperti Bayern Munchen dan Real Madrid.
Manchester United memang berencana memperkuat lini tengah. Dengan dana yang tersedia, tawaran resmi untuk Wharton sangat mungkin diajukan. Ketertarikan ini juga disebut datang dari keyakinan Glasner terhadap potensi sang pemain.
Skema 3-4-3 Berpeluang Kembali
Aspek taktik menjadi poin penting lainnya. Glasner dikenal dengan sistem 3-4-3 yang sukses ia terapkan di Crystal Palace. Skema ini memaksimalkan peran sayap dan memberi fleksibilitas saat transisi.
Kegagalan Ruben Amorim di MU sebagian dikaitkan dengan rigiditas sistem tiga bek. Namun, Glasner memiliki pendekatan berbeda. Ia lebih fleksibel dan tidak terpaku pada satu pola permainan.
Di bawah Carrick, MU mulai kembali ke empat bek. Akan tetapi, jika Glasner masuk, formasi 3-4-3 berpeluang diperkenalkan ulang. Meski begitu, perubahan ke sistem lain tetap terbuka sesuai kebutuhan pertandingan.
Masa Depan Michael Carrick di Luar Old Trafford
Kedatangan manajer permanen hampir pasti memengaruhi masa depan Michael Carrick. Perannya sebagai pelatih interim diprediksi berakhir setelah musim ini. Kemungkinan besar, ia hanya membantu proses transisi.
Carrick sebelumnya menangani Middlesbrough dan menunjukkan kemampuan mengembangkan pemain muda. Meski finis di papan tengah, rekam jejaknya cukup positif. Oleh karena itu, peluangnya kembali melatih klub lain terbuka lebar.
Beberapa klub disebut tertarik pada jasanya. Tidak menutup kemungkinan Carrick melanjutkan karier di luar Premier League. Situasi ini membuat transisi MU menuju era baru berjalan lebih bersih.
Efek Instan ala Glasner Bisa Terulang
Satu hal yang paling diharapkan suporter MU adalah dampak cepat. Glasner memiliki reputasi tersebut. Di Crystal Palace, ia langsung membawa enam kemenangan dari tujuh laga Premier League dalam waktu singkat.
Kemampuan memberi efek instan menjadi nilai jual utama. Manchester United sudah lama kesulitan mencatatkan kemenangan beruntun. Dalam beberapa musim terakhir, konsistensi menjadi masalah utama.
Jika pola Glasner terulang, MU berpeluang mematahkan tren negatif tersebut. Lima kemenangan beruntun di semua kompetisi bukan lagi angan. Oleh karena itu, ekspektasi publik terhadap Glasner sangat tinggi.
Tantangan Besar Menanti di Old Trafford
Meski potensi besar terbuka, tantangan tetap tidak kecil. Tekanan media, ekspektasi suporter, dan dinamika ruang ganti MU jauh lebih kompleks. Glasner perlu adaptasi cepat di lingkungan baru.
Namun, dengan struktur manajemen baru di bawah INEOS, kondisi dinilai lebih kondusif. Klub berusaha memberi dukungan penuh pada pelatih. Oleh karena itu, peluang sukses terbuka jika keputusan tepat diambil.
Penunjukan Oliver Glasner akan menjadi pernyataan arah baru Manchester United. Empat dampak besar tersebut mencerminkan perubahan taktik, transfer, hingga stabilitas tim. Kini, semua bergantung pada keputusan final manajemen dalam beberapa bulan ke depan.






