Derby Manchester Premier League selalu menghadirkan tensi tinggi dan cerita bersejarah. Pertemuan dua rival sekota, Manchester United dan Manchester City, kerap melampaui sekadar perebutan tiga poin. Oleh karena itu, setiap duel sering meninggalkan jejak emosional yang kuat bagi pemain dan suporter.
Seiring berkembangnya Premier League, rivalitas ini ikut berubah arah. Manchester City bangkit menjadi kekuatan dominan, sementara United berjuang mempertahankan statusnya. Selain itu, banyak derby menjadi penentu gelar, pemecah rekor, hingga simbol pergantian era di kota Manchester.
Berikut lima derby Manchester terbaik di era Premier League. Setiap laga menghadirkan drama berbeda, mulai dari gol telat hingga pesta gol tak terduga. Kelima pertandingan ini terus dikenang sebagai bagian penting sejarah kompetisi.
Manchester United 4-3 Manchester City (September 2009)
Derby musim 2009/2010 langsung menyuguhkan laga klasik. Manchester United membuka skor cepat melalui Wayne Rooney pada menit kedua. Gol tersebut memberi tekanan awal kepada City yang saat itu sedang membangun kekuatan baru.
Namun, City merespons lewat Gareth Barry yang memanfaatkan celah pertahanan tuan rumah. Babak kedua berjalan lebih intens setelah Darren Fletcher membawa United unggul kembali. Craig Bellamy kemudian menyamakan skor melalui tembakan keras dari luar kotak penalti.
Fletcher mencetak gol keduanya menjelang akhir laga, tetapi drama belum selesai. Bellamy kembali mencetak gol akibat kesalahan Rio Ferdinand di menit akhir. Saat laga tampak berakhir imbang, Michael Owen mencetak gol penentu di menit ke-96 dan mengunci kemenangan dramatis United.
Manchester United 1-6 Manchester City (Oktober 2011)
Derby ini menjadi titik balik rivalitas modern Manchester. City datang ke Old Trafford dengan kepercayaan diri tinggi dan langsung mengendalikan permainan. Mario Balotelli membuka skor dan merayakannya dengan selebrasi ikonik “Why Always Me?”.
United sempat menyamakan kedudukan melalui Darren Fletcher. Namun, City kembali unggul sebelum jeda dan memanfaatkan kartu merah Jonny Evans di awal babak kedua. Keunggulan jumlah pemain membuat dominasi City semakin jelas.
Balotelli mencetak gol keduanya, disusul Sergio Aguero dan David Silva. Edin Dzeko menutup laga dengan dua gol dari bangku cadangan. Skor 6-1 menjadi kekalahan kandang terburuk United di era Premier League.
Manchester City 2-3 Manchester United (Desember 2012)
Laga ini berlangsung dengan tekanan psikologis tinggi. Manchester United tampil efektif sejak awal dan unggul dua gol melalui Wayne Rooney. City terlihat kesulitan mengimbangi intensitas permainan tamu di babak pertama.
Namun, tuan rumah bangkit setelah jeda. Yaya Toure memperkecil ketertinggalan, lalu Pablo Zabaleta menyamakan skor menjelang akhir laga. Etihad Stadium bergemuruh karena momentum tampak berpihak pada City.
Akan tetapi, Robin van Persie memastikan kemenangan United melalui tendangan bebas di menit tambahan. Gol tersebut menjadi simbol perjalanan United menuju gelar liga dan salah satu momen paling ikonik derby Manchester.
Manchester City 2-3 Manchester United (April 2018)
Derby ini hampir menjadi pesta juara bagi Manchester City. Mereka hanya membutuhkan satu kemenangan untuk memastikan gelar Premier League. City unggul dua gol di babak pertama melalui Vincent Kompany dan Ilkay Gundogan.
Namun, segalanya berubah setelah jeda. Paul Pogba mencetak dua gol cepat dalam rentang waktu singkat. Gol tersebut membalikkan momentum dan mengguncang kepercayaan diri City.
Chris Smalling kemudian mencetak gol kemenangan United melalui situasi bola mati. Meski City akhirnya tetap juara musim itu, kekalahan ini menjadi luka tersendiri karena terjadi di momen krusial.
Manchester City 6-3 Manchester United (Oktober 2022)
Derby ini menegaskan dominasi Manchester City di era modern. Sejak awal laga, tim asuhan Pep Guardiola tampil sangat agresif. Erling Haaland mencetak hat-trick dan menunjukkan ketajamannya di laga besar.
Phil Foden juga mencatatkan tiga gol dalam pertandingan tersebut. Kombinasi Haaland dan Foden membuat pertahanan United kewalahan sepanjang laga. City tampil sangat efisien dalam memanfaatkan setiap peluang.
United hanya mampu membalas melalui Antony dan dua gol Anthony Martial. Laga berakhir dengan skor 6-3 dan mencatatkan rekor jumlah gol terbanyak dalam sejarah derby Manchester di era Premier League.






