Hasil Roma vs Torino menjadi pukulan berat bagi tuan rumah setelah tersingkir dari Coppa Italia 2025/2026. Dalam laga babak 16 besar yang digelar di Stadio Olimpico, Rabu 14 Januari 2026 dini hari WIB, AS Roma kalah dramatis 2-3 dari Torino. Oleh karena itu, perjalanan Giallorossi di ajang ini harus terhenti lebih cepat dari harapan.
Pertandingan berlangsung intens sejak awal hingga menit terakhir. Roma mencoba mengendalikan tempo lewat penguasaan bola, sementara Torino tampil disiplin dan efisien. Selain itu, efektivitas tim tamu dalam memanfaatkan momen krusial menjadi faktor pembeda.
Dua gol Roma dicetak Mario Hermoso dan Antonio Arena. Namun, dwigol Che Adams serta gol penentu Emirhan Ilkhan memastikan Torino melaju ke perempat final.
Babak Pertama: Dominasi Roma, Torino Lebih Efektif
Roma langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit awal. Peluang cepat hadir pada menit ketiga melalui Niccolo Pisilli, tetapi tembakannya masih bisa diamankan Alberto Paleari. Tekanan awal ini menunjukkan ambisi Roma mengamankan tiket lolos.
Torino tidak tinggal diam dan merespons lewat Che Adams pada menit ke-12. Sepakan kerasnya dari sisi kiri memaksa Mile Svilar melakukan penyelamatan penting. Setelah itu, laga berjalan keras dengan duel fisik di lini tengah.
Roma banyak membangun serangan dari sisi kiri melalui Wesley dan Stephan El Shaarawy. Namun, rapatnya pertahanan Torino membuat peluang bersih sulit tercipta. Di sisi lain, Torino menunggu celah melalui serangan balik.
Kejutan hadir pada menit ke-35 ketika Che Adams memecah kebuntuan. Tembakan jarak jauhnya menembus sudut bawah gawang Roma dan membawa Torino unggul 1-0. Gol tersebut mengubah dinamika pertandingan.
Menjelang turun minum, Roma meningkatkan intensitas. Beberapa crossing dilepaskan, tetapi penyelesaian akhir belum efektif. Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan tipis Torino.
Babak Kedua: Gol Silih Berganti di Olimpico
Roma melakukan dua pergantian pemain saat babak kedua dimulai. Perubahan ini langsung berdampak positif karena Mario Hermoso menyamakan kedudukan pada menit ke-46. Gol tersebut tercipta setelah memanfaatkan assist Leon Bailey dari situasi terbuka.
Momentum Roma tidak bertahan lama. Enam menit berselang, Torino kembali unggul lewat gol kedua Che Adams. Umpan matang Nikola Vlasic diselesaikan Adams dengan tenang untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Tertinggal kembali, Roma meningkatkan tekanan melalui Paulo Dybala dan Antonio Arena. Peluang Dybala pada menit ke-68 hampir berbuah gol, tetapi Paleari tampil gemilang menggagalkan tembakan jarak dekat.
Kerja keras Roma akhirnya terbayar pada menit ke-81. Sundulan Antonio Arena menyambut crossing Wesley membuat skor kembali imbang 2-2. Stadion Olimpico pun bergemuruh menyambut harapan baru.
Gol Penentu di Menit Akhir
Saat Roma berusaha mencari gol kemenangan, Torino justru memanfaatkan situasi bola mati. Pada menit ke-90, sepak pojok dieksekusi dengan baik dan bola jatuh ke kaki Emirhan Ilkhan. Tanpa ragu, Ilkhan melepaskan tembakan jarak dekat yang gagal dihalau Svilar.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Roma. Selain itu, gol menit akhir menegaskan ketajaman Torino dalam membaca situasi krusial. Roma masih mencoba bangkit pada injury time, tetapi peluang terakhir Bryan Cristante kembali digagalkan Paleari.
Peluit panjang akhirnya mengakhiri laga dengan skor 3-2 untuk kemenangan Torino. Hasil ini memastikan tim tamu melangkah ke perempat final Coppa Italia.
Statistik dan Gambaran Taktik
Secara statistik, Roma unggul penguasaan bola dengan 61 persen. Mereka juga mencatat jumlah operan lebih banyak. Namun, Torino tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Kedua tim sama-sama mencatat lima tembakan tepat sasaran. Akan tetapi, Torino unggul dalam penyelesaian akhir. Disiplin bertahan dan transisi cepat menjadi kekuatan utama mereka.
Dari sisi taktik, Gian Piero Gasperini mencoba meningkatkan intensitas lewat pergantian pemain. Sebaliknya, Marco Baroni sukses menjaga organisasi tim hingga menit akhir.
Penutup
Hasil Roma vs Torino menutup kiprah Giallorossi di Coppa Italia musim ini dengan kekecewaan. Roma tampil dominan, tetapi Torino menunjukkan efektivitas dan ketenangan di momen penentuan. Gol menit akhir Emirhan Ilkhan menjadi penegas bahwa efisiensi sering kali mengalahkan dominasi. Dengan kemenangan ini, Torino berhak melaju ke perempat final dan menjaga momentum positif di kompetisi domestik.






