Pada ulang tahun ke-10 Madura United, klub tersebut akan menghadapi PSIM Yogyakarta di pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026. Laga ini akan digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Sabtu (10/1/2026) malam WIB. Pertandingan ini menjadi momen spesial bagi Laskar Sapeh Kerrab yang ingin memberikan kado kemenangan bagi suporter mereka.
Namun, jalan menuju kemenangan tidak akan mudah. Madura United baru saja mengalami kekalahan dari Persebaya. Mereka juga tercatat kalah dalam tiga dari lima laga kandang terakhir. Sementara itu, PSIM datang dengan kepercayaan diri usai menghentikan tren negatif mereka. Laskar Mataram berhasil meraih kemenangan bersih 1-0 atas Semen Padang pada laga sebelumnya.
Analisis Kondisi dan Performa Kedua Tim
Madura United sedang mengalami masalah konsistensi, terutama di lini depan. Mereka kesulitan menemukan penyerang yang dapat mencetak gol secara rutin. Namun, mereka masih memiliki sosok berpengalaman seperti Lulinha. Gelandang asal Brasil itu telah berkontribusi enam gol (4 gol, 2 assist) musim ini.
Pergerakan Lulinha dari lini kedua seringkali sulit dibaca lawan. Meski kecepatannya sudah berkurang, kemampuan teknis dan visinya masih tajam. Ia akan menjadi kunci utama dalam membongkar pertahanan PSIM. Selain itu, kehadiran Joao Balotelli di ujung tombak juga dapat menjadi pengganggu bagi bek tengah lawan.
Di sisi lain, PSIM memiliki masalah serupa di sektor penyerangan. Mereka juga kurang memiliki striker yang produktif. Akan tetapi, kelemahan ini tertutupi oleh performa brilian para gelandang dan winger mereka. Ze Valente dan Ezequiel Vidal telah menjadi mesin gol utama tim asuhan Jean-Paul van Gastel.
Ze Valente telah mencetak lima gol dan satu assist. Sementara itu, Ezequiel Vidal mengoleksi tiga gol dan lima umpan gol. Duet ini akan menjadi ancaman serius bagi pertahanan Madura United yang tidak stabil. Kombinasi permainan mereka dari sisi kanan seringkali mematikan.
Faktor Absensi Pemain Kunci
Kedua tim harus menghadapi laga ini tanpa beberapa pemain penting. Madura United tidak dapat memainkan bek tengah andalan, Pedro Mendonca. Pemain asal Portugal itu mendapatkan kartu merah di laga sebelumnya. Absennya Mendonca merupakan pukulan berat bagi sektor pertahanan tuan rumah.
Selama ini, Mendonca berperan sebagai pemimpin di lini belakang. Kemampuannya dalam membaca permainan dan mengorganisir pertahanan sangat vital. Pelatih Carlos Parreira harus mencari kombinasi baru untuk mengisi posisi tersebut. Ahmad Rusadi diperkirakan akan tampil sebagai tandem bagi Pedro Monteiro.
PSIM juga harus berjuang tanpa kapten mereka, Reva Adi. Bek kiri utama itu absen karena cedera. Kehilangan Reva Adi bukan hanya soal kekosongan posisi bek kiri. Tim juga kehilangan pemimpin di lapangan dan pengalaman yang dimilikinya.
Dede Sapari kemungkinan akan diturunkan untuk mengisi posisi tersebut. Namun, perannya dalam membangun serangan dari belakang mungkin tidak sebaik Reva Adi. Hal ini bisa menjadi celah yang coba dieksploitasi oleh sayap kanan Madura United.
Performa Kandang vs Performa Tandang
Statistik kandang Madura United dalam lima laga terakhir cukup memprihatinkan. Mereka hanya meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan. Catatan itu menunjukkan kerentanan mereka saat bermain di depan pendukung sendiri. Tekanan untuk merayakan ulang tahun dengan kemenangan bisa menjadi beban psikologis tersendiri.
Namun, mereka pernah menunjukkan kekuatan terbaik dengan menang telak 5-1 atas Semen Padang. Hal ini membuktikan bahwa potensi serangan mereka masih sangat berbahaya. Mereka hanya perlu konsistensi dan konsentrasi penuh selama 90 menit.
PSIM sendiri memiliki catatan tandang yang kurang menggembirakan. Dalam lima laga terakhir di kandang lawan, mereka hanya meraih satu kemenangan. Mayoritas hasil yang mereka dapat adalah imbang atau kalah. Akan tetapi, kemenangan 1-0 terakhir mereka bisa menjadi momentum untuk membangun kepercayaan diri.
Tim asuhan Van Gastel dikenal disiplin dalam bertahan. Mereka baru sekali kebobolan dalam tiga laga terakhir. Ketahanan pertahanan ini akan diuji oleh serangan sporadis dari pemain-pemain Madura United.
Taktik dan Area Pertarungan Krusial
Pertandingan ini akan ditentukan oleh duel di lini tengah. Madura United akan mengandalkan Paulo Sitanggang dan Kerim Palic untuk mengontrol permainan. Mereka harus bisa menekan pergerakan Ze Valente dan Rakhmatsho Rakhmatzoda dari PSIM. Jika lini tengah Madura United dapat mendominasi, mereka akan lebih mudah memberikan umpan kepada Lulinha dan Balotelli.
Selain itu, pertarungan di sisi sayap juga akan menarik. Fachreza Sudin dan Deri Corfe dari PSIM akan berusaha menekan sisi pertahanan Madura United. Sebaliknya, Riski Afrisal dan Jordy Wehrmann harus aktif membantu serangan sekaligus menjaga keseimbangan tim.
Yang terpenting, efisiensi di depan gawang akan menjadi penentu. Kedua tim memiliki masalah dalam penyelesaian akhir. Tim yang lebih tenang dan cerdas memanfaatkan peluang sedikit yang ada akan keluar sebagai pemenang. Kiper Cahya Supriadi (PSIM) dan Mistar Saputra (Madura United) harus siap menjadi penentu di momen-momen kritis.
Prediksi Akhir dan Potensi Jalannya Pertandingan
Berdasarkan analisis kondisi, laga ini diprediksi akan berjalan sangat ketat. Kedua tim memiliki kelemahan yang mirip, terutama di sektor penyerangan. Mereka juga sama-sama kehilangan pemain kunci di lini belakang. Oleh karena itu, pertandingan kemungkinan besar akan diwarnai dengan kehati-hatian di menit-menit awal.
Madura United akan berusaha memanfaatkan momentum spesial ulang tahun mereka. Dukungan penuh suporter di Stadion Gelora Ratu Pamelingan dapat menjadi faktor pendorong. Namun, PSIM datang dengan strategi bertahan yang rapi dan siap menyerang balik dengan cepat melalui sayap.
Skor imbang terlihat sebagai hasil yang paling mungkin. Kedua tim memiliki kapasitas untuk mencetak gol, tetapi juga memiliki kerentahan di pertahanan. Gol cepat dari salah satu pihak dapat mengubah kompleksitas permainan sepenuhnya.






