Pertandingan Brentford melawan Tottenham Hotspur akan membuka kalender Premier League 2026 dengan tensi tinggi. Duel ini digelar di Gtech Community Stadium pada 2 Januari 2026 dini hari WIB. Laga tersebut menjadi sorotan karena mempertemukan dua tim dengan momentum berbeda serta cerita emosional di bangku pelatih.
Tottenham datang dengan semangat baru usai menutup 2025 dengan kemenangan penting. Sementara itu, Brentford justru tampil sangat meyakinkan di kandang. Oleh karena itu, laga ini diprediksi berjalan terbuka dan penuh intensitas sejak menit awal.
Faktor emosional juga tidak bisa diabaikan. Thomas Frank akan kembali ke markas lamanya, kali ini sebagai pelatih tim tamu. Situasi ini menambah bumbu panas dalam derbi London yang sudah sarat gengsi.
Reuni Emosional Thomas Frank di Markas Lama
Laga ini memiliki makna khusus bagi Thomas Frank. Pelatih Tottenham tersebut akan duduk di bangku cadangan tim tamu saat menghadapi mantan klubnya, Brentford. Selama bertahun-tahun, Frank membangun fondasi kuat bersama The Bees.
Namun, profesionalitas menuntut fokus penuh pada hasil. Tottenham datang dengan modal kemenangan 1-0 atas Crystal Palace. Gol tunggal Archie Gray mengakhiri rentetan hasil buruk laga tandang Spurs.
Kemenangan tersebut penting karena mengangkat kepercayaan diri tim. Selain itu, hasil itu memutus catatan lima laga tandang tanpa kemenangan. Tottenham kini sejajar dengan Arsenal dan Aston Villa sebagai tim dengan rekor tandang solid musim ini.
Meski demikian, catatan Januari menjadi perhatian. Pada musim lalu, Spurs menelan empat kekalahan liga di bulan pertama tahun tersebut. Statistik ini menjadi tantangan mental yang harus diatasi Frank dan anak asuhnya.
Brentford Menggila di Kandang Sendiri
Di sisi lain, Brentford menyambut laga ini dengan rasa percaya diri tinggi. Kemenangan telak 4-1 atas Bournemouth menjadi bukti performa impresif mereka. Hasil tersebut menegaskan kekuatan Brentford saat bermain di hadapan pendukung sendiri.
Sosok paling menonjol dalam laga itu adalah Kevin Schade. Penyerang asal Jerman tersebut mencetak hat-trick dan mencuri perhatian. Ketajamannya menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Tottenham.
Schade bahkan mencatat sejarah pribadi di Premier League. Ia menjadi pemain Jerman pertama yang mampu mencetak dua hat-trick di kompetisi ini. Oleh karena itu, lini belakang Spurs wajib memberi perhatian khusus.
Performa kandang Brentford juga sangat konsisten. Mereka meraih empat kemenangan dan satu hasil imbang dalam lima laga terakhir di Gtech Community Stadium. Lebih menarik lagi, setiap kemenangan selalu diwarnai minimal tiga gol.
Namun demikian, ada celah yang masih terlihat. Brentford belum mencatatkan clean sheet kandang sejak Agustus. Kondisi ini membuka peluang bagi Tottenham untuk mencuri gol.
Tottenham Datang dengan Skuad Pincang
Tottenham menghadapi laga ini dengan keterbatasan pemain. Badai cedera dan panggilan tim nasional menggerus kekuatan mereka. Nama-nama penting dipastikan absen dari daftar pemain.
James Maddison, Dejan Kulusevski, dan Dominic Solanke belum pulih. Selain itu, Pape Sarr dan Yves Bissouma harus membela negaranya di Piala Afrika. Oleh karena itu, kedalaman lini tengah Spurs menjadi sorotan.
Situasi semakin rumit karena masa depan Brennan Johnson belum jelas. Winger tersebut dikabarkan dekat dengan kepindahan ke Crystal Palace. Jika transfer terealisasi, opsi serangan Spurs akan semakin terbatas.
Kabar baik datang dari lini belakang. Cristian Romero sudah kembali setelah menjalani sanksi. Kehadirannya diharapkan memberi stabilitas dan kepemimpinan di jantung pertahanan.
Duel Taktik dan Potensi Hujan Gol
Dengan kondisi kedua tim, laga ini berpotensi berlangsung terbuka. Brentford dikenal agresif di kandang, sementara Tottenham memiliki kecepatan serangan balik. Oleh karena itu, duel lini tengah akan sangat menentukan.
Produktivitas tuan rumah menjadi faktor utama. Namun, rapuhnya pertahanan kedua tim membuka peluang terciptanya banyak gol. Detail kecil seperti transisi bertahan akan berperan besar.
Thomas Frank diperkirakan mengandalkan pendekatan pragmatis. Ia harus menyesuaikan strategi dengan keterbatasan skuad. Di sisi lain, Brentford akan berusaha menekan sejak awal.
Atmosfer stadion diprediksi sangat hidup. Dukungan publik tuan rumah akan memberi tekanan tambahan bagi Spurs. Namun, pengalaman Tottenham di laga besar bisa menjadi penyeimbang.
Penutup
Pertemuan Brentford dan Tottenham pada awal 2026 menawarkan kombinasi emosi, taktik, dan kualitas individu. Reuni Thomas Frank menambah cerita menarik di balik laga. Dengan Brentford yang tajam di kandang dan Tottenham yang pincang namun berpengalaman, hasil imbang dengan banyak gol menjadi skenario yang realistis. Derbi London ini berpotensi menjadi pembuka tahun yang spektakuler di Premier League.






