Nama John Herdman kembali ramai dibicarakan setelah laporan Sky Sports menyebut dirinya masuk daftar kandidat pelatih Timnas Indonesia. Situasi ini menarik perhatian publik, terutama karena Herdman memiliki rekam jejak cukup kuat bersama Timnas Kanada. Selain itu, ia kini tersedia di pasar pelatih setelah berpisah dengan Toronto FC pada November 2024. Oleh sebab itu, banyak yang menilai Herdman sebagai kandidat yang layak dipertimbangkan PSSI.
Identitas Taktik: Fleksibel dan Adaptif
Masa kepelatihan Herdman di Kanada menonjol karena fleksibilitas taktik. Ia tidak terpaku pada satu sistem. Sebaliknya, ia menyesuaikan skema permainan berdasarkan karakter lawan. Pendekatan seperti ini sangat berguna untuk tim nasional yang sering menghadapi variasi gaya bermain di setiap pertandingan.
Formasi 3-4-3—yang sering berubah menjadi 3-4-2-1—menjadi basis utama permainan Kanada di bawah Herdman. Struktur tersebut menempatkan Alphonso Davies, Jonathan David, dan Cyle Larin sebagai tiga pemain depan dengan pergerakan bebas. Mereka diberi ruang untuk melakukan rotasi agar serangan Kanada lebih sulit ditebak.
Namun, ketika Kanada membutuhkan stabilitas ekstra, Herdman langsung menggeser skema ke formasi empat bek. Ia pernah memakai 4-4-2 dan 4-2-3-1 dalam situasi tertentu. Perubahan itu tidak hanya memberikan keseimbangan, tetapi juga membantu tim bergerak lebih efektif dari fase bertahan menuju fase menyerang.
Pembangunan Serangan dari Belakang
Herdman memberi perhatian besar pada fase awal serangan. Karena itu, Kanada selalu membangun permainan dari kaki para bek. Dalam sistem tiga bek, gelandang seperti Eustáquio sering turun untuk membentuk struktur 3+1. Pola ini memudahkan sirkulasi bola sekaligus menciptakan jalur progresi yang lebih jelas.
Pergerakan bola berlangsung cepat dan diarahkan ke sisi lapangan. Davies dan para bek sayap menjadi target utama umpan vertikal atau diagonal. Kecepatan transisi inilah yang membuat Kanada tampak berbahaya, terutama ketika lawan terlambat melakukan pressing.
Ketika memakai formasi empat bek, Herdman tetap menjaga prinsip yang sama. Salah satu gelandang merapat untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain. Dengan begitu, Kanada bisa keluar dari tekanan dan langsung melakukan serangan progresif.
Kunci Kreativitas: Peran Besar Alphonso Davies
Davies menjadi pusat kreativitas Kanada selama era Herdman. Ia bergerak bebas dari kiri ke kanan untuk membuka ruang atau menarik perhatian pemain lawan. Karena Davies mampu bermain sebagai winger, fullback, ataupun gelandang serang, fleksibilitasnya memberi banyak variasi dalam serangan.
Selain Davies, dua bek sayap seperti Adekugbe dan Laryea juga memiliki kontribusi signifikan. Mereka sering melakukan overlap dan underlap sesuai kebutuhan situasi. Pola ini memberi Kanada keunggulan jumlah pemain di sisi lapangan. Oleh karena itu, Kanada sering mendapatkan ruang yang cukup untuk melakukan crossing maupun kombinasi pendek.
Rotasi antara Davies, David, dan Larin menjadi salah satu kekuatan utama Kanada. Trio ini bergerak secara fluid, menciptakan pola serangan yang sulit ditebak. Lawan sering terpaksa menyesuaikan posisi secara terus-menerus, dan hal tersebut membuka celah untuk serangan berikutnya.
Pertahanan Disiplin: Pressing dan Transisi Cepat
Ketangguhan Kanada tidak hanya muncul dalam serangan. Sebaliknya, unit pertahanan mereka sangat solid. Statistik fase akhir kualifikasi menunjukkan Kanada hanya kebobolan empat gol, sebuah pencapaian yang mencerminkan koordinasi dan disiplin tinggi.
Herdman menempatkan pressing sebagai elemen penting. Begitu bola hilang, pemain langsung menekan. Counter-pressing ini bertujuan untuk memutus serangan sejak awal agar lawan tidak memperoleh waktu membangun serangan balik.
Di lini tengah, peran Eustáquio dan Kaye sangat besar. Mereka menutup ruang sekaligus memutus jalur umpan. Selain itu, Larin dan David memulai pressing dari depan untuk memaksa lawan bergerak ke area yang lebih mudah dikontrol.
Sementara itu, bek tengah menjaga duel satu lawan satu dengan intensitas tinggi. Mereka juga menjaga garis pertahanan agar tetap konsisten. Kombinasi disiplin, pressing, dan struktur yang rapi membuat Kanada tampil solid di dua fase permainan.
Potensi untuk Timnas Indonesia
Jika Herdman benar-benar menjadi kandidat kuat, Indonesia berpeluang memiliki pelatih dengan pendekatan modern. Gaya bermain yang fleksibel, kemampuan membangun struktur permainan, hingga sistem pressing yang agresif dapat menjadi nilai tambah signifikan. Selain itu, Herdman terbiasa memaksimalkan pemain sesuai kebutuhan pertandingan. Karena itu, ia berpotensi membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih kompetitif.






