Pertandingan Persija Jakarta melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-14 BRI Super League 2025/26 menghasilkan atmosfer luar biasa. Selain kemenangan 2-0 untuk Persija, laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Jumat, 28 November 2025 itu juga menyajikan atmosfer luar biasa. Most importantly, dukungan The Jakmania yang memenuhi stadion membuat suasana pertandingan terasa spesial dari awal hingga akhir.
Atmosfer SUGBK Pecahkan Rekor Penonton
Sebanyak 56.150 penonton hadir langsung di SUGBK. Angka tersebut memecahkan rekor jumlah penonton musim ini, mengalahkan catatan Persebaya Surabaya yang sebelumnya menghadirkan 33.432 penonton saat berjumpa Persija.
Selain jumlahnya besar, kualitas dukungan The Jakmania juga membuat laga ini sangat berkesan. Suara chants menggema tanpa henti. Selain itu, mereka membentangkan dua koreografi raksasa di tribune utara dan selatan. Koreografi itu menjadi bentuk perayaan ulang tahun Persija ke-97 sekaligus pemberi energi besar bagi seluruh pemain.
Atmosfer besar seperti itu membuat permainan berjalan dengan intensitas tinggi. Karena tekanan dari suporter begitu kuat, Persija tampil percaya diri sejak awal. PSIM pun merasakan langsung bagaimana dukungan masif dapat memengaruhi jalannya pertandingan.
Kemenangan Persija Lengkapi Malam Bersejarah
Di tengah atmosfer megah tersebut, Persija memastikan kemenangan meyakinkan. Maxwell Souza mencetak gol pertama pada menit ke-77 melalui sepakan akurat. Selanjutnya, Allano Lima menutup laga dengan gol di masa injury time. Kedua gol itu menjadi bukti dominasi Persija sepanjang pertandingan.
Selain itu, kemenangan ini bertambah spesial karena bertepatan dengan momen ulang tahun klub. Therefore, bagi para suporter dan pemain, laga ini menjadi malam yang sempurna.
Van Gastel: Atmosfer SUGBK Setara Klub Elite Eropa
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, memberikan apresiasi besar terhadap suasana yang tercipta. Ia menyebut atmosfer SUGBK sebagai salah satu yang paling mengesankan dalam kariernya. Pernyataan ini bukan hal kecil, mengingat Van Gastel pernah menangani dan bermain untuk klub besar, termasuk Feyenoord.
“Saya menikmati pertandingan ini. Bermain di stadion dengan begitu banyak penonton yang menciptakan atmosfer luar biasa benar-benar sesuatu yang spesial,” ujarnya.
Selain memuji dukungan penonton, Van Gastel juga menyebut atmosfer SUGBK bisa disejajarkan dengan klub-klub elite seperti Feyenoord dan Besiktas. Menurutnya, ketika suporter menghadirkan suasana sebesar itu, stadion menjadi tempat yang menyenangkan untuk bermain maupun melatih.
Besides that, ia menilai pertandingan menjadi pengalaman berharga bagi para pemain PSIM. Mereka belajar bagaimana tampil di bawah tekanan besar, sesuatu yang tidak selalu ditemui di laga-laga sebelumnya.
Komentar Van Gastel Tentang Jalannya Pertandingan
Setelah memuji atmosfer, Van Gastel juga memberikan pandangannya mengenai pertandingan. Ia mengucapkan selamat ulang tahun kepada Persija sekaligus mengakui keunggulan Macan Kemayoran.
“Pertama-tama, selamat atas ulang tahun dan kemenangan Persija. Saya rasa mereka pantas menang,” tuturnya.
Menurutnya, PSIM sempat memulai pertandingan dengan baik. Namun mereka kehilangan terlalu banyak bola di babak pertama, sehingga Persija dapat terus menekan. Karena kehilangan penguasaan bola kerap terjadi, PSIM kesulitan membangun serangan balik yang efektif.
Meskipun kalah, Van Gastel tetap merasa bangga. Selain memuji kerja keras para pemain, ia menilai pencapaian PSIM sejauh ini sangat baik. Setelah 13 pertandingan, ia menganggap posisi timnya jauh melampaui ekspektasi awal.
Therefore, Van Gastel optimistis PSIM akan berkembang lebih baik setelah jeda kompetisi. Ia memberi pemain waktu libur seminggu sebelum tim kembali berlatih.
Pengalaman Berharga untuk PSIM
Laga melawan Persija bukan hanya soal hasil. Bagi PSIM, pertandingan ini menjadi pengalaman penting dalam membangun mental dan karakter tim. Bermain di hadapan puluhan ribu penonton membuat pemain belajar mengendalikan tekanan.
Selain itu, kualitas lawan seperti Persija membuat PSIM harus tampil lebih disiplin. Kekalahan ini pun dapat menjadi bahan evaluasi bagi Van Gastel untuk memperbaiki detail permainan timnya. Dengan pengalaman besar ini, PSIM diharapkan semakin matang memasuki pekan-pekan berikutnya.
Atmosfera megah di SUGBK menciptakan malam spesial bagi Persija dan PSIM. Selain kemenangan 2-0, dukungan The Jakmania menciptakan suasana yang bahkan mendapat pujian dari pelatih lawan. Most importantly, Van Gastel menilai atmosfer itu sekelas Feyenoord dan Besiktas—sebuah pengakuan besar bagi sepak bola Indonesia.






