Pertandingan antara Milan dan Lazio pada pekan ke-13 Serie A 2025/2026 akan menjadi salah satu duel paling menarik akhir pekan ini. Laga yang digelar di San Siro pada Minggu, 30 November 2025, pukul 02.45 WIB ini juga menentukan arah persaingan papan atas. Most importantly, Milan memiliki peluang besar untuk mengambil alih posisi puncak sebelum para rival—Roma dan Inter—bermain sehari setelahnya.
Milan Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Milan tiba di laga ini dengan momentum yang sangat baik. Mereka baru saja memetik kemenangan penting dalam Derby della Madonnina. Kemenangan 1-0 tersebut memang diwarnai gol jarak dekat Christian Pulisic, tetapi peran Mike Maignan tidak kalah besar. Penjaga gawang asal Prancis itu menepis beberapa peluang berbahaya Inter, termasuk penalti Calhanoglu yang menjadi titik balik pertandingan.
Because hasil tersebut memperkuat mental skuad Rossoneri, Milan kini berada hanya dua poin di belakang Roma. Selain itu, mereka belum terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Setengah dari rangkaian itu bahkan berakhir tanpa kebobolan. Solidnya pertahanan jelas menjadi pondasi yang membuat Milan percaya diri menghadapi Lazio.
Lazio Mencari Konsistensi di Laga Tandang
Di sisi lain, Lazio memulai laga ini dengan modal kemenangan 2-0 atas Lecce. Kemenangan itu membantu mereka bangkit setelah periode yang cukup tidak stabil. Besides that, permainan mereka mulai menunjukkan ciri khas Maurizio Sarri yang mengandalkan operan cepat dan pergerakan terstruktur.
Namun perjalanan tandang Lazio masih menjadi masalah besar. Mereka sudah hampir 300 menit tanpa mencetak gol di markas lawan. Karena itu, duel di San Siro akan menjadi ujian yang cukup berat. Meskipun begitu, kebangkitan perlahan yang ditunjukkan Sarri membuat Lazio tetap berpotensi menyulitkan lawan.
Duel Taktik Allegri vs Sarri
Pertemuan kedua pelatih juga layak menjadi sorotan. Massimiliano Allegri dan Maurizio Sarri sudah bertemu sejak 22 tahun lalu ketika keduanya masih melatih di level bawah sepak bola Italia. Dari 19 pertemuan di level profesional, Allegri unggul jauh dengan 11 kemenangan.
Catatan tersebut memberi keuntungan tersendiri bagi Milan. Therefore, tekanan psikologis kemungkinan berada pada pihak Lazio. Walaupun demikian, Sarri bukan tipe pelatih yang menyerah pada statistik. Gaya bermainnya yang mengutamakan kontrol ritme pertandingan bisa menjadi senjata untuk meredam agresivitas Milan.
Kondisi Skuad: Milan Terpukul Cedera, Lazio Lebih Terbatas
Menjelang pertandingan, kedua tim menghadapi persoalan kebugaran pemain. Milan berpeluang tampil pincang karena Christian Pulisic masih meragukan untuk turun. Sang winger telah mencetak 16 gol tahun ini dan menjadi bagian penting dari pola serangan Allegri. Apalagi Santiago Gimenez juga absen, sehingga variasi serangan Milan sedikit berkurang.
Jika Pulisic tidak pulih tepat waktu, Allegri sepertinya akan mengandalkan dua penyerang: Rafael Leao dan Christopher Nkunku dalam formasi 3-5-2. Di lini tengah, kombinasi Modric, Fofana, dan Rabiot akan berperan penting karena mereka harus menjaga ritme sekaligus mengalirkan bola dengan cepat ke duo penyerang tersebut.
Sementara itu, Lazio datang dengan daftar absen yang lebih panjang. Samuel Gigot, Matteo Cancellieri, dan Nicolo Rovella dipastikan tidak bisa bermain. Selain itu, Danilo Cataldi dan Taty Castellanos masih diragukan. Castellanos memang sudah kembali berlatih, tetapi setelah absen tujuh pekan, kemungkinannya untuk tampil sejak menit pertama sangat kecil.
Karena kondisi itu, Boulaye Dia kemungkinan besar kembali menjadi tumpuan lini depan. Ia memang belum mencetak gol sejak menggantikan Castellanos, tetapi Sarri tampaknya tetap mempercayainya. Pada sisi lain, Pedro yang sudah masuk sebagai pemain pengganti sebanyak 10 kali, hampir pasti memulai laga dari bangku cadangan.
Prediksi Jalannya Pertandingan
Melihat tren kedua tim, Milan jelas diunggulkan. Pertahanan mereka sangat disiplin, sedangkan Lazio masih kesulitan mencetak gol di laga tandang. Walaupun begitu, laga diprediksi berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama membutuhkan poin. Selain itu, keduanya akan kembali berjumpa di Coppa Italia hanya lima hari kemudian. Because of that, intensitas duel di lini tengah berpotensi menjadi faktor penentu.
Lazio mungkin mencoba menekan lebih awal untuk menghindari Milan mendominasi permainan sejak awal. Namun Milan kemungkinan mengandalkan kesabaran seperti biasa. Mereka akan menunggu momen tepat untuk menyerang melalui kombinasi Leao dan Nkunku. Meanwhile, Maignan tetap menjadi tokoh utama yang dapat mengubah jalannya pertandingan bila Lazio berhasil menembus pertahanan Milan.
Prediksi Starting XI
Milan (3-5-2): Maignan; Tomori, Gabbia, Pavlovic; Saelemaekers, Fofana, Modric, Rabiot, Bartesaghi; Leao, Nkunku.
Pelatih: Massimiliano Allegri
Lazio (4-3-3): Provedel; Marusic, Gila, Romagnoli, Pellegrini; Guendouzi, Vecino, Basic; Isaksen, Dia, Zaccagni.
Pelatih: Maurizio Sarri






