Persebaya Surabaya kehilangan tiga pemain penting saat menghadapi PSM Makassar dalam lanjutan BRI Super League. Kondisi ini menjadi sorotan karena pertandingan yang digelar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (31/8/2025), tergolong krusial untuk menjaga tren positif Bajul Ijo. Dua pemain muda, Toni Firmansyah dan Mikael Tata, dipastikan tidak bisa tampil karena mendapat panggilan memperkuat Timnas Indonesia U-23. Sementara itu, satu nama lain, Gali Freitas, juga harus absen lantaran membela Timnas Timor-Leste di ajang internasional.
Absennya tiga pemain ini menjadi ujian tersendiri bagi pelatih Eduardo Perez. Sejak awal musim, Toni dan Tata selalu menjadi pilihan utama di lini tengah serta pertahanan. Keduanya tampil konsisten dan memberi kontribusi besar dalam dua kemenangan terakhir Persebaya di kompetisi. Begitu juga dengan Gali, yang baru direkrut dari PSIS Semarang dan langsung memberi warna berbeda di lini serang tim. Kini, Perez dituntut untuk mencari solusi cepat agar Persebaya tetap kompetitif.
Kehilangan pilar utama jelas bukan situasi mudah, apalagi PSM Makassar terkenal kuat saat bermain di kandang sendiri. Persebaya tidak hanya harus mengandalkan strategi matang, tetapi juga menaruh harapan pada pemain pelapis yang jarang mendapat menit bermain. Situasi ini bisa menjadi momen pembuktian bagi skuad lapis kedua Bajul Ijo, sekaligus penentu seberapa jauh kedalaman tim mampu menjawab tantangan.
Dua Pemain Persebaya Gabung Timnas Indonesia U-23
Kehadiran Toni Firmansyah dan Mikael Tata di skuad Timnas Indonesia U-23 memang patut dibanggakan. Keduanya dipanggil untuk tampil di Kualifikasi Piala AFC U-23 2025 yang berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, pada 3-9 September 2025. Meski demikian, panggilan tersebut otomatis membuat mereka harus absen saat Persebaya menghadapi PSM.
Eduardo Perez menegaskan bahwa klub harus mendukung keputusan federasi. Menurutnya, kesempatan memperkuat tim nasional adalah kehormatan bagi pemain, sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi Persebaya sendiri. “Kita tahu Toni dan Tata mendapat panggilan ke tim nasional. Dan tentu saja kita harus menerima kesempatan itu,” ujar Perez.
Namun, dari sisi kompetisi domestik, Persebaya tentu merasa kehilangan. Toni dikenal sebagai motor permainan di lini tengah, sementara Tata sering diandalkan menjaga kedalaman pertahanan. Absennya dua pemain ini membuat lini tengah dan lini belakang Bajul Ijo harus segera mencari alternatif terbaik.
Gali Freitas Perkuat Timnas Timor-Leste
Selain kehilangan Toni dan Tata, Persebaya juga tidak bisa diperkuat Gali Freitas. Pemain sayap asal Timor-Leste itu dipanggil untuk membela negaranya di ajang internasional. Gali merupakan sosok yang memberi warna baru di sektor serangan sejak direkrut dari PSIS Semarang. Mobilitasnya di sisi sayap kerap menjadi kunci pembeda dalam beberapa laga terakhir.
Ketidakhadirannya jelas menambah pekerjaan rumah bagi Perez. Pasalnya, lini serang Persebaya harus menghadapi pertahanan PSM yang terkenal rapat. Kehilangan tiga pilar di tiga posisi berbeda membuat rotasi tim benar-benar diuji.
Tantangan Berat di Markas PSM Makassar
PSM Makassar dikenal sebagai salah satu tim yang sangat tangguh ketika bermain di Stadion Gelora BJ Habibie. Dukungan penuh suporter Juku Eja menjadikan stadion ini sulit ditaklukkan. Persebaya tentu menghadapi tantangan besar karena harus tampil tanpa kekuatan penuh.
Eduardo Perez menyadari bahwa kondisi ini tidak boleh menjadi alasan untuk tampil melempem. Ia menegaskan bahwa kompetisi panjang seperti BRI Super League membutuhkan kontribusi dari seluruh pemain, termasuk mereka yang sebelumnya lebih sering duduk di bangku cadangan.
“Sekarang kita harus bersiap dengan tim yang ada. Ini kesempatan bagi pemain lain untuk menunjukkan kualitas,” ucap Perez. Pernyataan ini menunjukkan keyakinan sang pelatih bahwa setiap pemain memiliki peran penting dalam perjalanan tim.
Kesempatan Bagi Pemain Pelapis
Situasi absennya tiga pemain inti bisa menjadi peluang emas bagi pemain pelapis untuk membuktikan diri. Rotasi menjadi kunci utama agar tim tetap seimbang. Beberapa nama muda di skuad Bajul Ijo berpotensi mendapat menit bermain lebih banyak saat melawan PSM.
Perez diyakini akan melakukan penyesuaian strategi agar permainan Persebaya tetap solid. Dengan kondisi ini, hasil laga nanti tidak hanya akan menentukan posisi di klasemen, tetapi juga menegaskan seberapa dalam kualitas skuad Persebaya musim ini.