Toni Kroos beri dukungan penuh kepada Arda Guler yang diprediksi bakal memainkan peran penting di Real Madrid musim ini. Sang gelandang veteran mengungkapkan keyakinannya bahwa Guler akan berkembang di bawah arahan Xabi Alonso, pelatih baru Los Blancos. Dukungan ini datang di tengah sorotan yang mengarah kepada Guler setelah penampilannya yang campur aduk dalam Piala Dunia Antarklub 2025.
Meski mencetak satu gol dan dua assist, performa Guler di laga semifinal melawan PSG menjadi bahan perdebatan. Ia dinilai gagal berkontribusi dalam fase bertahan, yang berujung pada kekalahan 0-4 dari wakil Prancis tersebut. Namun, Kroos memiliki pandangan berbeda. Ia menilai bahwa kualitas teknik dan kontribusi ofensif Guler lebih layak dihargai dibandingkan kelemahannya dalam bertahan.
Komentar Kroos tersebut menjadi semangat baru bagi Guler yang saat ini sedang berjuang memantapkan posisinya di tim utama Madrid. Dukungan dari pemain sekaliber Kroos bisa menjadi batu loncatan penting bagi gelandang muda Turki itu untuk membuktikan dirinya di musim 2025/2026.
Xabi Alonso Beri Tanggung Jawab Lebih kepada Guler
Pelatih anyar Real Madrid, Xabi Alonso, tampaknya tidak ragu memberi kepercayaan besar kepada Arda Guler. Dalam tur pramusim di Amerika Serikat, Alonso memasang Guler sebagai gelandang tengah—posisi ideal yang selama ini menjadi keunggulan pemain berusia 19 tahun tersebut.
Dalam formasi 4-3-3 yang diterapkan Alonso, Guler bermain bersama Jude Bellingham dan Federico Valverde di lini tengah. Kombinasi ini terlihat menjanjikan, terutama dalam aspek serangan. Guler berhasil mencetak satu gol dan mengukir dua assist selama turnamen Piala Dunia Antarklub.
Namun, kelemahannya dalam bertahan tak luput dari perhatian. Saat menghadapi PSG di semifinal, Madrid takluk 0-4, dan Guler dinilai sebagai salah satu titik lemah karena gagal menahan pergerakan lini tengah lawan. Beberapa pihak mulai mempertanyakan apakah Guler sudah siap untuk tanggung jawab besar di tim utama.
Kroos: “Saya Akan Tutup Mata Jika Dia Kalah Duel”
Toni Kroos, legenda lini tengah Madrid yang baru saja pensiun, memberikan pembelaan elegan terhadap Guler. Dalam podcast Einfach mal Luppen, Kroos menekankan bahwa pemain dengan kemampuan teknik seperti Guler layak diberi ruang untuk berkembang, bahkan jika itu berarti harus mengorbankan sedikit kontribusi dalam bertahan.
“Kalau kamu punya pemain seperti dia, yang bisa bermain di antara lini dan menciptakan peluang, saya bisa menutup mata kalau dia kalah duel,” ujar Kroos. Baginya, kekuatan teknis dan kreativitas Guler jauh lebih penting untuk permainan Madrid yang dominan.
Namun, Kroos juga menegaskan pentingnya kesadaran taktis. Ia berharap Guler tetap menyadari tanggung jawabnya dalam sistem kolektif, termasuk saat tim kehilangan bola. Perpaduan antara kebebasan kreatif dan disiplin kolektif inilah yang menjadi kunci sukses di tim sebesar Madrid.
Kemajuan Fisik Guler Jadi Sinyal Positif
Selain membela secara mental dan taktik, Kroos juga menyoroti perkembangan fisik Arda Guler yang signifikan. Ia menilai bahwa secara teknis Guler sudah matang sejak musim lalu, namun secara fisik belum sepenuhnya siap bersaing di level tertinggi.
“Secara fisik dia telah membuat langkah besar musim ini. Tahun lalu dia sudah matang secara permainan, tapi tubuhnya belum sekuat sekarang,” kata Kroos.
Kemajuan inilah yang membuat Kroos semakin yakin bahwa musim 2025/2026 bisa menjadi titik balik bagi Guler. Dengan fisik yang lebih tangguh, Guler akan mampu bertahan dalam intensitas tinggi dan duel keras yang menjadi ciri khas sepak bola modern, khususnya di La Liga dan Liga Champions.
Musim Penentu Arda Guler di Real Madrid
Bagi Arda Guler, musim ini akan menjadi pembuktian apakah ia mampu menjawab ekspektasi besar sejak direkrut dari Fenerbahce. Dukungan dari sosok senior seperti Toni Kroos tentu menjadi dorongan moral yang besar. Selain itu, kepercayaan penuh dari Xabi Alonso juga membuka jalan baginya untuk berkembang lebih cepat.
Guler kini dihadapkan pada dua tantangan utama: menjaga performa ofensif yang konsisten dan memperbaiki kontribusi defensif. Jika berhasil menyatukan keduanya, bukan tidak mungkin ia akan menjadi pemain kunci Real Madrid di era baru ini.
Xabi Alonso sendiri dikenal sebagai pelatih yang piawai membina gelandang muda. Jika Guler mampu menyerap instruksi taktikal Alonso, ia tidak hanya akan menjadi andalan Real Madrid, tetapi juga salah satu talenta muda terbaik Eropa.