Cristiano Ronaldo baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-40 dengan terus tampil sebagai pemain profesional yang menjadi bukti nyata kekuatannya. Seharusnya ini menjadi momen refleksi dalam karier panjangnya, tetapi tetap saja, bayangan Lionel Messi tak pernah benar-benar hilang. Rivalitas panjang mereka masih menjadi topik panas hingga saat ini.
Persaingan antara Ronaldo dan Messi sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun, dalam berbagai kesempatan, Ronaldo sering menunjukkan bahwa Messi masih ada di pikirannya. Baik melalui pernyataan langsung, sindiran halus, maupun gestur di lapangan, tanda-tanda itu terus terlihat.
Bahkan dalam momen-momen penting dalam kariernya, Ronaldo kerap membandingkan dirinya dengan Messi. Seolah tak rela jika dianggap berada di bawah rivalnya itu. Berikut adalah enam bukti yang menunjukkan bahwa Lionel Messi selalu ada dalam pikiran Cristiano Ronaldo.
1. Klaim Sebagai Pemain Paling Lengkap
Dalam wawancara terbaru dengan El Chiringuito, Cristiano Ronaldo mengklaim dirinya sebagai pesepak bola paling lengkap dalam sejarah. Ia menegaskan bahwa statistik membuktikan keunggulannya dibandingkan para pemain lain.
Ronaldo menyebut dirinya sebagai pemain yang kuat, cepat, dan piawai dalam berbagai aspek permainan. Ia menyoroti kemampuannya mencetak gol dengan kaki kanan, kaki kiri, sundulan, hingga tendangan bebas. Baginya, tak ada pemain lain yang memiliki kombinasi keunggulan serupa.
Meski Ronaldo mengaku menghormati pendapat orang yang lebih menyukai Messi, Pele, atau Maradona, pernyataannya tetap menimbulkan kontroversi. Cara bicaranya yang penuh keyakinan memancing perdebatan di antara para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
2. Euro vs Piala Dunia
Cristiano Ronaldo masih aktif mencetak gol di Liga Arab Saudi dan belum menunjukkan tanda-tanda akan pensiun. Bahkan, ia memiliki ambisi besar untuk mencapai rekor 1.000 gol sepanjang kariernya. Pada September lalu, ia mencetak gol ke-900 saat Portugal menang 2-1 atas Kroasia. Dalam perayaan tersebut, Ronaldo tampak emosional dan tak kuasa menahan air mata.
Namun, yang menjadi sorotan adalah pernyataannya mengenai perbandingan antara Euro dan Piala Dunia. Ronaldo mengklaim bahwa Euro setara dengan Piala Dunia, sebuah pernyataan yang jelas bertentangan dengan pendapat mayoritas. Messi telah memenangkan Piala Dunia 2022 bersama Argentina, dan hal itu tampaknya masih menjadi beban tersendiri bagi Ronaldo.
3. Selebrasi Kontroversial Saat Disoraki “Messi”
Dalam sebuah laga Liga Arab Saudi antara Al-Nassr dan Al-Shabab, Ronaldo berhasil mencetak gol penalti yang membantu timnya menang 3-2. Namun, yang menjadi perbincangan bukanlah golnya, melainkan selebrasi kontroversialnya.
Suporter Al-Shabab meneriakkan nama “Messi” sebagai bentuk ejekan kepada Ronaldo. Bukannya mengabaikan, Ronaldo justru merespons dengan gestur tidak senonoh. Aksi ini langsung menjadi sorotan media dan menuai beragam reaksi di media sosial. Tampaknya, nyanyian itu benar-benar mengusik emosinya, membuktikan bahwa Messi masih memiliki tempat dalam pikirannya.
4. Sindiran Ballon d’Or
Lionel Messi memenangkan Ballon d’Or kedelapannya pada 2023, unggul tiga trofi dari Cristiano Ronaldo. Dengan keduanya kini bermain di luar Eropa, peluang untuk menambah koleksi trofi individu itu tampaknya semakin kecil.
Seorang jurnalis Spanyol mengkritik kemenangan Messi dengan menyebut bahwa trofi itu tak layak diberikan kepadanya. Menariknya, Ronaldo sempat menyukai unggahan tersebut dan meninggalkan emoji tertawa sebelum buru-buru menghapusnya. Meskipun ia tak memberikan pernyataan langsung, tindakannya itu mengisyaratkan ketidakpuasannya atas kemenangan Messi.
5. Reaksi di Media Sosial Terhadap Ballon d’Or 2021
Kejadian serupa juga terjadi pada 2021, ketika Lionel Messi memenangkan Ballon d’Or ketujuhnya. Seperti biasa, banyak yang tidak setuju, dan salah satu yang tampaknya kurang menerima hasil tersebut adalah Ronaldo.
Ronaldo menyukai unggahan Instagram yang meremehkan pencapaian Messi dan bahkan meninggalkan komentar “Factos” disertai emoji jempol dan mata melotot. Meski ia sering mengklaim bahwa penghargaan individu bukan prioritas utamanya, reaksinya menunjukkan sebaliknya. Ini semakin memperkuat dugaan bahwa nama Messi masih terus mengusik pikirannya.
6. Julukan Kontroversial di Ruang Ganti
Dalam buku biografi Lionel Messi yang dirilis pada 2013, jurnalis Guillem Balague mengungkapkan sisi lain dari rivalitasnya dengan Cristiano Ronaldo. Salah satu klaim yang menarik perhatian adalah soal julukan yang diberikan Ronaldo kepada Messi di ruang ganti Real Madrid.
Menurut Balague, Ronaldo tidak suka jika ada rekan setimnya di Madrid yang berbicara dengan Messi. Bahkan, ia disebut memberikan julukan tidak pantas kepada La Pulga dan kepada siapa saja yang berhubungan dengannya. Meski terdengar sebagai lelucon, klaim ini sempat menimbulkan kontroversi hingga ada upaya hukum dari pihak Ronaldo.
Kisah ini semakin mempertegas bagaimana Messi selalu menjadi bayangan dalam karier Ronaldo. Persaingan mereka mungkin akan berakhir suatu hari nanti, tetapi perdebatan tentang siapa yang terbaik di antara keduanya akan terus berlanjut.