Bermain di Piala Dunia adalah impian setiap pemain sepak bola. Turnamen empat tahunan ini merupakan panggung tertinggi bagi para pemain untuk membuktikan kemampuan mereka di level internasional. Namun, tak semua pemain hebat memiliki kesempatan tampil di ajang ini. Beberapa legenda sepak bola justru tidak pernah beraksi di Piala Dunia karena berbagai alasan, salah satunya adalah performa tim nasional mereka yang kurang kompetitif.
Berikut adalah enam pemain terkenal yang tak pernah merasakan atmosfer Piala Dunia, meski memiliki karier gemilang di level klub.
1. Ryan Giggs
Ryan Giggs adalah salah satu pemain paling sukses dalam sejarah Manchester United. Ia menghabiskan seluruh karier profesionalnya di Old Trafford, mengoleksi 35 trofi, termasuk 13 gelar Liga Inggris dan dua Liga Champions. Namun, sayangnya, pencapaian luar biasa itu tidak menular ke level internasional.
Bersama timnas Wales, Giggs bermain sebanyak 64 kali dan mencetak 12 gol. Sayangnya, Wales bukanlah tim kuat di masanya, sehingga mereka kesulitan lolos ke Piala Dunia. Bahkan dengan performa brilian Giggs di klub, timnas Wales tetap gagal melewati babak kualifikasi. Hal ini membuatnya harus puas hanya dengan tampil di level klub dan tidak pernah mencicipi ketatnya persaingan Piala Dunia.
2. George Weah
George Weah adalah salah satu pesepak bola Afrika terbaik sepanjang masa. Ia merupakan pemain Afrika pertama yang meraih Ballon d’Or pada 1995 berkat penampilannya yang luar biasa bersama AC Milan. Namun, kesuksesannya di level klub tidak diikuti dengan pencapaian di tim nasional.
Liberia, negara asal Weah, tidak memiliki infrastruktur sepak bola yang memadai untuk bersaing di kualifikasi Piala Dunia. Pada 2002, Liberia hampir lolos ke putaran final, tetapi mereka gagal hanya dengan selisih satu poin dari Nigeria. Setelah pensiun sebagai pemain, Weah beralih ke dunia politik dan bahkan menjadi Presiden Liberia pada 2017. Meski begitu, namanya tetap dikenang sebagai salah satu legenda sepak bola dunia yang tidak pernah tampil di Piala Dunia.
3. Valentino Mazzola
Valentino Mazzola adalah salah satu pemain terbaik Italia di era 1940-an. Ia merupakan kapten “Grande Torino,” tim yang mendominasi sepak bola Italia sebelum tragedi mengenaskan menimpa mereka.
Pada 1949, pesawat yang membawa skuad Torino mengalami kecelakaan di Superga, yang menewaskan seluruh pemain dan staf tim. Mazzola, yang saat itu diproyeksikan sebagai pemimpin timnas Italia di Piala Dunia 1950, harus mengubur impiannya karena musibah tersebut. Jika bukan karena tragedi ini, sangat mungkin ia akan membawa Italia berjaya di panggung dunia.
4. László Kubala
László Kubala adalah salah satu legenda Barcelona yang memiliki perjalanan karier unik. Ia memiliki kesempatan bermain untuk tiga tim nasional berbeda: Hongaria, Cekoslowakia, dan Spanyol. Namun, meskipun memiliki banyak opsi, ia tetap gagal mencicipi Piala Dunia.
Pada 1962, Spanyol akhirnya hampir membawanya ke Piala Dunia, tetapi cedera memaksa Kubala absen dari turnamen. Cedera ini menjadi akhir dari impian Piala Dunia bagi salah satu pemain paling berbakat dalam sejarah sepak bola.
5. George Best
George Best adalah salah satu pemain paling berbakat yang pernah membela Manchester United. Ia sukses meraih Ballon d’Or pada 1968 dan menjadi ikon sepak bola Inggris. Namun, karena ia berasal dari Irlandia Utara, peluangnya untuk tampil di Piala Dunia sangat kecil.
Irlandia Utara bukanlah tim besar di panggung internasional, dan mereka jarang lolos ke Piala Dunia. Best pun menyadari kenyataan ini dan pernah menyebut bahwa bermain untuk negaranya hanya seperti “sepak bola rekreasi.” Meskipun begitu, namanya tetap dikenang sebagai legenda yang tak tergantikan dalam sejarah Manchester United dan sepak bola dunia.
6. Eric Cantona
Eric Cantona adalah legenda Prancis yang dikenal dengan gaya bermain penuh karisma dan kontroversi. Ia memainkan peran penting dalam kebangkitan Manchester United di era 1990-an. Namun, ironisnya, ia tidak pernah bermain di Piala Dunia.
Pada 1998, saat Prancis menjadi tuan rumah Piala Dunia dan akhirnya juara, Cantona justru tidak masuk dalam skuad. Hal ini terjadi karena perseteruannya dengan pelatih timnas saat itu, Aimé Jacquet. Keputusan Jacquet untuk lebih memilih pemain muda seperti Zinedine Zidane berbuah manis, tetapi Cantona harus menelan pil pahit karena melewatkan kesempatan tampil di turnamen terbesar dunia.