Friday, April 4, 2025
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga Inggris5 Pelajaran Penting dari Kemenangan Arsenal 2-0 Manchester United

5 Pelajaran Penting dari Kemenangan Arsenal 2-0 Manchester United

Arsenal sukses meraih kemenangan meyakinkan atas Manchester United dalam lanjutan pekan ke-14 Premier League 2024/2025. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Emirates, Kamis (5/12) dini hari WIB, berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan tuan rumah. Dua gol Arsenal tercipta melalui situasi bola mati, tepatnya sepak pojok, masing-masing dicetak oleh Jurrien Timber pada menit ke-54 dan William Saliba pada menit ke-73.

Kemenangan ini menegaskan keunggulan Arsenal dalam memanfaatkan situasi bola mati, terutama sepak pojok. Menurut data Squawka, Arsenal telah mencetak 22 gol dari sepak pojok sejak musim lalu, menjadikannya salah satu senjata mematikan dalam skema permainan mereka. Di sisi lain, kekalahan ini merupakan yang pertama bagi Manchester United di bawah asuhan Ruben Amorim. Lalu, apa saja pelajaran penting yang bisa diambil dari laga ini? Berikut ulasannya.

- Advertisement -
asia9QQ

Eksperimen Ruben Amorim yang Berani

Pelatih baru Manchester United, Ruben Amorim, melakukan sejumlah eksperimen dalam susunan pemainnya. Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat performa solid MU pada laga sebelumnya melawan Everton. Tyrell Malacia dipasang sebagai wingback kanan sejak awal, menggantikan posisi yang biasa ditempati Diogo Dalot. Selain itu, Mason Mount kembali menjadi starter, menggantikan Marcus Rashford, yang sebelumnya mencetak dua gol melawan Everton.

Keputusan mengejutkan lainnya adalah mencadangkan Amad Diallo dan Joshua Zirkzee, dua pemain yang tampil gemilang di laga sebelumnya. Perubahan ini membuat MU kehilangan ritme serangan yang selama ini menjadi kekuatan mereka.

Penampilan Leny Yoro yang Menjanjikan

Salah satu keputusan Amorim yang patut diapresiasi adalah memainkan Leny Yoro di babak kedua. Pemain berusia 19 tahun ini baru pulih dari cedera dan akhirnya melakoni debutnya musim ini. Meskipun MU kalah, Yoro menunjukkan performa solid, mencatatkan empat kemenangan dari lima duel. Keberaniannya dalam build-up juga memberikan warna baru di lini pertahanan United.

Dominasi Sepak Pojok Arsenal

Keunggulan Arsenal pada situasi bola mati menjadi sorotan utama. Dalam laga ini, mereka mencatatkan 15 sepak pojok, sementara MU tidak mendapatkan satu pun. Statistik mencolok ini menunjukkan betapa dominannya Arsenal dalam menciptakan peluang melalui bola mati.

Pelatih MU, Ruben Amorim, mengakui kehebatan Arsenal dalam memanfaatkan sepak pojok. “Sebelum bola mati, permainan tidak memiliki terlalu banyak peluang untuk kedua tim. Bola mati membunuh kami,” ungkapnya usai pertandingan. Alan Shearer, pundit sepak bola terkenal, juga memuji Arsenal, menyebut keberhasilan ini sebagai hasil dari kerja keras dalam latihan.

Arsenal Tetap Tajam Tanpa Gabriel

Absennya Gabriel Magalhaes dan Ben White sempat memunculkan kekhawatiran akan efektivitas Arsenal dalam situasi bola mati. Namun, Mikel Arteta membuktikan bahwa timnya mampu beradaptasi. Tanpa Gabriel, Arsenal mengandalkan Jurrien Timber dan William Saliba sebagai target utama. Kehadiran Mikel Merino di babak kedua juga memperkuat ancaman Arsenal dalam skema bola mati.

Selain itu, variasi eksekutor bola mati menjadi kekuatan lain Arsenal. Tidak hanya Declan Rice, Bukayo Saka dan Martin Odegaard juga mampu mengambil peran sebagai pengumpan utama dalam situasi ini.

Thomas Partey dalam Periode Terbaik

Thomas Partey kembali menunjukkan performa luar biasa di lini tengah Arsenal. Meski Declan Rice dan Martin Odegaard tampil solid, Partey menjadi elemen kunci dalam menjaga keseimbangan permainan. Dari 14 laga Premier League musim ini, Partey hanya absen sekali, menegaskan betapa pentingnya perannya bagi Arsenal.

Performa konsisten Partey juga terlihat di Liga Champions, di mana ia terus menjadi andalan. Musim ini mungkin menjadi periode terbaik Partey bersama Arsenal, memberikan stabilitas dan rasa aman di lini tengah.

Kesimpulan

Kemenangan Arsenal atas Manchester United tidak hanya menegaskan posisi mereka sebagai salah satu tim terkuat di Premier League musim ini, tetapi juga memperlihatkan efektivitas strategi yang diterapkan Mikel Arteta. Situasi bola mati menjadi senjata utama, sementara adaptasi tanpa pemain kunci seperti Gabriel menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki Arsenal.

Bagi Manchester United, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Ruben Amorim. Eksperimen yang dilakukan belum sepenuhnya berhasil, tetapi beberapa keputusan, seperti memainkan Leny Yoro, menunjukkan potensi masa depan yang cerah.

Selanjutnya, Arsenal akan menghadapi Fulham, sementara Manchester United bertemu Nottingham Forest. Dua laga ini akan menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk kembali membuktikan diri di pentas Premier League.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments