Pelajaran Penting untuk AC Milan menjadi sorotan setelah hasil imbang melawan Como pada laga tunda pekan ke-24 Serie A 2025/2026. Dalam duel yang berlangsung di San Siro, Kamis (19/02/2026), Rossoneri gagal meraih poin penuh dan harus puas berbagi angka.
Hasil ini membuat AC Milan kehilangan momentum dalam perburuan gelar. Sementara itu, Como 1907 kembali menunjukkan daya saing sebagai tim yang sulit dikalahkan musim ini.
Atmosfer San Siro terasa tegang sejak awal laga. Tekanan untuk menang sangat besar karena jarak poin dengan Inter Milan semakin melebar.
1. Lini Depan Belum Konsisten
Masalah utama Milan kembali terlihat di lini serang. Kombinasi penyerang yang turun sejak menit pertama belum mampu memberi tekanan stabil kepada pertahanan Como.
Rafael Leao memang mencatatkan namanya di papan skor. Namun, performanya sepanjang laga tidak selalu konsisten. Ia beberapa kali kalah duel dan kurang tepat dalam pengambilan keputusan.
Selain itu, suplai bola ke kotak penalti masih terbatas. Kreativitas di sepertiga akhir belum berjalan maksimal. Situasi ini membuat Milan terlalu mengandalkan momen individu.
Masuknya Niclas Fullkrug memberi warna berbeda. Permainan menjadi lebih direct dan agresif. Akan tetapi, peluang bersih tetap sulit tercipta.
Jika ingin bersaing hingga akhir musim, efektivitas harus meningkat. Tanpa perbaikan di lini depan, peluang Scudetto akan semakin sulit.
2. Ardon Jashari Menjawab Ekspektasi
Di tengah kekecewaan hasil akhir, Milan mendapat kabar positif dari lini tengah. Ardon Jashari tampil percaya diri dan memainkan peran penting dalam transisi permainan.
Gelandang asal Swiss itu menunjukkan distribusi bola yang rapi dan akurat. Ia mampu menjaga ritme sekaligus membantu pertahanan saat dibutuhkan.
Yang terpenting, Jashari mencatatkan umpan panjang presisi yang membuka ruang bagi gol penyeimbang. Momen itu menunjukkan kualitas yang diharapkan sejak awal kedatangannya.
Performa ini memberi harapan baru bagi Milan. Jika konsistensinya terjaga, Jashari bisa menjadi fondasi penting dalam proyek jangka panjang klub.
3. Sentuhan Allegri dari Bangku Cadangan
Perubahan taktik menjadi titik balik jalannya pertandingan. Pelatih Massimiliano Allegri membaca situasi dengan cepat dan melakukan pergantian krusial.
Masuknya Youssouf Fofana meningkatkan energi lini tengah. Intensitas permainan Milan pun naik secara signifikan.
Selain itu, Fullkrug membantu membuka ruang dengan pergerakan tanpa bola. Kehadirannya membuat pertahanan Como lebih sibuk mengantisipasi bola udara.
Keputusan tersebut menunjukkan pengalaman Allegri dalam mengelola laga ketat. Dalam pertandingan seperti ini, detail kecil bisa menentukan hasil akhir.
4. Duel Taktik Lawan Como
Laga ini juga memperlihatkan duel taktik yang menarik. Pelatih Como, Cesc Fabregas, berani menerapkan pendekatan fleksibel.
Como tidak sekadar bertahan. Mereka menekan dan memancing kesalahan lawan. Blunder Mike Maignan yang dimanfaatkan Nico Paz menjadi bukti tekanan tersebut efektif.
Struktur permainan Como membuat Milan kesulitan mengembangkan serangan. Beberapa kali tim tamu berhasil memutus alur umpan di lini tengah.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Como bukan tim penggembira. Mereka berpotensi menjadi batu sandungan bagi tim besar dalam beberapa musim ke depan.
5. Asa Scudetto Semakin Berat
Hasil imbang di kandang sendiri tentu merugikan Milan. Selisih poin dengan Inter membuat ruang kesalahan semakin tipis.
Dengan jadwal yang semakin padat, setiap kehilangan poin akan berdampak besar. Oleh karena itu, konsistensi menjadi kunci utama pada sisa musim.
Milan memang menunjukkan mental bangkit. Namun, konsistensi performa masih menjadi pekerjaan rumah. Tanpa peningkatan signifikan, tekanan terhadap pemuncak klasemen sulit dipertahankan.
Pertanyaan mengenai peluang Scudetto pun muncul. Jawabannya akan ditentukan dalam beberapa pekan ke depan. Milan harus merespons dengan kemenangan beruntun jika ingin menjaga harapan tetap hidup.
Statistik dan Gambaran Laga
Secara umum, Milan menguasai bola lebih dominan. Akan tetapi, efektivitas serangan belum optimal.
Como bermain disiplin dan memanfaatkan peluang dengan baik. Gol Nico Paz lahir dari kesalahan individu yang jarang terjadi.
Pertandingan ini memperlihatkan dua sisi Milan. Di satu sisi, mereka memiliki kualitas individu yang mampu menyelamatkan hasil. Di sisi lain, inkonsistensi masih menghantui.
Dengan jadwal berikutnya melawan Parma, fokus tim harus kembali pada performa kolektif. Kemenangan menjadi harga mati agar tekanan terhadap rival tetap terjaga.






