Real Madrid dikenal sebagai salah satu klub tersukses dalam sejarah sepak bola, terutama di kompetisi Eropa. Dengan koleksi trofi Liga Champions terbanyak, mereka mendapat julukan Raja Eropa. Namun, perjalanan mereka di kancah Eropa tidak selalu berjalan mulus. Sejarah mencatat bahwa Los Blancos juga pernah mengalami kekalahan pahit yang membekas dalam ingatan para penggemarnya.
Dari final yang dramatis hingga kejutan dari tim yang tak diunggulkan, berikut adalah lima kekalahan paling menyakitkan yang pernah dialami Real Madrid di kompetisi Eropa.
1. Final Piala Champions 1961/1962: Real Madrid vs Benfica (3-5)
Final Piala Champions musim 1961/1962 menjadi salah satu momen terburuk dalam sejarah Real Madrid. Bermain di Amsterdam Olympic Stadium, Los Blancos harus menghadapi klub kuat asal Portugal, Benfica.
Real Madrid tampil percaya diri dengan materi pemain yang luar biasa, termasuk Alfredo Di Stéfano dan Ferenc Puskás. Bahkan, Puskás mencetak hattrick yang membuat Madrid sempat unggul di awal pertandingan. Namun, pertahanan mereka rapuh dan gagal meredam serangan Benfica yang dipimpin oleh Eusébio.
Pemain muda berbakat itu mencetak dua gol yang akhirnya membalikkan keadaan. Benfica mengakhiri laga dengan kemenangan 5-3, membuat Real Madrid gagal meraih gelar keenam berturut-turut. Kekalahan ini sangat menyakitkan karena Madrid harus menyerahkan gelar kepada tim yang kala itu sedang naik daun.
2. Final Piala Champions 1963/1964: Real Madrid vs Inter Milan (1-3)
Dua tahun setelah kegagalan melawan Benfica, Real Madrid kembali mencapai final. Kali ini, mereka berhadapan dengan Inter Milan di Stadion Prater, Wina. Dengan skuad yang masih berisi beberapa pemain legendaris, Madrid berharap bisa merebut kembali gelar juara.
Namun, Inter Milan yang kala itu dilatih Helenio Herrera memiliki strategi yang sangat solid. Pertahanan rapat khas Catenaccio membuat Real Madrid kesulitan menciptakan peluang. Sebaliknya, serangan balik cepat Inter sangat mematikan.
Sandro Mazzola menjadi bintang dengan dua golnya, sementara satu gol lainnya dicetak oleh Aurelio Milani. Madrid hanya mampu membalas satu gol dan akhirnya harus menyerah 1-3. Kekalahan ini menandai berakhirnya era keemasan Madrid di Eropa. Mereka harus menunggu lebih dari satu dekade untuk kembali berjaya.
3. Final Piala Champions 1980/1981: Real Madrid vs Liverpool (0-1)
Pada tahun 1981, Real Madrid kembali ke final setelah penantian panjang. Mereka bertemu dengan Liverpool di Stadion Parc des Princes, Paris. Ini menjadi kesempatan besar bagi Los Blancos untuk kembali mengangkat trofi Liga Champions.
Namun, pertandingan berlangsung sangat ketat. Real Madrid kesulitan menembus pertahanan solid Liverpool yang dikomandoi Alan Hansen dan Phil Thompson. Di sisi lain, lini serang mereka juga tak mampu mencetak gol.
Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Alan Kennedy mencetak gol pada menit ke-82. Gol tunggal ini memastikan kemenangan Liverpool dan membuat Madrid harus kembali menunda ambisi mereka meraih gelar Eropa. Kekalahan ini sangat menyakitkan karena Madrid gagal mencetak satu gol pun dalam laga final.
4. Final Piala Winners UEFA 1982/1983: Real Madrid vs Aberdeen (1-2)
Kekalahan mengejutkan lainnya terjadi di final Piala Winners UEFA 1982/1983. Real Madrid menghadapi Aberdeen, klub asal Skotlandia yang saat itu diasuh oleh Alex Ferguson. Banyak yang memperkirakan Madrid akan menang dengan mudah karena mereka lebih berpengalaman di pentas Eropa.
Namun, Aberdeen tampil luar biasa. Mereka mencetak gol cepat melalui Eric Black, meskipun Madrid mampu menyamakan kedudukan lewat penalti Juanito. Skor imbang bertahan hingga waktu normal berakhir.
Di perpanjangan waktu, John Hewitt mencetak gol kemenangan bagi Aberdeen. Real Madrid harus mengakui keunggulan tim Skotlandia tersebut dengan skor 1-2. Kekalahan ini dianggap sebagai salah satu yang paling mengejutkan dalam sejarah klub karena mereka kalah dari tim yang dianggap sebagai underdog.
5. Kekalahan di Piala Dunia Antarklub 2000: Real Madrid vs Necaxa (1-1, Penalti 3-4)
Meskipun bukan di Liga Champions, kekalahan ini tetap menyakitkan bagi Real Madrid. Pada Piala Dunia Antarklub FIFA 2000, mereka bertemu dengan klub Meksiko, Necaxa, dalam laga perebutan tempat ketiga.
Sebagai favorit kuat, Madrid diperkirakan akan menang dengan mudah. Namun, Necaxa memberikan perlawanan sengit. Laga berakhir dengan skor imbang 1-1 setelah 90 menit, memaksa pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.
Di babak tos-tosan, Madrid gagal mengeksekusi beberapa penalti, sementara Necaxa tampil lebih tenang. Akhirnya, klub asal Meksiko itu menang dengan skor 4-3. Kekalahan ini menjadi salah satu yang paling memalukan dalam sejarah Madrid, karena mereka gagal menempati tiga besar di turnamen yang seharusnya bisa mereka dominasi.