Wednesday, March 11, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga IndonesiaStatistik Penalti BRI Super League 2025/2026: Persib Paling Sering Dapat Kesempatan, Namun...

Statistik Penalti BRI Super League 2025/2026: Persib Paling Sering Dapat Kesempatan, Namun Efektivitas Belum Maksimal

Statistik penalti BRI Super League 2025/2026 menunjukkan Persib Bandung menjadi klub yang paling sering mendapat tendangan penalti musim ini. Berdasarkan data Transfermarkt, Persib menerima sepuluh kesempatan dari titik putih. Catatan penalti Persib Bandung tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan klub lain di kompetisi.

Meski begitu, efektivitas eksekusi penalti Maung Bandung belum sepenuhnya memuaskan. Tim hanya mencetak enam gol dari sepuluh kesempatan yang didapatkan. Oleh karena itu, tingkat keberhasilan mereka masih berada di angka 60 persen.

- Advertisement -
asia9QQ

Persib Bandung Paling Sering Mendapat Penalti

Sepanjang musim BRI Super League 2025/2026, Persib Bandung mencatat jumlah penalti terbanyak. Tim asuhan mereka mendapatkan sepuluh hadiah tendangan 12 pas.

Jumlah tersebut cukup jauh dibandingkan klub lain. Madura United berada di posisi kedua dengan tujuh penalti sepanjang musim.

Selain itu, Persita Tangerang dan Bhayangkara FC juga cukup sering memperoleh penalti. Kedua tim sama-sama menerima enam kesempatan dari titik putih.

Sementara itu, terdapat tujuh klub yang masing-masing mendapat lima penalti. Daftar tersebut meliputi Persijap Jepara, Malut United, Bali United, Arema FC, Persija Jakarta, PSIM Yogyakarta, dan Persebaya Surabaya.

Data tersebut memperlihatkan bahwa distribusi penalti cukup merata di kompetisi. Namun Persib tetap menjadi tim yang paling sering mendapat peluang dari titik putih.

Kesempatan penalti biasanya muncul karena tekanan serangan di area lawan. Oleh karena itu, frekuensi tersebut juga mencerminkan agresivitas lini depan Persib.

Efektivitas Penalti Persib Masih Perlu Ditingkatkan

Walau sering mendapat penalti, tingkat keberhasilan Persib tidak terlalu tinggi. Dari sepuluh kesempatan, hanya enam yang berhasil menjadi gol.

Empat penalti lainnya gagal dieksekusi dengan baik. Catatan ini membuat rasio keberhasilan Persib hanya mencapai 60 persen.

Beberapa kegagalan tersebut terjadi pada pertandingan tertentu. Dua di antaranya terjadi saat Persib bermain imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta.

Pada pertandingan tersebut, Uilliam Barros dan Marc Klok gagal menuntaskan tugas sebagai algojo. Kegagalan tersebut membuat Persib kehilangan peluang menambah gol.

Selain itu, satu penalti gagal juga terjadi saat Persib menghadapi Persita Tangerang. Luciano Guaycochea tidak berhasil mencetak gol dari titik putih.

Kegagalan lain datang dari Andre Jung. Penyerang tersebut gagal mengeksekusi penalti saat Persib menang tipis 1-0 atas PSM Makassar.

Meski demikian, Persib tetap menunjukkan kemampuan mencetak gol dari penalti dalam beberapa laga penting. Situasi ini terlihat pada pertandingan melawan Persik Kediri.

Dalam laga tersebut, Persib memperoleh dua penalti sekaligus. Thom Haye sukses mengeksekusi penalti pertama pada menit ke-24.

Sementara itu, Andre Jung mencetak gol dari penalti kedua pada menit ke-40. Dua gol tersebut membantu Persib menang 3-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Bhayangkara FC dan Persija Catat Rekor Sempurna

Jika Persib paling sering mendapatkan penalti, beberapa klub lain justru unggul dalam tingkat keberhasilan. Bhayangkara FC menjadi tim dengan konversi terbaik musim ini.

The Guardians mencetak enam gol dari enam penalti yang diperoleh. Artinya, mereka memiliki rasio keberhasilan 100 persen.

Selain Bhayangkara FC, beberapa klub lain juga mencatat rekor sempurna. Arema FC berhasil mencetak lima gol dari lima penalti yang mereka dapatkan.

Persija Jakarta juga memiliki catatan yang sama. Macan Kemayoran mencetak lima gol dari lima kesempatan penalti.

PSIM Yogyakarta dan Persebaya Surabaya juga memiliki rasio sempurna. Kedua tim tersebut berhasil mencetak lima gol dari lima kesempatan.

Statistik tersebut menunjukkan bahwa efektivitas penalti menjadi faktor penting. Tim yang jarang mendapat penalti pun tetap bisa unggul dalam hal konversi gol.

Distribusi Penalti di BRI Super League Musim Ini

Selain tim-tim papan atas, beberapa klub lain juga mencatat jumlah penalti yang lebih sedikit. Semen Padang FC mendapatkan empat penalti sepanjang musim.

Dari empat kesempatan tersebut, hanya dua yang berhasil menjadi gol. Rasio keberhasilan mereka berada di angka 50 persen.

Persis Solo menerima tiga penalti, namun hanya satu yang berhasil dikonversi. Catatan tersebut membuat rasio keberhasilan mereka hanya 33,3 persen.

Sementara itu, beberapa klub mampu memanfaatkan semua peluang yang didapat. Dewa United, Borneo FC, PSM Makassar, dan PSBS Biak mencetak gol dari seluruh penalti mereka.

Keempat tim tersebut masing-masing memperoleh tiga penalti. Semua kesempatan berhasil menjadi gol sehingga rasio keberhasilan mencapai 100 persen.

Distribusi penalti ini menunjukkan variasi performa tim dalam memanfaatkan peluang. Selain kemampuan menyerang, ketenangan eksekutor juga menjadi faktor penting.

Bagi Persib Bandung, frekuensi penalti yang tinggi tetap menjadi keuntungan. Namun tim perlu meningkatkan akurasi eksekusi agar peluang tersebut tidak terbuang.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments