Rekor unbeaten Liverpool musim ini justru memunculkan tanda tanya besar. Meski sembilan laga tanpa kekalahan di semua kompetisi dan delapan pertandingan tak terkalahkan di Premier League, performa The Reds dinilai tidak sejalan dengan hasil di papan skor. Situasi ini membuat publik mulai mempertanyakan kualitas permainan yang ditampilkan sepanjang paruh musim.
Rekor Positif yang Menyimpan Masalah
Secara kasat mata, catatan tak terkalahkan menunjukkan stabilitas. Namun, di balik angka tersebut, Liverpool kerap tampil jauh dari kata dominan. Banyak pertandingan berjalan tanpa kontrol permainan yang jelas.
Hasil imbang 2-2 melawan Fulham menjadi contoh paling nyata. Liverpool hanya mencatat dua tembakan tepat sasaran sepanjang laga. Angka tersebut dinilai tidak mencerminkan ambisi tim papan atas.
Selain itu, peningkatan tempo di babak kedua sering kali menutupi masalah di awal laga. Oleh karena itu, hasil akhir dianggap lebih sebagai penyelamatan situasi, bukan cerminan performa solid.
Produktivitas Serangan Terus Menurun
Masalah serupa juga terlihat dalam beberapa laga sebelumnya. Saat menjamu Leeds United, Liverpool hanya menciptakan empat tembakan tepat sasaran. Jumlah itu terulang saat menghadapi Wolves dan Brighton.
Bahkan ketika melawan Tottenham Hotspur yang bermain dengan sembilan pemain, dominasi Liverpool tetap minim. Situasi ini memicu kritik terhadap efektivitas lini serang.
Statistik tersebut dianggap tidak sepadan dengan kualitas skuad. Dengan materi pemain yang dimiliki, produktivitas Liverpool dinilai jauh menurun dibanding era sebelumnya.
Perbandingan dengan Era Jurgen Klopp
Performa musim ini kerap dibandingkan dengan masa kejayaan di bawah Jurgen Klopp. Pada periode tersebut, Liverpool dikenal agresif, intens, dan penuh kreativitas. Identitas permainan sangat jelas.
Kini, ciri khas itu dinilai mulai memudar. Liverpool kesulitan menciptakan tekanan konsisten. Serangan sering terhenti sebelum masuk area berbahaya.
Perubahan gaya bermain menjadi sorotan utama. Banyak pihak menilai transisi ini belum berjalan mulus. Akibatnya, performa tim terlihat datar dan mudah ditebak.
Tekanan Mengarah ke Arne Slot
Sorotan pun mengarah ke pelatih Arne Slot. Rekor tak terkalahkan dianggap menjadi tameng sementara dari kritik yang kian deras. Namun, perlindungan itu dinilai tidak akan bertahan lama.
Slot dinilai belum menemukan keseimbangan ideal. Tim terlihat ragu antara menyerang agresif atau bermain aman. Ketidaktegasan ini berdampak pada alur permainan.
Selain itu, respons taktik di tengah laga sering terlambat. Liverpool kerap membutuhkan momen individu untuk keluar dari tekanan. Situasi ini menambah keraguan publik.
Identitas Permainan yang Mulai Kabur
Salah satu kritik utama adalah hilangnya identitas permainan. Liverpool tidak lagi dikenal sebagai tim dengan pressing tinggi yang mematikan. Intensitas permainan menurun signifikan.
Di sisi lain, pertahanan juga belum sepenuhnya solid. Transisi bertahan kerap lambat, membuka ruang bagi lawan. Oleh karena itu, Liverpool sering kebobolan dari situasi sederhana.
Kombinasi masalah ini membuat permainan terlihat tanpa arah. Kreativitas di lini tengah juga tidak konsisten. Akibatnya, peluang bersih jarang tercipta.
Ancaman Jadwal Padat ke Depan
Situasi ini berpotensi memburuk melihat jadwal berat yang menanti. Liverpool akan menghadapi lawan-lawan papan atas dalam waktu berdekatan. Setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
Jika tren performa tidak membaik, rekor unbeaten bisa runtuh sewaktu-waktu. Selain itu, posisi di klasemen berisiko tergeser. Oleh karena itu, evaluasi cepat menjadi keharusan.
Rata-rata poin per laga Liverpool juga menunjukkan penurunan. Jika tren ini berlanjut, proyeksi akhir musim jauh dari standar juara. Rekor tak terkalahkan pun kehilangan makna.
Reaksi Suporter Mulai Berubah
Di tengah hasil positif, kepercayaan suporter perlahan terkikis. Banyak pendukung menilai permainan Liverpool membosankan. Harapan akan dominasi mulai bergeser menjadi sekadar bertahan.
Suporter menginginkan identitas yang jelas. Hasil tanpa performa meyakinkan tidak lagi cukup. Tekanan ini lambat laun akan sampai ke ruang ganti.
Selain itu, atmosfer Anfield dinilai tidak seintimidatif sebelumnya. Kurangnya energi di lapangan berdampak langsung pada dukungan tribun.
Evaluasi Jadi Kunci Perbaikan
Liverpool masih memiliki waktu untuk berbenah. Rekor tak terkalahkan memberi ruang bernapas. Namun, waktu tersebut harus dimanfaatkan dengan tepat.
Perbaikan struktur permainan menjadi prioritas. Slot perlu menentukan arah yang jelas. Tanpa itu, masalah akan terus berulang.






