AC Milan cuma mampu meraih satu poin saat ditahan oleh Genoa di San Siro. Laga Milan vs Genoa berakhir dengan skor imbang 1-1 pada lanjutan Serie A, Jumat (9/1/2026) dini hari WIB. Rossoneri harus berjuang keras menyamakan kedudukan lewat Rafael Leao di masa injury time. Hasil ini tentu mengecewakan mengingat mereka menurunkan kekuatan terbaik.
Genoa berhasil unggul lebih dahulu pada menit ke-28 melalui mantan pemain Milan, Lorenzo Colombo. Gol itu bermula dari kesalahan fatal bek tuan rumah. Milan lalu kesulitan menembus pertahanan ketat Genoa. Mereka nyaris pulang dengan kekalahan sebelum Leao muncul sebagai pahlawan di menit-menit penutup.
Performa Lini Belakang yang Tidak Konsisten
Sektor pertahanan menjadi titik lemah utama Milan dalam laga ini. Kiper Mike Maignan sebenarnya tampil cukup baik. Ia tidak dapat disalahkan atas gol yang kebobolan dan melakukan beberapa penyelamatan rutin. Namun, ia juga tidak banyak diminta melakukan tindakan heroik.
Fikayo Tomori bermain dengan solid di jantung pertahanan. Ia melakukan tugas bertahan dengan baik dan beberapa kali membantu serangan. Sayangnya, soliditasnya terkontaminasi oleh kesalahan rekan di sampingnya. Tomori tidak terlibat langsung dalam momen gol lawan maupun insiden penalti.
Masalah utama datang dari Matteo Gabbia. Bek tengah itu melakukan blunder fatal yang berujung gol Genoa. Ia terlihat ragu dan kehilangan posisi, sehingga memberi ruang luas bagi Lorenzo Colombo. Kesalahan individu ini merusak kerja keras lini belakang Milan sepanjang pertandingan.
Sementara itu, Strahinja Pavlovic menunjukkan dua sisi berbeda. Di satu sisi, ia kalah dalam duel udara yang berujung gol. Di sisi lain, kontribusinya di sektor ofensif cukup signifikan. Umpannya yang memicu situasi berbahaya patut mendapat apresiasi.
Lini Tengah yang Kehilangan Daya Kreasi
Gelandang Milan juga tampil di bawah ekspektasi. Mereka kesulitan mengontrol permainan dan menciptakan ritme serangan yang konsisten. Alexis Saelemaekers hampir tak terlihat pengaruhnya di sisi kanan. Ia dikunci ketat oleh bek Genoa dan membuat keputusan berisiko di area sendiri.
Youssouf Fofana menjadi pemain yang paling mengecewakan. Gelandang Prancis itu gagal memanfaatkan peluang emas di depan gawang karena terpeleset secara tidak profesional. Lebih parah lagi, ia tidak langsung bangkit untuk membantu proses recovery. Performa buruk ini menjadi lelucon kedua kalinya dalam beberapa laga terakhir.
Luka Modric bekerja keras sebagai pengatur permainan. Akan tetapi, akurasi umpan-umpannya di area final kurang maksimal. Ia gagal menjadi pembeda yang dibutuhkan Milan untuk membongkar pertahanan lawan. Adrien Rabiot lebih banyak berkontribusi dalam kerja tanpa bola. Ia baru terlihat sering menguasai bola saat Milan menekan di akhir babak.
Andrea Bartesaghi juga memberikan catatan negatif. Bek sayap kiri itu memberikan penalti yang kontroversial kepada Genoa. Meski keputusan wasit dapat diperdebatkan, cara masuknya ke dalam duel tersebut dinilai ceroboh.
Dua Bintang di Lini Depan dengan Nasih Berbeda
Sektor penyerangan Milan hanya mengandalkan dua pemain. Christian Pulisic tampil aktif dan selalu berusaha mencari celah. Ia sebenarnya pantas mencetak gol jika bukan karena penyelamatan brilian kiper Genoa, serta beberapa blok dan insiden handball. Meski belum mencapai level terbaik, kontribusinya tetap positif.
Rafael Leao menjadi penyelamat sekaligus teka-teki. Untuk sebagian besar pertandingan, penampilannya jauh dari memuaskan. Ia terlalu sering kehilangan bola dan mengambil keputusan yang salah. Namun, satu momen pentingnya mengubah segalanya.
Gol penyama kedudukan di masa injury time menyelamatkan satu poin krusial bagi Milan. Tanpa gol itu, performanya akan mendapat nilai sangat buruk. Akan tetapi, gol tersebut menunjukkan kualitasnya sebagai pemain yang dapat muncul di saat kritis.
Evaluasi Pemain-Pemain Pengganti
Pelatih Massimiliano Allegri melakukan tiga pergantian untuk mengubah jalannya pertandingan. Ruben Loftus-Cheek masuk menggantikan Fofana di awal babak kedua. Ia tampil sedikit lebih efektif dalam menguasai dan mendistribusikan bola.
Niclas Fullkrug masuk pada menit ke-65 untuk menambah daya gedur di area penalti. Sayangnya, ruang geraknya sangat terbatas menghadapi pertahanan Genoa yang rapat. Ia sempat menciptakan peluang sebelum usahanya digagalkan.
Zachary Athekame adalah pergantian terakhir untuk memperkuat lini belakang. Pemain muda itu masih terlihat kurang rapi dalam penguasaan bola. Ia juga tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap permainan, meski sempat mencoba memancing hadiah penalti.
Analisis Taktik dan Kekalahan Poin
Secara taktis, Milan tampak terlalu percaya diri. Mereka diperkirakan dapat mengalahkan Genoa dengan mudah. Nyatanya, lawan datang dengan strategi bertahan yang rapi dan disiplin. Rossoneri kesulitan menemukan celah dan menjadi tidak sabar.
Kesalahan individu seperti yang dilakukan Gabbia dan Fofana memperburuk situasi. Selain itu, ketajaman di depan gawang juga menjadi masalah. Banyak peluang yang terbuang sia-sia sebelum Leao akhirnya menyelamatkan situasi.
Hasil ini menunjukkan bahwa Milan masih memiliki masalah konsistensi. Mereka mampu bermain bagus tetapi juga rentan melakukan kesalahan fatal. Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi Allegri untuk menyelesaikannya.






