Persaingan gelar juara Premier League 2025/26 semakin memanas setelah Manchester United menaklukkan Arsenal. Hasil Arsenal vs Man Utd di pekan ke-23 membuat peta klasemen Liga Inggris berubah signifikan. Meski demikian, prediksi Superkomputer Opta justru menghadirkan gambaran berbeda. Oleh karena itu, kemenangan besar tersebut belum tentu berbanding lurus dengan nasib akhir musim kedua tim.
Arsenal Tetap Kandidat Terkuat Juara Liga
Kekalahan kandang pertama Arsenal musim ini memang mengejutkan publik Emirates Stadium. Selisih poin di puncak klasemen pun terpangkas menjadi empat angka. Namun demikian, Superkomputer Opta masih menempatkan Arsenal sebagai kandidat juara paling kuat.
Berdasarkan simulasi terbaru, peluang Arsenal menjuarai Liga Inggris mencapai 84,44 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara seluruh peserta liga. Selain itu, Arsenal menjadi satu-satunya tim yang diprediksi mampu menembus total 80 poin hingga akhir musim.
Konsistensi performa sepanjang musim menjadi faktor utama penilaian tersebut. Meski sempat terpeleset, struktur permainan Arsenal dinilai tetap stabil. Oleh karena itu, satu kekalahan belum cukup menggoyahkan posisi mereka sebagai favorit utama.
Manchester City dan Aston Villa Mengintai
Di belakang Arsenal, persaingan posisi dua besar berlangsung ketat. Aston Villa dan Manchester City sama-sama menjaga peluang untuk menekan sang pemuncak klasemen. Namun, Superkomputer menilai Manchester City memiliki peluang lebih besar.
City diprediksi memiliki peluang juara sebesar 8,38 persen. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan Aston Villa yang berada di kisaran 7,09 persen. Selain itu, pengalaman City dalam situasi krusial menjadi pertimbangan penting dalam simulasi.
Meski demikian, jarak poin yang masih terbuka membuat persaingan belum sepenuhnya tertutup. Setiap hasil di laga besar berpotensi mengubah proyeksi. Oleh karena itu, konsistensi tetap menjadi kunci di sisa musim.
Realita Pahit untuk Era Carrick di United
Kemenangan atas Arsenal melanjutkan awal manis era Michael Carrick. Sebelumnya, Manchester United juga sukses menundukkan City. Namun demikian, euforia tersebut diprediksi tidak berujung manis dalam jangka panjang.
Superkomputer Opta memproyeksikan Manchester United hanya finis di peringkat keenam. Posisi tersebut membuat Setan Merah kembali gagal menembus Liga Champions musim depan.
Peluang United finis di empat besar hanya berada di angka 21,71 persen. Angka ini terpaut jauh dari pesaing langsung di papan atas. Oleh karena itu, kemenangan besar di laga tertentu belum cukup mengangkat proyeksi akhir musim.
Persaingan Ketat Zona Liga Champions
Zona empat besar diprediksi akan diisi oleh Arsenal, Manchester City, Liverpool, dan Chelsea. Liverpool dinilai memiliki peluang 36 persen untuk mengamankan tiket Liga Champions. Sementara itu, Chelsea diproyeksikan finis tepat di bawah The Reds.
Persaingan ini membuat margin kesalahan semakin tipis. Setiap kekalahan dapat berdampak besar terhadap posisi klasemen. Selain itu, jadwal padat di paruh akhir musim turut memengaruhi stabilitas performa tim.
Bagi Manchester United, situasi ini menjadi tantangan berat. Meski tampil impresif di laga besar, konsistensi melawan tim papan tengah masih menjadi pekerjaan rumah utama.
Ancaman Nyata di Papan Bawah Klasemen
Tidak hanya papan atas, zona degradasi juga menyita perhatian. Superkomputer Opta memprediksi situasi suram bagi West Ham United. Klub tersebut diproyeksikan terdegradasi untuk pertama kalinya sejak 2011.
Peluang West Ham turun kasta mencapai 80 persen. Mereka diprediksi akan menemani Burnley dan Wolverhampton Wanderers. Bahkan, peluang degradasi Wolves mencapai angka ekstrem, yakni 99 persen.
Sementara itu, Tottenham Hotspur diperkirakan menjalani musim yang berat. Klub London Utara tersebut diproyeksikan finis di posisi ke-15. Oleh karena itu, tekanan dipastikan meningkat di sisa kompetisi.
Penutup
Prediksi Superkomputer Opta menegaskan bahwa satu kemenangan besar belum tentu mengubah nasib akhir musim. Arsenal tetap menjadi favorit juara meski baru kalah dari Manchester United. Sebaliknya, Setan Merah masih menghadapi jalan terjal menuju Liga Champions. Oleh karena itu, konsistensi hasil akan menjadi faktor paling menentukan dalam perburuan gelar dan zona Eropa hingga akhir Premier League 2025/26.
Setiap poin bernilai tinggi menjelang fase akhir musim. Oleh karena itu, akurasi strategi, kebugaran pemain, dan konsistensi mental akan menentukan siapa bertahan di puncak serta siapa tergelincir di klasemen hingga pekan terakhir kompetisi ini berlangsung sengit dan penuh tekanan bagi semua kontestan liga musim ini.






