Insiden unik pada laga Persib Bandung vs Persita Tangerang di BRI Super League 2025/2026 berujung pada sanksi administratif. Persita harus membayar denda Rp50 juta setelah memainkan Hokky Caraka sebagai kiper darurat tanpa memenuhi aturan perlengkapan penjaga gawang. Keputusan tersebut diumumkan oleh Komite Disiplin PSSI setelah menilai adanya pelanggaran regulasi pertandingan.
Komdis PSSI Resmi Menjatuhkan Sanksi kepada Persita
Komite Disiplin PSSI memutuskan memberikan hukuman kepada Persita Tangerang. Sanksi tersebut berkaitan dengan pelanggaran regulasi perlengkapan pemain.
Keputusan itu muncul setelah sidang Komdis yang digelar pada 25 Februari 2026. Sidang tersebut membahas insiden dalam pertandingan Persib Bandung melawan Persita Tangerang.
Dalam dokumen resmi yang dirilis Komdis PSSI, Persita dinyatakan melanggar aturan kompetisi. Klub tidak menyediakan jersey penjaga gawang tanpa nomor punggung.
Padahal regulasi kompetisi mewajibkan setiap tim menyiapkan perlengkapan tersebut. Aturan ini berlaku jika pemain lapangan harus menggantikan posisi kiper.
Akibat pelanggaran tersebut, Komdis menjatuhkan sanksi finansial kepada klub. Persita Tangerang dikenakan denda sebesar Rp50 juta.
Sanksi tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran administratif. Meski bukan pelanggaran berat, nilai dendanya cukup signifikan.
Kasus ini menjadi perhatian karena situasi yang terjadi di lapangan cukup unik. Keputusan darurat dari tim pelatih memicu konsekuensi di luar pertandingan.
Awal Mula Insiden Hokky Caraka Jadi Kiper Darurat
Situasi tersebut terjadi pada pertandingan pekan ke-22 BRI Super League. Laga antara Persib Bandung dan Persita Tangerang berlangsung dramatis hingga menit akhir.
Pada fase akhir pertandingan, Persita berusaha mengejar ketertinggalan. Kiper utama mereka, Igor Rodrigues, ikut naik membantu serangan.
Keputusan tersebut dilakukan demi menciptakan peluang gol. Namun kondisi justru berubah menjadi masalah bagi tim.
Persib melancarkan serangan balik cepat setelah bola berhasil direbut. Situasi tersebut memaksa Igor Rodrigues melakukan pelanggaran terhadap Beckham Putra.
Pelanggaran tersebut dinilai serius oleh wasit. Igor langsung menerima kartu merah sehingga harus meninggalkan lapangan.
Masalahnya, Persita sudah tidak memiliki kesempatan melakukan pergantian pemain. Situasi itu membuat tim harus mencari solusi darurat.
Pelatih Carlos Pena kemudian mengambil keputusan cepat. Ia menunjuk Hokky Caraka untuk mengisi posisi penjaga gawang hingga pertandingan berakhir.
Keputusan tersebut cukup mengejutkan. Hokky yang berposisi sebagai penyerang harus menjaga gawang dalam situasi krusial.
Masalah Jersey Kiper yang Berujung Pelanggaran
Penunjukan Hokky Caraka sebenarnya tidak melanggar aturan. Dalam sepak bola, pemain lapangan memang dapat menggantikan posisi kiper jika dibutuhkan.
Namun masalah muncul dari perlengkapan yang digunakan. Persita tidak menyediakan jersey kiper cadangan tanpa nomor punggung.
Akibatnya Hokky harus menggunakan jersey penjaga gawang secara terbalik. Keputusan tersebut diambil agar nomor punggung tidak terlihat jelas.
Situasi darurat tersebut terjadi di tengah tekanan pertandingan. Namun secara administratif hal itu tetap dianggap melanggar regulasi.
Komdis PSSI menilai klub seharusnya mematuhi aturan perlengkapan. Setiap tim diwajibkan menyediakan jersey kiper tanpa nomor untuk kondisi darurat.
Ketentuan tersebut sudah tercantum dalam regulasi kompetisi. Karena itu pelanggaran tetap dikenakan sanksi meskipun terjadi dalam situasi mendesak.
Penjelasan Pelatih Persita Soal Keputusan Darurat
Pelatih Persita, Carlos Pena, memberikan penjelasan mengenai keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa situasi di lapangan memaksa tim mengambil langkah cepat.
Menurutnya, Hokky Caraka dipilih karena kondisi fisiknya tidak optimal. Penyerang muda tersebut mengalami kram menjelang akhir pertandingan.
Kondisi itu membuat Hokky tidak bisa lagi berlari secara maksimal. Oleh karena itu tim pelatih menempatkannya sebagai penjaga gawang sementara.
Carlos Pena menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menyelesaikan pertandingan. Tim harus tetap memiliki pemain yang menjaga gawang.
Meski demikian, kejadian tersebut memberikan pelajaran penting bagi klub. Persita perlu memastikan kesiapan perlengkapan sesuai regulasi kompetisi.
Selain itu, kasus ini juga menjadi pengingat bagi tim lain di liga. Kepatuhan terhadap aturan administrasi tetap menjadi bagian penting dalam pertandingan.
Pelajaran Penting bagi Klub dalam Menghadapi Situasi Darurat
Kasus yang dialami Persita Tangerang menjadi pengingat penting bagi klub profesional. Situasi darurat di lapangan memang bisa terjadi kapan saja dalam sepak bola. Namun, setiap tim tetap harus mematuhi regulasi yang berlaku.
Oleh karena itu, kesiapan perlengkapan dan pemahaman aturan kompetisi harus menjadi perhatian serius agar insiden serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.






