Hasil Semen Padang vs Persis Solo pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 menjadi titik balik penting bagi tim tamu. Bertanding di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (11/1/2026), Persis Solo sukses mencuri kemenangan dramatis dengan skor 3-2. Oleh karena itu, Laskar Sambernyawa akhirnya mengakhiri rentetan hasil minor sekaligus meraih kemenangan kedua musim ini.
Laga dua tim papan bawah tersebut berlangsung ketat sejak menit awal. Semen Padang tampil agresif dengan dukungan penuh publik tuan rumah. Namun, Persis Solo menunjukkan ketahanan mental dan efektivitas yang menjadi pembeda utama.
Gol Pembuka Semen Padang dan Respons Persis
Sejak awal pertandingan, Semen Padang berusaha mengambil inisiatif serangan. Tekanan mereka membuahkan hasil pada menit ke-36. Irsyad Maulana memaksimalkan kelengahan lini belakang Persis dan membawa Kabau Sirah unggul 1-0.
Keunggulan tersebut meningkatkan kepercayaan diri tuan rumah. Persis sempat kesulitan keluar dari tekanan, terutama di sektor tengah. Namun, tim tamu tetap berusaha menjaga tempo permainan.
Menjelang turun minum, Persis mendapatkan momentum penting. Pada masa tambahan waktu babak pertama, Zanadin Fariz mencetak gol penyeimbang pada menit 45+3. Gol ini mengubah skor menjadi 1-1 dan memberi suntikan moral besar bagi Persis sebelum jeda.
Skema Bola Mati Jadi Senjata Persis
Memasuki babak kedua, kedua pelatih langsung melakukan penyesuaian. Semen Padang memasukkan Zidane Afendi, sementara Persis menarik Xandro Schenk dan memberi kesempatan kepada Sutanto Tan. Perubahan ini membuat tempo pertandingan semakin dinamis.
Persis kemudian memanfaatkan situasi bola mati pada menit ke-50. Tendangan bebas Andriano mengarah ke kotak penalti dan disambut tandukan Cleyton. Bola kemudian mengarah ke Kodai Tanaka yang menyundulnya ke gawang. Gol tersebut membawa Persis berbalik unggul 2-1.
Setelah unggul, Persis hampir menambah gol. Pada menit ke-56, sundulan Cleyton membentur tiang gawang. Bola muntah sempat disambar Gervane Kastaneer, tetapi penyelesaiannya masih melebar. Meski gagal, tekanan Persis terus berlanjut.
Pergantian Pemain dan Tekanan Tuan Rumah
Semen Padang mencoba merespons dengan melakukan rotasi pada menit ke-63. Firman Juliansyah dan Rosad Setiawan ditarik keluar untuk memberi ruang bagi Samuel Simanjuntak serta Ripal Wahyudi. Langkah ini bertujuan meningkatkan intensitas serangan.
Tekanan tuan rumah mulai terasa. Wakaso mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh pada menit ke-74. Namun, bola masih melambung di atas mistar dan belum mengancam gawang Persis.
Di sisi lain, Persis tetap disiplin menjaga struktur pertahanan. Mereka juga melakukan rotasi dengan memasukkan Arkhan Kaka untuk menambah energi di sisi sayap. Perubahan ini terbukti krusial pada fase akhir laga.
Gol Penentu dan Akhir Dramatis
Petaka kembali datang bagi Semen Padang pada menit ke-90. Arkhan Kaka mengirimkan umpan silang akurat dari sisi kanan. Irfan Jauhari menyambut bola tersebut dengan sundulan tajam yang menaklukkan kiper tuan rumah. Skor berubah menjadi 3-1 untuk keunggulan Persis.
Meski tertinggal, Semen Padang tidak menyerah. Pada menit 90+6, umpan silang Pedro Matos berhasil ditanduk Ricki Ariansyah dan memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2. Namun, waktu yang tersisa tidak cukup untuk mengejar gol penyeimbang.
Peluit panjang pun dibunyikan. Persis Solo memastikan kemenangan penting di kandang lawan. Hasil ini sekaligus menutup laga dengan tensi tinggi hingga detik terakhir.
Dampak Kemenangan bagi Klasemen
Tambahan tiga poin membawa Persis naik ke peringkat ke-17 klasemen sementara dengan 10 poin. Posisi ini memberi harapan baru bagi Laskar Sambernyawa untuk keluar dari zona bawah. Selain itu, kemenangan ini menjadi modal mental penting jelang putaran kedua.
Sementara itu, Semen Padang harus tertahan di peringkat ke-16 dengan poin yang sama. Kekalahan ini memperpanjang inkonsistensi mereka sepanjang paruh musim. Evaluasi di lini pertahanan menjadi kebutuhan mendesak bagi tim tuan rumah.
Penutup
Kemenangan dramatis Persis Solo atas Semen Padang menegaskan pentingnya efektivitas dan konsentrasi hingga akhir laga. Gol penyeimbang di babak pertama, keunggulan dari bola mati, serta penyelesaian klinis di menit akhir menjadi kunci sukses Laskar Sambernyawa. Oleh karena itu, hasil ini berpotensi menjadi titik balik bagi Persis dalam upaya memperbaiki posisi dan menjaga asa bertahan di BRI Super League 2025/2026.






