Persib Bandung menghadapi duel penting saat menjamu Persija Jakarta pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026. Laga klasik ini berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu (11/1). Namun, Maung Bandung harus tampil tanpa dua pemain kunci. Absennya Federico Barba dan Saddil Ramdani memaksa pelatih melakukan penyesuaian penting sejak menit awal.
Kondisi Skuad Persib Jelang El Clasico
Persib Bandung memasuki laga besar ini dengan kondisi skuad yang tidak ideal. Federico Barba dipastikan sudah tidak lagi menjadi bagian tim. Bek asal Italia itu memilih kembali ke Eropa karena alasan keluarga yang mendesak.
Keputusan tersebut membuat lini belakang Persib kehilangan satu pemain berpengalaman. Barba sebelumnya menjadi andalan di jantung pertahanan. Oleh karena itu, Persib harus segera menemukan komposisi baru yang tetap solid.
Selain itu, absennya Saddil Ramdani menambah pekerjaan rumah. Winger cepat tersebut harus menjalani sanksi kartu merah. Kondisi ini membuat sektor sayap kanan kehilangan opsi agresif.
Dampak Absennya Federico Barba
Kehilangan Federico Barba membawa pengaruh langsung pada struktur pertahanan. Selama putaran pertama, Barba kerap menjadi pemimpin lini belakang. Ia memiliki peran penting dalam organisasi bertahan dan duel udara.
Tanpa Barba, Persib diprediksi mengandalkan Patricio Matricardi dan Julio Cesar. Duet ini dinilai cukup seimbang secara fisik dan distribusi bola. Namun, koordinasi keduanya akan langsung diuji oleh lini serang Persija.
Selain itu, peran bek sayap menjadi krusial. Kakang Rudianto dan Eliano Reijnders dituntut lebih disiplin. Mereka harus membantu pertahanan sekaligus mendukung serangan dari sisi lapangan.
Suspensi Saddil Ramdani dan Opsi Sayap
Absennya Saddil Ramdani membuat kreativitas sisi sayap sedikit berkurang. Saddil dikenal dengan akselerasi dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu. Kehilangannya memaksa Persib mencari solusi alternatif.
Dalam skema 4-3-3, Beckham Putra berpeluang mengisi posisi sayap. Pemain muda ini memiliki mobilitas tinggi dan kemampuan membaca ruang. Selain itu, ia cukup fleksibel untuk berpindah sisi selama pertandingan.
Uilliam Barros juga diprediksi menjadi pilihan utama di sisi lain. Kecepatan dan naluri golnya diharapkan mampu menekan pertahanan Persija. Oleh karena itu, efektivitas transisi serangan menjadi kunci permainan Persib.
Proyeksi Starting XI Persib Bandung
Meski kehilangan dua pemain penting, Persib tetap diprediksi tampil dengan komposisi kompetitif. Formasi 4-3-3 masih menjadi pilihan utama. Skema ini menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Di bawah mistar, Teja Paku Alam hampir pasti menjadi starter. Pengalamannya sangat dibutuhkan dalam laga berintensitas tinggi. Sementara itu, lini belakang diisi Kakang Rudianto, Patricio Matricardi, Julio Cesar, dan Eliano Reijnders.
Lini tengah akan bertumpu pada trio Thom Haye, Marc Klok, dan Frans Putros. Kombinasi ini menawarkan kontrol tempo dan agresivitas. Selain itu, Klok diharapkan menjadi penghubung utama antarlini.
Untuk sektor depan, Persib berpotensi menurunkan Uilliam Barros, Ramon Tanque, dan Beckham Putra. Ketiganya diharapkan mampu memaksimalkan peluang sekecil apa pun. Oleh karena itu, penyelesaian akhir menjadi fokus utama.
Situasi Klasemen dan Tekanan Pertandingan
Persib Bandung saat ini berada di peringkat ketiga klasemen sementara. Maung Bandung mengoleksi 35 poin dari 16 pertandingan. Posisi ini masih sangat terbuka untuk perebutan papan atas.
Sementara itu, Persija Jakarta berada satu tingkat di atas Persib. Macan Kemayoran memiliki poin yang sama, tetapi unggul selisih gol. Kondisi ini membuat laga semakin bernilai strategis.
Kemenangan akan memberikan keuntungan psikologis besar. Selain itu, hasil positif bisa mengubah peta persaingan gelar. Oleh karena itu, kedua tim dipastikan tampil dengan intensitas tinggi sejak awal.
Penutup
Absennya Federico Barba dan Saddil Ramdani memang menjadi tantangan tersendiri bagi Persib Bandung. Namun, kedalaman skuad memberi ruang untuk melakukan penyesuaian. Dengan komposisi yang ada, Persib tetap memiliki kualitas untuk bersaing. Duel kontra Persija akan menjadi ujian karakter, konsistensi, dan ketajaman Maung Bandung di tengah keterbatasan.






