Persib Bandung menerima hukuman berat dan didenda oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) setelah kericuhan yang terjadi pada laga melawan Selangor FC. Keputusan itu diambil dalam pertandingan fase grup AFC Champions League Two 2025/2026 yang berlangsung pada 23 Oktober 2025 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Most importantly, AFC menilai Persib gagal menjaga keamanan serta ketertiban pertandingan.
Rentetan Pelanggaran dari Tribun Suporter
Dalam rapat Komite Disiplin dan Etik AFC pada Rabu (26/11), berbagai pelanggaran disoroti. AFC mencatat enam kembang api dinyalakan oleh suporter Persib. Selain itu, 33 kursi plastik, satu sepatu, dan beberapa benda lain dilemparkan ke area lapangan. Perbuatan tersebut dianggap membahayakan pemain, ofisial, dan seluruh pihak yang berada di pinggir lapangan.
Selain pelemparan benda, suporter juga memasang banner bertema politik. Karena banner tersebut melanggar aturan AFC yang melarang konten politik di stadion, Persib mendapat tambahan catatan pelanggaran. Keadaan semakin memburuk ketika beberapa suporter memanjat pagar pembatas, duduk di area terlarang, hingga bergelantungan di tiang pembatas.
Situasi ini membuat AFC menyimpulkan bahwa Persib gagal memenuhi kewajiban pengamanan pertandingan. Therefore, Maung Bandung harus menanggung konsekuensinya.
Sanksi Finansial dan Penutupan Tribun
AFC menjatuhkan denda sebesar 25.000 USD atau sekitar Rp416 juta kepada Persib. Denda ini dikenakan karena pelanggaran perilaku penonton dan kegagalan manajemen keamanan stadion. Selain itu, Persib juga diwajibkan menutup 25 persen kapasitas stadion untuk satu pertandingan kandang berikutnya di kompetisi AFC.
Namun sanksi tidak berhenti di situ. AFC memberikan tambahan denda 1.250 USD atau sekitar Rp20 juta karena penomoran kursi Stadion Si Jalak Harupat tidak sesuai regulasi. Selain itu, setiap kursi dan baris harus diberi nomor lengkap sesuai standar AFC—sesuatu yang dinilai tidak dipenuhi Persib.
Setelah digabung, total denda yang harus dibayar mencapai 26.250 USD atau sekitar Rp437 juta. Because tenggat pembayaran hanya 30 hari sejak keputusan diterbitkan, manajemen Persib harus segera menyelesaikannya.
AFC juga menegaskan bahwa penutupan tribun tidak boleh mengurangi jatah area suporter tamu. Ketentuan tersebut mengacu pada Pasal 18.1.2 Kode Disiplin AFC.
Pelanggaran Pelatih: Miro Petric Diskors 4 Laga
Selain denda untuk klub, AFC juga memberikan sanksi kepada Asisten Pelatih Persib, Miro Petric. Ia dihukum karena melakukan gestur dan ucapan ofensif kepada perangkat pertandingan.
Insiden ini terjadi dalam laga Selangor FC vs Persib di Petaling Jaya pada 6 November 2025. Wasit langsung mengusir Petric karena perilakunya. Karena insiden tersebut cukup serius, AFC menjatuhkan larangan mendampingi tim selama empat laga. Jumlah tersebut sudah termasuk satu laga otomatis akibat kartu merah.
Dua dari empat laga tersebut akan dijalani di sisa fase grup Grup G, yaitu ketika Persib menghadapi Lion City Sailors (26/11) dan Bangkok United (10 Desember 2025). Besides that, dua sanksi laga lainnya akan dibawa ke kompetisi AFC berikutnya apabila belum tuntas.
Selain larangan mendampingi tim, Petric juga dijatuhi denda 10.000 USD atau sekitar Rp166 juta. Hewan finansial itu wajib dibayar dalam waktu maksimal 30 hari sejak keputusan diterbitkan.
Dampak Besar Bagi Persib di AFC
Serangkaian hukuman ini tentu menjadi pukulan bagi Persib. Selain beban finansial yang cukup besar, penutupan sebagian stadion dapat memengaruhi atmosfer pertandingan kandang. Suporter menjadi salah satu elemen penting bagi Persib. Therefore, kehilangan 25 persen kapasitas stadion memberi dampak langsung pada motivasi tim.
Selain itu, absennya Miro Petric juga dapat memengaruhi persiapan taktis Persib. Ia merupakan salah satu sosok penting di jajaran pelatih. Kehilangannya untuk empat laga membuat tugas pelatih kepala Bojan Hodak semakin berat.
Sementara itu, kondisi Persib di Grup G juga masih rumit. Bangkok United sudah memastikan diri lolos walaupun berada di peringkat kedua. Ironisnya, Persib yang berada di puncak klasemen justru masih belum aman. Karena itulah, hukuman ini datang pada saat yang kurang ideal bagi Maung Bandung.
Evaluasi Keamanan Stadion Jadi Pekerjaan Rumah
Dengan semua hukuman tersebut, Persib harus segera melakukan evaluasi internal. Standar keamanan stadion harus diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, pendidikan bagi suporter juga penting supaya mereka lebih memahami konsekuensi tindakan berbahaya.
Therefore, manajemen Persib harus memastikan stadion memenuhi regulasi AFC pada pertandingan selanjutnya. Mulai dari penomoran kursi hingga pengawasan area tribun perlu mendapatkan perhatian lebih.






