Monday, January 12, 2026
No menu items!
asia9QQ  width=
HomeLiga InggrisMusim Kelam Manchester United: Fakta Pahit Usai Tersingkir dari FA Cup

Musim Kelam Manchester United: Fakta Pahit Usai Tersingkir dari FA Cup

Musim kelam Manchester United kembali menjadi sorotan setelah tersingkir dari FA Cup 2025/2026. Kekalahan dari Brighton pada putaran ketiga, Minggu (11/1/2026) malam WIB, bukan sekadar menutup satu jalur trofi. Oleh karena itu, hasil tersebut membuka rangkaian fakta pahit yang menggambarkan rapuhnya kondisi Setan Merah sepanjang musim ini.

Tersingkirnya Manchester United dari FA Cup membuat peluang meraih gelar domestik nyaris tertutup. Sebelumnya, mereka juga sudah angkat koper lebih awal di Carabao Cup setelah dipermalukan Grimsby Town. Selain itu, kegagalan beruntun tersebut memastikan risiko besar mengakhiri musim tanpa trofi untuk dua tahun berturut-turut.

- Advertisement -
asia9QQ

Kondisi ini terasa kontras dengan standar historis klub. United dikenal sebagai tim yang selalu bersaing di berbagai ajang. Namun, realitas musim 2025/2026 justru menampilkan penurunan tajam yang sulit diabaikan.

Harapan Terbatas di Premier League

Satu-satunya jalan tersisa bagi Manchester United berada di Premier League. Saat ini, mereka menempati posisi ketujuh klasemen dengan jarak 17 poin dari pemuncak. Karena itu, peluang juara dinilai tidak realistis di tengah ketidakstabilan performa.

Meski demikian, asa finis empat besar belum sepenuhnya padam. United hanya terpaut tiga poin dari Liverpool di peringkat keempat. Selain itu, Brentford yang berada satu tingkat di atas mereka juga hanya unggul tipis.

Persaingan papan atas yang ketat memberi celah. Namun, inkonsistensi tetap menjadi masalah utama. Di bawah kendali pelatih interim Darren Fletcher, tim belum menunjukkan pola permainan yang stabil dari pekan ke pekan.

Statistik Sejarah yang Mengkhawatirkan

Di balik kegagalan di ajang piala, statistik musim ini menghadirkan gambaran yang lebih mencemaskan. United dipastikan hanya memainkan sekitar 40 pertandingan di semua kompetisi. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak musim 1914/1915.

Situasi ini merupakan dampak langsung dari kegagalan lolos ke kompetisi Eropa musim lalu. Tanpa agenda kontinental, kalender pertandingan United menyusut drastis. Oleh karena itu, kesempatan rotasi dan ritme kompetitif juga berkurang.

Lebih ironis lagi, ini menjadi kali pertama dalam sejarah klub ketika United hanya tampil di dua ajang piala domestik dan langsung tersingkir di laga pembuka keduanya. Fakta tersebut mempertegas betapa dalamnya krisis yang sedang dialami.

Luka Lama Kembali Terbuka

Kekalahan dari Brighton & Hove Albion juga memunculkan ironi tersendiri. Danny Welbeck, mantan penyerang United, kembali mencetak gol yang menyakitkan. Momen ini seolah mengulang luka lama yang belum sepenuhnya sembuh di Old Trafford.

Terakhir kali United tersingkir di laga pembuka FA Cup dan League Cup secara bersamaan terjadi pada musim 1981/1982. Catatan tersebut kini terulang, menandai periode kelam lain dalam perjalanan klub.

Selain itu, performa bertahan dan efektivitas serangan menjadi sorotan. United sering mendominasi penguasaan bola, tetapi gagal mengonversi peluang menjadi gol. Kondisi ini memperlihatkan masalah struktural yang belum terpecahkan.

Jadwal Berat Menanti Setan Merah

Tekanan terhadap Manchester United belum akan mereda dalam waktu dekat. Setelah tersingkir dari FA Cup, mereka dijadwalkan menghadapi Manchester City di Old Trafford. Sepekan kemudian, laga tandang ke markas Arsenal sudah menunggu.

Dua pertandingan tersebut berpotensi menjadi penentu arah musim. Hasil negatif dapat semakin menjauhkan United dari target empat besar. Oleh karena itu, fokus dan kesiapan mental menjadi krusial.

Di tengah situasi tersebut, posisi Darren Fletcher juga berada dalam sorotan. Manajemen disebut mulai menjalin komunikasi dengan beberapa nama untuk mengisi peran interim hingga akhir musim. Namun, keputusan final belum diambil.

Performa Terkini yang Tidak Meyakinkan

Statistik terbaru mempertegas kondisi sulit United. Mereka hanya meraih satu kemenangan dari tujuh laga terakhir di semua kompetisi. Meski jumlah kekalahan tidak terlalu banyak, hasil imbang melawan tim papan bawah menunjukkan lemahnya konsistensi.

Sejak awal Desember, United hanya mencatat dua kemenangan dari sembilan pertandingan. Bahkan, dari 13 laga terakhir, mereka cuma meraih tiga kemenangan. Angka tersebut jelas tidak sepadan dengan ambisi klub.

Situasi ini membuat tekanan publik semakin besar. Suporter menuntut perubahan nyata, bukan sekadar pergantian nama di kursi pelatih. Karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap skuad menjadi kebutuhan mendesak.

Penutup

Musim 2025/2026 perlahan berubah menjadi periode suram bagi Manchester United. Tersingkir dari FA Cup memperjelas krisis performa dan statistik yang mengkhawatirkan. Harapan kini bertumpu pada Premier League, meski jalannya tidak mudah. Jika tidak segera berbenah, label musim kelam berpotensi melekat hingga kompetisi berakhir.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
asia9sports

Most Popular

Recent Comments